Bisnis  

Kekuatan Spiritual di Balik Kesuksesan Timnas Maroko: Al-Fatihah, Doa Ibu dan Sujud Syukur

Kekuatan Spiritual di Balik Kesuksesan Timnas Maroko: Al-Fatihah, Doa Ibu dan Sujud Syukur

tribunwarta.com – Tagar #Maroko menghiasai media sosial Twitter setelah kemenangan yang membuat Timnas Maroko melaju ke semifinal Piala Dunia 2022 .

Singa Atlas, julukan Timnas Maroko , menjadi wakil negara afrika dan tim arab pertama yang lolos dalam ajang Piala Dunia.

Fans dari seluruh dunia memposting video perayaan jalanan dengan tagar #Maroko, memberi selamat kepada Hakim Ziyech dkk.

Seusai kemenangan bersejarah itu, Timnas Maroko merayakannya dengan sujud syukur bersama.

Potret saat Timnas Maroko sujud syukur di lapangan ini pun beredar luas di media sosial.

Sujud syukur ini menunjukkan bagaimana tim tersebut menunjukkan rasa berserah diri kepada Tuhan mereka.

Selain sujud syukur, banyak pemain Timnas Maroko yang melakukan selebrasi kemenangan bersama ibunya.

Beberapa pemain seperti Achraf Hakimi mendatangi sang ibu yang berada di tribun untuk memberikan dukungan langsung.

Bahkan sejak pertandingan pertama, Hakimi sering tertangkap kamera melakukan perayaan dengan mencium kening sang Ibu seusai laga, sebagai tanda baktinya.

Sementara, Boufal, setelah timnya lolos ke semifinal, juga turut mengajak ibunya berdansa di hadapan suporter di pinggir lapangan.

Pemain klub Prancis, Angers, itu berputar-putar berbagi kebahagiaan dengan keluarga.

Selebrasi tersebut menunjukkan prinsip Islam bahwa “surga terletak di kaki ibu”.

Hakim Ziyech juga turut mendatangi para suporter dan berjabat tangan untuk berbagi keceriaan.

Ini seakan menjadi ciri khas selebrasi yang dilakukan oleh Timnas Maroko setelah mendapat kemenangan dari lawannya di Piala Dunia 2022 ini.

Maroko bukan sekadar tim yang bermain untuk sebuah negara di tepi barat laut Afrika, tetapi tim yang mewakili komunitas agama global, yakni Islam.

Mereka melenggang ke Piala Dunia dengan mencerminkan sikap keimanan pada agama Islam, dan sebagai tanggapan terhadap Islamofobia yang telah mendunia sepenuhnya.

Sepanjang pergelaran Piala Dunia, telah banyak berita tentang striker mereka Zakaria Aboukhlal yang merupakan seorang religius.

Pemain yang bermain di Liga Prancis untuk Toulouse FC itu muncul di media sosial saat menjadi imam salat, qori al-quran hingga mengisi khutbah.

Striker Timnas Maroko Zakaria Aboukhlal mengatakan kesuksesan timnya tak bisa dilepaskan dari kuasa Allah yang menyertai.

“Kami sangat senang dengan pencapaian ini, selama Tuhan bersama kami, semuanya mungkin,” kata Zakaria Abu Khalil, dikutip dari SNRT .

Saat berlaga di lapangan pun, skuad Timnas Maroko juga menunjukkan nilai-nilai agama yang kuat.

Mereka berdoa bersama, membaca Al Fatihah, bagian pembuka dari Al-Qur’an dan menunjukkan nilai-nilai dalam agama mereka.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Momen Timnas Maroko Baca Al Fatihah sebelum Adu Tos-tosan Penalti

Hal itulah yang setidaknya menjadi satu dari sekian banyak sorotan saat Maroko mengalahkan Spanyol di 16 besar.

Sebelum memulai adu penalti, skuad asuhan Walid Regragui ini berkumpul dan membaca Al-Fatihah bersama-sama.

Hal itu seolah menjadi kekuatan Maroko untuk memenangi adu penalti selain berkat kegemilangan sang kiper Yassine Bounou atau Bono.

Selepas menang, mereka merayakan dengan sujud syukur. Para pemain timnas Maroko juga membawa bendera Palestina dalam merayakan setiap kemenangan.

Ini menjadi suatu bentuk dukungan terhadap umat muslim lainnya di mana sedang tertindas oleh bangsa Yahudi Israel.

Wartawan Inggris Robert Carter dalam akun twitternya mengatakan, apapun hasilnya Tim Maroko adalah pemenang dalam hal moral dan spiritual Piala Dunia 2022 .

“Bersyukur kepada Allah, membaca Surat Al Fatihah dan mengibarkan bendera Palestina.”

“Tim Maroko ini adalah pemenang moral dan spiritual Piala Dunia tahun ini,” lanjutnya.

Kedigdayaan Maroko menyingkirkan Spanyol dan Portugal di fase gugur juga seakan menggambarkan mereka menguasai semenanjung Iberia.

Seperti diketahui, jarak Maroko dengan Spanyol dan Portugal tak begitu jauh, negara itu hanya berbatasan laut.

Ini juga seakan mengulangi kisah masa lalu di mana bangsa arab dengan umat muslimnya pernah berkuasa di wilayah Iberia.

“Orang-orang Arab sekali lagi adalah penguasa Semenanjung Iberia… Selamat kepada Maroko karena telah mengajari Spanyol dan Portugal bagaimana sepak bola sebenarnya dimainkan,” tulis Robert Carter.

Kini, Maroko bisa maju lebih jauh lagi ke daratan Eropa lainnya untuk bertemu dengan Prancis.

Laga semifinal Piala Dunia 2022 antara Prancis vs Maroko akan digelar pada Kamis (15/12/2022) dini hari pukul 02.00 WIB di Al Bayt Stadium.

Jika mereka bisa menaklukan Prancis tentu ini akan menjadi sebuah pencapaian besar bagi negara tersebut.

(Tribunnews.com/Tio)

Download Gambar Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022 Live SCTV, Dimulai Belanda vs Amerika Serikat

Berita Piala Dunia 2022 Qatar

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2022

Daftar Wasit Piala Dunia 2022

Profil 8 Stadion Piala Dunia Qatar

Daftar Peserta dan Pembagian Grup Piala Dunia 2022

Sejarah Piala Dunia atau FIFA World Cup

Statistik Finalis Babak 8 Besar Piala Dunia 2022 Qatar, Maroko Terselip di Tengah Kontestan Unggulan

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *