Travel  

Wisata Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara

Wisata Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara

tribunwarta.com – Lokasi: Jl.Maritim I, RT.11/RW.8, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara 14430Map: Klik DisiniHTM: Rp.2.500 per OrangBuka Tutup: 24 JamTelepon: 021 6928888

Tidak Bisa Lepas

Sejarah kota Jakarta tidak bisa lepas dari pelabuhan Sunda Kelapa, karena dari dermaga inilah ibukota Indonesia ini bisa dikenal dunia sejak dahulu kala.

Banyak sekali warga dari negara asing yang datang ke Indonesia melalui pelabuhan ini untuk keperluan dagang.

Sekitar abad ke 12, banyak pedagang Cina yang melakukan ekspedisi datang membawa barang kerajinan seperti keramik dan kain sutra untuk ditukarkan dengan rempah-rempah.

Selain itu, pedagang dari India dan Arab juga datang dengan membawa bahan kain, kulit dan minyak wangi untuk ditukarkan dengan rempah-rempah.

Tentu saja Pelabuhan Sunda Kelapa sangat ramai dan menjadi pusat perdagangan internasional yang berlangsung selama ratusan tahun.

Hubungan dagang antar negara Cina, India, dan Arab memang berjalan dengan harmonis sampai pada abad ke 16.

Sejarah keemasan tempo dulu Pelabuhan Sunda Kelapa di tahun 1500-an pernah ditulis seorang pelaut dari Portugis bernama Tome Pires yang melakukan expedisi perjalanan ke daerah utara Jawa.

Dia menulis artikel tentang cerita bahwa Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan dermaga yang sangat ramai dengan aktifitas jual beli bahan makanan seperti beras, lada, hewan potong, sayuran, emas serta bahan-bahan rumah tangga lainnya.

Setelah itu, bangsa Portugis datang sekitar abad ke 16 dan ingin menjajah Sunda Kelapa sehingga membuat pelabuhan menjadi arena pertempuran laut.

Namun pasukan Portugis berhasil dikalahkan pasukan Fatahillah, akhirnya pasukan Portugis lari ke Pulau Sulawesi dan Cilacap.

Bertepatan dengan hal tersebut, pada tanggal 22 Juni 1527 pelabuhan ini diresmikan sebagai dermaga internasional dan mengubah nama kota Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Pada tahun 1619, Belanda berhasil merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari penduduk pribumi dan membuat kantor dagang VOC serta benteng-benteng di sekitar dermaga.

Selanjutnya mengubah nama kota Jayakarta menjadi Batavia dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan Internasional.

Namun memasuki abad ke 19, pelabuhan ini mengalami pendangkalan air laut sehingga ditinggalkan, dan pihak Belanda mencari dermaga baru.

Selanjutnya Belanda menemukan kawasan pantai yang bisa dijadikan dermaga baru yaitu Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Saat Ini

Walaupun sudah tidak seramai seperti zaman dahulu, namun sekarang pelabuhan ini masih digunakan dan beroperasi sebagai dermaga transportasi laut.

Banyak sekali kapal Phinisi atau kapal kayu berukuran besar yang bersandar di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa ini.

Kapal-kapal tersebut digunakan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti beras, semen, besi serta kendaraan bermotor yang akan dikirim ke beberapa pulau di luar Jawa.

Hal ini membuat perekonomian di pelabuhan menjadi hidup dan banyak sekali truk-truk kecil dan besar membawa barang yang akan diangkut ke dalam kapal.

Selanjutnya barang yang ada di truk akan dibawa oleh para kuli panggul untuk dimasukkan ke dalam kapal.

Biasanya kapal yang singgah memerlukan waktu 2-3 minggu untuk melakukan aktifitas bongkar muat dan akan berlayar lagi ketika kapal sudah penuh dengan muatan.

Banyak masyarakat setempat yang menggantungkan hidupnya mencari nafkah menjadi kuli panggul di pelabuhan Sunda Kelapa ini.

Salah satu hal yang unik adalah, para kuli panggul membawa barang menuju kapal hanya dengan meniti sebuah papan kayu yang dilapisi karet sebagai tangganya.

Tentu saja hal tersebut tidak mudah dilakukan dan membutuhkan keahlian khusus dan penuh keseimbangan karena menaiki sebatang kayu sambil membawa beban berat.

Pekerjaan lainnya yaitu menambal kapal yang bocor atau berlubang dengan pasak besi. Para pekerja yang menambal kapal juga tidak kalah ekstrim, karena bekerja sambil bergelantungan diatas papan kayu dengan tali yang tergantung pada kapal.

Tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang menarik bagi para wisatawan yang melihat aktifitas para pekerja di pelabuhan.

Banyaknya kapal Phinisi yang berjajar dan berdesak-desakan menjadi pemandangan yang menakjubkan sehingga pelabuhan ini kerap dikunjungi para wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Bagi wisatawan manca negara, Kapal Phinisi merupakan pemandangan baru yang sangat luar biasa karena hanya bisa ditemukan di Indonesia, salah satunya di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Selain itu, lokasi pelabuhan ini bisa menjadi spot terbaik bagi para pengunjung yang ingin mengambil gambar kapal-kapal asli buatan anak Nusantara.

Banyak juga para fotografer yang datang untuk keperluan pemotretan karena tuntutan pekerjaan ataupun untuk koleksi pribadi.

Karena itulah, pelabuhan ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai dermaga dan juga menjadi tempat wisata bersejarah yang menjadi destinasi para wisatawan.

Selain itu, lokasi pelabuhan berdekatan dengan tempat wisata Kota Tua sehingga memudahkan pengunjung yang ingin mampir.

Dari Kota Tua, para pengunjung bisa mencapai pelabuhan dengan berjalan kaki ke arah utara sekitar 20-25 menit.

Tempat wisata di Kota Tua yang paling dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa adalah Museum Bahari yang jaraknya sekitar 100 meter.

Pada bulan Maret 2015 lalu, PT.Pelabuhan Indonesia mengadakan lomba fotografi yang mengambil tempat di pelabuhan ini dengan tema “Sunda Kelapa Pelabuhan Rakyat”.

Ketentuan lomba yaitu hunting spot foto dimana saja, namun masih dalam kawasan pelabuhan. Tujuan diadakan lomba ini adalah untuk mempopulerkan Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai dermaga tertua di Indonesia.

Masih di tahun yang sama, tepatnya bulan Mei 2015, pengelola Mall Kelapa Gading mencoba menghidupkan dermaga ini dengan mengadakan festival kuliner yang mengambil latar belakang Pelabuhan Sunda Kelapa.

Festival ini menghadirkan ratusan makanan dari seluruh Indonesia dan para anggota festival disediakan tempat berbentuk café untuk menjajakan makanan.

Sekitar bulan September 2016, Pelabuhan Sunda Kelapa pernah menjadi berita viral di media sosial terkait informasi tentang masuknya 400 warna negara Cina secara illegal.

Pihak Kepolisian segera datang untuk melakukan penyelidikan dengan memeriksa cctv dari salah satu gudang.

Gudang tersebut memiliki 11 buah cctv dan beberapa diantaranya bisa merekam area penting di dermaga sehingga aktifitas keluar masuk, baik siang ataupun malam hari di pelabuhan bisa terlihat.

Wisata Pelabuhan

Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di Jalan Maritim Raya no.8 Jakarta Utara 14430 dan berada di muara Sungai Ciliwung.

Letak Kampung Luar Batang dan Apartemen Pluit berada di sebelah barat muara sungai, sedangkan Pelabuhan Sunda Kelapa berada di sebelah timur muara sungai.

Di barat sungai terdapat tembok tinggi yang berfungsi sebagai pembatas antara kawasan Pluit dan muara sungai.

Biasanya penduduk setempat melompati tembok untuk menuju kawasan pelabuhan ataupun sebaliknya.

Di Pinggiran sungai, banyak sekali ojek sampan yang siap mengantarkan masyarakat setempat ataupun pengunjung yang ingin menyeberang dengan tarif Rp.5000.

Hal ini karena tidak ada jembatan yang menghubungkan kawasan Pluit dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Bangunan tinggi apartemen Pluit bisa terlihat jelas dari kawasan pelabuhan sebagai pemandangan menarik bagi pengunjung.

Pemandangan menarik lainnya adalah kapal-kapal Phinisi yang berbaris dengan rapi di muara timur Sungai Ciliwung di sekitar Jalan Maritim Raya.

Bentuk kapal Pinisi memang sangat menarik dengan moncong panjang serta dilapisi cat dengan warna-warni yang beraneka ragam. Selain itu, setiap kapal juga memiliki nama-nama yang unik sebagai ikon dari kapal tersebut.

Bentuk kapal Phinisi memang luar biasa dan terlihat sangat klasik serta memberikan kesan yang nyata bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut.

Deretan kapal Phinisi memang banyak sekali dan para pengunjung bisa melihat kapal satu persatu dengan berjalan menyusuri Jalan Maritim Raya sampai ke ujung dermaga.

Jika tidak ingin berjalan kaki, biasanya ada jasa ojek sepeda motor yang akan mengantarkan pengunjung berputar-putar ke seluruh area pelabuhan.

Para pengunjung juga bisa mencoba berlayar dengan perahu sampan untuk menyusuri seluruh perairan pelabuhan dengan menggunakan jasa ojek sampan.

Banyak ojek sampan yang melayani para pengunjung untuk berkeliling pelabuhan sampai ke tengah lautan agar puas melihat seluruh wilayah dermaga ini.

Ojek sampan keliling biasanya memasang tarif sekitar Rp.50.000 atau lebih tergantung dari rute dan tawar menawar diantara keduanya.

Biasanya ojek sampan mangkal di pinggir jalan Maritim Raya dan sampannya berada di bawah kapal-kapal besar.

Pengunjung yang naik ojek sampan bisa merasakan sensasi berlayar dibawah kapal-kapal besar yang ada di pelabuhan.

Para pengunjung juga bisa melihat setiap sudut pelabuhan dan menikmati semua kapal apa saja yang berlabuh di dermaga tersebut.

Pemandangan lainnya yaitu bisa melihat dari dekat mercusuar Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pintu gerbang dermaga.

Ada dua bentuk mercusuar yang menjadi garis pembatas pelabuhan, yang satu berwarna hijau dan satunya berwarna merah.

Jika ada sebuah kapal yang ingin bersandar di dermaga ini, maka harus masuk melalui kedua mercusuar tersebut.

Ketika berlayar ke tengah lautan, maka pengunjung akan melihat banyak sekali kapal tanker yang parkir di area lepas pantai Sunda Kelapa.

Selain kapal Phinisi, banyak juga kapal-kapal tanker yang membawa kontainer atau peti kemas berlabuh di dermaga ini.

Di kawasan pelabuhan, banyak sekali terdapat peti kemas kosong, dan biasanya disukai pengunjung sebagai spot untuk melakukan selfie dengan latar belakang kontainer.

Jika ingin berkunjung ke pelabuhan ini, sebaiknya memilih waktu pagi hari atau sore hari karena cuaca di siang hari sangat panas melebihi cuaca kota Jakarta pusat.

Pada waktu sore hari, para pengunjung akan disuguhi pemandangan sunset yang sangat indah. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung untuk melihat sunset dengan menggunakan sepeda yang di sewa dari Kota Tua.

Para penyewa sepeda biasanya memberikan tarif sewa sekitar Rp.20.000 perjam dan bisa lebih murah jika mau menawarnya.

Selain menjadi dermaga pengangkutan logistik antar pulau melalui transportasi laut, Pelabuhan Sunda Kelapa juga melayani transportasi penumpang ke berbagai pulau di Indonesia.

Salah satu fasilitas transportasi umum adalah jalur Sunda Kelapa ke Kepulauan Seribu. Ada 2 kapal penumpang yang disediakan pemerintah menuju ke sana yaitu KM Ekspres Bahari dan KM Sanus 66 (Sabuk Nusantara).

Pembelian tiket kapal penyeberangan ke Pulau Seribu bisa dibeli melalui kantor PELNI, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Indomaret.

Untuk harga tiket KM Sanus 66 memang murah, sekitar Rp.15.000. Sedangkan harga tiket KM Bahari Ekspress lebih mahal, kapal yang baru diresmikan pemerintah provinsi DKI pada 10 Oktober 2022 ini terbagi dalam 3 kelas,yaitu Ekonomi, Eksekutif dan VIP.

Para calon penumpang juga bisa mendapatkan informasi jadwal keberangkatan kapal melalui call center PELNI yaitu 021-162.

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki kawasan pelabuhan, pengunjung yang berjalan kaki atau naik sepeda diharuskan membeli tiket Rp.2500 per orang.

Para pengunjung yang berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor harus masuk melalui jalur 2, karena jalur 1 digunakan untuk mobil dan truk.

Hal ini demi keamanan para pengguna jalan, karena banyak sekali kendaraan berat yang hilir mudik ke pelabuhan.

Semua kendaraan yang masuk ke pelabuhan harus membayar tiket retribusi dengan tarif yang berbeda-beda tergantung jenis kendaraan.

Untuk Sepeda motor dan gerobak, perlu membayar tiket Rp.3000, sedangkan mobil pribadi perlu membayar Rp.4000. Jenis kendaraan pick up dan minibus dikenakan tarif Rp.7000.

Bagi segala jenis bus dan truk kecil perlu membayar biaya masuk sebesar Rp.9000. Jenis truk besar dan truk kontainer kecil dikenakan biaya masuk sebesar Rp.11.000.

Untuk truk-truk gandeng serta truk peti kemas besar harus membayar retribusi sebesar Rp. 17.000.

Tiket retribusi ini hanya berlaku untuk sekali masuk saja dan jika sudah keluar, maka harus membeli tiket lagi apabila ingin masuk kembali.

Hal ini karena setiap hari banyak sekali kendaraan pengangkut barang keluar masuk pelabuhan. Tentu saja uang hasil penjualan tiket retribusi bisa digunakan sebagai dana untuk perbaikan jalan sepanjang pelabuhan.

Angkutan Umum Ke Lokasi

Banyak sekali angkutan umum yang bisa digunakan sebagai cara untuk mencapai lokasi pelabuhan tergantung darimana tempat berangkat.

Tentu saja para pengunjung harus teliti sebelum memilih angkutan umum dan perlu melihat peta lokasi atau Google Map agar tidak salah alamat.

Selain itu, agar bisa mengetahui arah dari mana saja yang paling mudah untuk menuju Pelabuhan Sunda Kelapa.

    Trans Jakarta

Pemerintah menyediakan angkutan umum yaitu Bus Trans Jakarta yang bisa memasuki area dermaga Sunda Kelapa sehingga para penumpang tidak terlalu jauh berjalan kaki dari pintu masuk Pelabuhan.

Bus Trans Jakarta ini lebih dikhususkan bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke Pulau Seribu dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Ada 2 jalur Bus Trans Jakarta yang memiliki akses ke Pelabuhan Sunda kelapa, yaitu rute dari Ancol dan rute dari Stasiun kota.

Namun Bus Trans Jakarta ini beroperasi pada hari-hari tertentu sebagai bus antar jemput para penumpang yang pulang dan pergi ke Pulau Seribu.

Untuk rute Bus Trans Jakarta dari Ancol dan Stasiun Kota berangkat pada hari Senin, Rabu dan Sabtu pada pukul 07.00 WIB dengan harga tiket Rp.3500.

Sedangkan rute penjemputan penumpang dari Pulau Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa berangkat pada hari Selasa, Kamis dan Minggu pukul 15.30 WIB dengan harga tiket Rp.3500.

    Terminal Bus Pasar Senen

Jika berangkat dari Pasar Senen, bisa menggunakan bis biru Kopami Jaya P 02 tujuan Muara Angke. Selanjutnya turun di daerah Pakin yang dekat dengan pasar ikan atau Menara Syahbandar.

Setelah itu bisa berjalan kaki ke arah utara melewati jalan Krapu sekitar 100 meter dan sampai di pintu masuk Pelabuhan Sunda Kelapa.

Apabila ingin lebih mudah, maka naik bis Kopami Jaya P 02 turun di Stasiun Jakarta Kota di depan Museum Bank Mandiri.

Selanjutnya naik angkot atau mikrolet M 15 tujuan Tanjung Priok dan bisa turun di depan Pelabuhan Sunda Kelapa.

    Stasiun Pasar Senen

Naik Kereta Commuter Line tujuan Kampung Bandan, setelah turun di Kampung Bandan bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek.

Alternatif lainnya bisa menunggu di halte busway Senen dan naik Trans Jakarta koridor 6 tujuan Ancol dan turun di busway Pademangan.

    Carrefour Jakarta

Dari Carrefour, bisa menggunakan Bis-8, Bis M-08 dan Bis M-15, dan akan langsung sampai di Pelabuhan Sunda Kelapa, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 50 menit.

    Tol Jakarta-Cikampek

Ada 3 jenis bis angkutan kota yang bisa digunakan sebagai alat transportasi ke Pelabuhan Sunda Kelapa dari Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Bis-AC25, Bis-12, Bis-15.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!