Travel  

Ubud Monkey Forest Bali Atau Mandala Wisata Wenara Wana

Ubud Monkey Forest Bali Atau Mandala Wisata Wenara Wana

tribunwarta.com – Lokasi: Jl. Monkey Forest, Ubud, Kab.Gianyar, Bali 80571Map: Klik DisiniHTM: Rp.80.000 Dewasa, Rp.60.000 Anak AnakBuka Tutup: 08.30-18.00 WITATelepon: (0361)-971-304

Di Indonesia ada banyak tempat yang dijadikan tempat asik dan seru untuk dijadikan sasaran liburan untuk kita yang sedang penat dengan kegiatan kita sehari-hari.

Nah, ada tempat yang harus kalian datangin sebelum liburan jauh-jauh ke luar negeri yang price-nya ngga murah kan bro and sis. Yaitu Bali, siapa yang tidak kenal dengan kota para turis ini.

Bali itu kota wisata, dimana banyak banget orang-orang datang datang dari luar negeri buat merasakan liburan di Pulau Dewata ini.

Nah buat kita orang Indonesia sendiri, sudah pernah belum datang dan explore daerah Bali? Nah kali ini, saya mau bahas satu tempat di Bali yang mungkin bakal jadi rekomendasi buat liburan nanti.

Kera Ekor Panjang

Nah jika kamu suka dengan sesuatu yang hijau dan terlihat indah serta terasa naturenya, Bali punya salah satu tempat vacation, namanya Ubud Monkey Forest.

Kenapa disebut demikian? Jadi nama Ubud Monkey Forest ini adalah bahasa internasionalnya bro and sis!

Buat orang Bali sendiri mereka menyebutnya dengan sebutan Mandala Wisata Wenara Wana atau disebut juga Hutan Monyet Ubud.

Kenapa bisa disebut dengan hutan monyet? Karena di dalam Wenara Wana ini merupakan tempat perlindungan kera/monyet yang dilindungi dan banyak juga jenis pepohanan ditanami di lokasi ini.

Sehingga para pengunjung yang datang dapat merasakan keindahan serta ke aslian alam yang masih terjaga di Ubud Monkey Forest ini.

Karena keaslian yang di jaga dengan baik sehingga pengunjung merasakan kedeketan dengan para kera/ monyet tanpa ada pagar yang menahan mereka.

Namun para bro and sis sekalian harus mematuhi beberapa peraturan mengenai perawatan serta pemeliharaan kera disana. Karena menurut orang Bali kera di Ubud Monkey Forest ini adalah binatang yang harus di jaga.

Tidak jarang juga rakyat Bali mengadakan acara adat ataupun keagamaan di dalam Ubud Monkey Forest tersebut, karena ada banyaknya candi serta gapura di sana.

Dan semua monyet disana dianggap hewat keramat yang disucikan serta bagaimana pun juga para wisatawan yang datang harus menjaga kelestarian serta menjaga segala bentuk binatang yang ada di dalam Ubud Monkey Forest tersebut.

Penghuni Monkey Forest

Menurut pemerintah Bali perkiraan mereka mengenai kera atau monyet yang sekarang berkembang biak di dalam Ubud Monkey Forest ini adalah kisaran 340 ekor kera atau monyet yang berjenis monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

Menurut pengelompokannya jika di pisah berdasarkan jenis kelamin serta umur para monyet ada 32 jantan dewasa, 19 jantan muda, 77 betina dewasa, 122 remaja dan 54 bayi.

Jadi bro and sis sekalian letak atau alamat dari Ubud Monkey Forest ini adalah di Jl. Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571.

Jadi lokasinya itu berdekatan dengan Padangtegal, karena itu pemerintah lokal dari kabupaten Padangtegal mengelola hutan tersebut berserta monyet atau kera didalamnya.

Sehingga tempat tersebut dinobatkan sebagai tempat yang suci karena di dalam Ubud Monkey Forest tersebut sering digunakan dalam kegiatan ibadah kremasi.

Sehingga dikatakan oleh pihak Bali kepengurusan serta pemeliharaan dalam Ubud Monkey Forest diberikan kepada anggota dewan desa Padangtegal dikarenakan masih masuk ke dalam lokasi desa Padangtegal tersebut.

Dan hal terpenting yang harus bro and sis harus tahu bahwa di dalam Ubud Monkey Forest terdapat sebuah Candi untuk beribadah para penduduk Bali.

Secred Temple

Di dalam Ubud Monkey Forest tersebut juga masih ada terdapat beberapa Candi yang menjadi simbol mengenai pengkremasian yang sering di adakan umat beragama Hindu untuk acara keagamaan mereka.

Candi-candi yang bisa kita lihat dan pelajari serta dapat kita jadikan bukti sejarah yang masih tersisa, atau biasa di katakan situs pra sejarah ada di dalam Ubud Monkey forest.

Candi tersebut mempunyai nama Candi Pura Dalem Agung Padangtegal yang digunakan sebagai berbagai perkamen ibadah orang Bali.

Candi tersebut dikatakan sebagai “Sumber Kesucian” dari candi-candi lain yang berada di lokasi tersebut.

Sehingga Yayasan Wenara Wana Padangtegal bertanggung jawab dalam mengelola tempat ini sekaligus menjaga integritas kesucian dari Candi Pura Dalem Agung Padangtegal ini dan mempromosikan candi tersebut sebagai situs keramat.

Dan bagaimana pun juga Ubud Monkey Forest adalah tempat peribadatan umat Bali serta sebagai tempat wisata yang sangat seru untuk di nikmati bersama keluarga serta para kerabat bro and sis.

Dikarenakan perlihal yang sudah jelas bahwa alam di dalam Ubud Monkey Forest bahwa monyet atau kera bali sebai icon penting dalam peran hutan ini.

Tak hanya itu, bahkan juga sebagai objek wisata dan mahluk suci atau keramat serta simbol penting untuk para Orang Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Beberapa candi di dalam Ubud Monkey Forest itu sendiri sampai sekarang ini masih dipakai oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu.

Candi yang bisa dikatakan sebagai kuil atau tempat bersemayamnya orang mati jika dalam agama Hindu mereka di krekamasi seperti Pura Puseh (Kuil Asal).

DanPura Desa (Desa Candi) yang sebagai pendedikasian untuk Dewa Siwa yang diyakini oleh agama Hindu sebagai penghakiman untuk orang mati.

Ubud Monkey Forest ini bisa dikatakan sangat luas karena berada di tanah seluas 27 hektar tanah yang banyak sekali hutan.

Jalan yang berkelok-kelok atau bisa dibilang road of nature sangat bagus untuk dijadikan tracking karena jalanan sudah rapi.

Namun di sekeliling hutan yang sangat luas dan indah, para monyet atau kera akan menemani setiap perjalanan tracking Anda.

Dan seperti yang kita tahu bahwa dalam hutan seluas 27 hektar ini ada lebih dari 80 jenis pohon di tanam untuk pelestarian alam.

Pohon ini juga digunakansebagai tempat berlindungnya sejumlah burung untuk membuat sarangnya, kadal, tupai dan rusa selain monyet yang menghuni Ubud Monkey Forest.

Dan untuk yang mau memberi makan langsung para hewan tersebut, village lokal menjual pisang dengan cost terjangkau di dekat pintu masuk.

Namun harus ingat bahwa kera ekor panjang ini adalah hewan liar yang tidak diketahui serta di tebak tingkahnya.

Jadi bagi yang mungkin merasa takut digigit atau nanti terkena bite rabies atau orang jerman mengatakan dalam bahasanya tollwut, bro and sis bisa melihat saja bagaimana para penjaga memberi makan langsung para kera ekor panjang tersebut.

Dan sedikit info lagi nih buat para bro and sis yang mau tahu mengenai situs atau candi-candi tersebut silahkan kepoin orang-orang asli yang mengurus Ubud Monkey Forest tersebut.

Karena beberapa peneliti yang ada di luar atau pun dalam negeri banyak yang tertarik untuk menyelidik mengenai candi-candi yang ada tersebut.

Beberapa dari para ilmuwan mengatakan bahwa candi itu sudah ada sekitar abad ke – 13, namun in the facts real is beberapa dari candi tersebut sudah direnovasi berkali-kali selama bertahun-tahun.

Sehingga beberapa artefak lama atau bangunan lama dari candi-candi tersebut sudah tercampur menjadi satu dengan bangunan yang sudah direnovasi.

Dan di dalam Ubud Monkey ada tempat suci bernama Lingga Yoni yang menurut umat beragama Hindu sebagai simbol alat kelamin laki-laki dan perempuan yang menggambarkan kesuburan dan sudah menjadi tempat suci selama ratusan tahun.

Serta ada lagi ruang suci yang digambarkan sebagai sebuah pura mandi yang letaknya di sepanjang sungai dan membentang melalui hutan dari Ubud Monkey Forest.

Itulah gambaran dari taman alam yang di berikan oleh Bali, bisa ngebayangin kan gimana rasanya ditengah-tengah hutan luas perlindungan satwa monyet serta masih penghuni lain Ubud Monkey Forest.

Semua ini yang bisa dilihaat langsung jika berkunjung kesana dan mencoba sendiri bagaimana melihat para hewan serta candi yang merupakan situs sejarah tersebut.

Nah itu adalah perkenalan atau bahasa bulenya opening tour dari saya mengenai gambaran alam di Ubud Monkey Forest.

Reviews Monkey Forest

Seperti yang pernah di ulas dalam sebuah website di tripadvisor yang memberikan istilah dan hasil reviewnya mengenai kisah atau tripnya ketika mereka berjalan-jalan ke Ubud Monkey Forest ini “mooi maar gevaarlijk ( indah namun berbahaya)”.

Dalam ulasannya tersebut dia mengatakan bahwa tempat itu (Ubud Monkey Forest) adalah tempat terindah dan juga dia sempat mengatakan candaan bahwa orang yang pergi kesana adalah pencinta monyet.

Dan dalam ulasan tersebut dia mengatakan bahwa keindahan Ubud Monkey Forest berkurang ketika sewaktu itu dia berjalan-jalan dalam tournya, dia melihat ada yang terkena gigitan monyet ekor panjang.

Kejadian tersebut menyebabkan orang yang terkna gigitan tersebut harus di antisipasi dengan suntikan vaksin anti rabies dan harus di bawa pulang kembali ke Belanda.

Dan dalam ulasannya, bule Belanda ini juga mengatakan jika pemandangan dalam Ubud Monkey Forest sangat menakjubkan dan kuil, sungai serta taman-tamannya pun indah.

Dan dalam tulisan tersebut banyak reviews dari Bule Belanda yang melakukan trip perjalanan kesana.

Banyak yang mengatakan jika barang-barang yang dibawa harus selalu diperhatikan agar tidak hilang karena monyet-monyet ekor panjang akan mengambilnya karena mereka adalah hewan liar.

Banyak juga turis khawatir mengenai kera yang berlarian dan bertingkah semaunya dikarenakan mereka adalah hewan suci menurut orang Bali yang beragama Hindu.

Sehingga para bule mengatakan Ubud Monkey Fores akan indah jika tanpa kera-kera ekor panjang.

Mereka salah besar, karena keindahan Ubud Monkey Forest dan juga candi-candi serta sacred temple akan menjadi sempurna dengan kedatangan keluarga monyet ekor panjang ini di didalamnya.

Nah kali ini saya juga mau mengutip komentar dari beberapa turis yang datang dari Jerman.

Kebanyakan dari mereka mengkhawatirkan kera ekor panjang yang masih liar dan belum ada sama sekali mengenai penanganan suntik rabiesnya atau dalam bahasa local mereka rabies itu artinya toolwut.

Berikut adalah ulasannya; Hutan monyet Ubud sangat kami sukai sehingga kami harus memberikan tambahan hari dalam liburan kami.

Tentunya sebagian besar pernah mendengar tentang Hutan di Bali ini. Monyet kecil dan imut berpose di depan pemandangan indah untuk koleksi foto liburan terbaik, mereka dapat kita beri makan, bermain-main dan sangat suka menggoda para turis.

Entah bagaimana Ubud Monkey Forest ini benar-benar menakjubkan, hingga membuat semua orang dari Negara saya yang berkunjung bertanya-tanya apa yang tidak bisa terjadi di kuil ini.

Padahal Ubud Monkey Forest ini bukanlah kebun binatang, tapi tempat ini sangat religius untuk orang beragama Hindu, dimana orang harus menunjukkan rasa hormat untuk saling menghargai keyakinan agama tersebut.

Monyet-monyet yang ada di Ubud Monkey Forest sebagian juga tidaklah berbahaya, malah kenyataannya ketika anda berada disini realitanya seindah yang mereka lihat.

Di dalam Ubud Monkey Forest banyak papan pemberitahuan yang bertuliskan peraturan serta pengamanan diri sendiri.

Bahkan ada juga pengenalan mengenai candi yang terpampang jelas ada di papan tulis, dan disana mengakatan bahwa kawasan itu adalah komplek candi Hindu yang sangat penting bagi masyarakat.

Dengan demikian, seseorang akan menemukan banyak turis di sini, tapi juga banyak orang yang beragama Hindu yang tengah menjalankan ibadah mereka.

Di dalam Ubud Monkey Forest ada 3 kuil yang konon telah eksis sejak abad ke-14 yang sangat indah (jika tidak salah nama candi tersebut adalah Pura Dalem – Candi yang di gunakan untuk penyembahan Dewa Siwa, Kuil Air Suci, serta Kuil Kremasi).

Kuil di “suaka hutan monyet” kami tidak perbolehkan untuk memasukinya, karena sudah ada larangan yang mengatakan jika turis tidak diizinkan masuk.

Pasalnya dianggap sebuah batas suci pada kawasan tersebut dan yang diperbolehkan masuk lebih dalam hanyalah bagi penduduk setempat yang sering ditemukan di jubah tradisional.

Selain itu banyak pohon besar dan pahatan di dalam Pura tersebut, dan juga ada monyet yang selalu menemani.

Monyet di dalam Ubud Monkey Forest kebanyakan dari mereka memakan ubi jalar, tapi dalam campuran sehari-hari dengan hal lain seperti pisang, daun pepaya, buah atau sejenisnya.

Dan bagi kalian para turis seperti kami, untuk menjaga kesehatan monyet liar di kawasan ini, Anda diminta untuk tidak memberi makan monyet dengan kacang, biskuit, permen, roti, dan lain-lain yang memang bukan makanannya.

Di karenakan banyaknya pengunjung yang datang ke Ubud Monkey Forest ini, perkiraan dari Bali yang mengunjungi sekitar 10.000 turis sebulan!

Itu sebabnya monyet-monyet ini digunakan untuk cukup sedikit dan cukup jinak, tapi juga semakin berpengalaman dalam mencuri barang bawaan pengunjung yang tidak di berikan kepada mereka.

Meski bagi sebagian orang hal tersebut dapat dikategorikan hiburan saat melihat mereka mencuri ataupun merebut dari pengunjung lainnya yang tengah berjalan, namun baiknya hal tersebut tidak dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu dianjurkan, jangan membawa makanan. Monyet akan (berhasil) mencoba menangkap semuanya sekaligus.

Dan jika Anda tidak memberikannya secara sukarela, kera bisa menjadi sangat agresif dan menggigit dengan sangat keras.

Anda lagi-lagi mendengar cerita horor turis ceroboh yang harus dijahit setelah digigit dan bukan tidak mungkin akan semakin serius karena hewan bisa menularkan hepatitis.

Jika tidak bisa menolak memberi makan binatang kecil Anda dapat membeli pisang di tempat, setidaknya mendukung penduduk setempat.

Entrance Fee

Nah bro and sis untuk review harga entry dari Ubud Monkey Forest termasuk dalam harga yang terjangkau. Sebandinglah dengan apa yang kita dapat.

Untuk parkirnya gratis lho, tapi harga tiket masuk Orang Dewasa dikenakan harga Rp.50.000,-/orang sementara anak dengan batasan umur 3-12 tahun Rp 40,000,-/anak.

Jadi bro and sis, kita hanya harus mengeluarkan uang yang terhitung harga terjangkau untuk menikmati ukiran serta gambaran keindahan kuil yang ada di dalam Ubud Monkey Forest.

Semua yang kita bakal lihat dan nikmati tidak hanya keseruan berjalan sepanjang hutan dari Ubud Monkey Forest saja, semua dari situs sejarah candi dan kuil-kuil yang indah dapat kita nikmati bersama dengan teman maupun keluarga.

Namun harus ingat patuhi setiap peraturan yang ada dan menjaga kelestariaan lingkungan. Dan hal terpenting bahwa monyet ekor panjang adalah mahluk yang dianggap suci oleh penduduk sekitar Bali.

Paradise in Ubud

Nah buat yang mau tau sehabis berjalan-jalan di Ubud Monkey Forest terus bingung mau kemana. Saya akan reviews beberapa hotel nears in Ubud Monkey Forest.

Karena mayoritas kebanyak turis yang datang ke Bali untuk berlibur, saya mau merekomendasikan beberapa tempat indah untuk dijadikan penginapan serta biaya accommodation yang terhitung murah serta pas dengan harga kantong.

Dan beberapa tempat yang saya rekomendasikan ini adalah tempat yang bro and sis bisa temui dekat Ubud Monkey Forest.

Dikarenakan Ubud Monkey Forest ini buka dari jam 08.30 sampai dengan jam 18.00 sangat indah jika para bro and sis berjalan-jalan sore menikmati pemandangan langit sore Bali.

Setelah menikmati indahnya langit sore di Bali, ingin pulang ke tempat penginapan yang indah dan harga terjangkau, apalagi untuk Indonesian Guest House yang harus pasti harganya terjangkau dan juga merakyat.

Apa lagi jika penginapan atau Hotel yang kita tempati ini ada bungalow juga spa dan yang pasti memanjakan diri bro and sis layaknya raja serta ratu.

Dalam beberapa tempat di map atau biasa di akses melalui situs traveler atau booking hotel yang bro and sis biasa pakai.

Di sekitaran Ubud Monkey Forest juga banyak tredapat kuliner ala-ala bule dan juga nasional yang bisa bro and sis nikmati disana.

Bro and sis biasa searching menggunakan trivago, pegi-pegi, dan masih banyak lagi cara untuk mencari tempat penginapan yang dekat dengan Ubud Monkey Forest.

Di beberapa tempat seperti di belakang Ubud Monkey Forest Anda akan menemukan penginapan yang hanya berjalan kaki kurang lebih selama 15 menit.

Sebagai contoh ada Komaneka @Monkey Forest yang merupakan penginapan dengan rating terbaik di berbagai website reviewer.

Hotel berbintang 4 ini menggunakan ragam interior dan gaya arsitektur yang kental dengan suasana Bali, disini Anda juga bisa merasakan sensasi menginap dengan pemandangan menghadap ke rice field.

Beberapa dari tempat lainnya juga mempunyai tempat yang sangat indah dan juga mempunyai sarana serta fasilitas seperti komaneka dengan bungalownya.

Tempat-tempat yang berdeketan dekat Ubud Monkey Forest seperti Bali Bohemia, Wenara Bali Bungalows, Champlung Sari Hotels, Umaya Villa Ubud, Sarinubud Villa and Spa, serta masih banyak lagi jika Anda melihat melalui google map.

Dan juga banyak tempat kuliner yang sangat dekat dengan Ubud Monkey Forest seperti Tropical View Café , Hubud dan restoran Laka Lake.

Dan yang dari mancanegara di dekat Ubud Monkey Forest ada Money Charging. Nama tempatnya adalah PT. Dirgahayu Valuta Prima (Money Changer) dan dapat di lalui hanya berjalan kaki dari tempat tersebut.

Dan buat para traveler yang mau mengakses atau mendapatkan preview harga terjamin serta bisa dibandingkan dengan harga para website travel lainnya.

Ada salah satu website yang membantu memilih harga yang bagus untuk berlibur bro and sis, tidak hanya ke Bali saja bahkan untuk ketempat lain pun bisa.

Nama website yang menyediakan harga untuk traveler itu adalah Zenrooms, yang merupakan web recommended untuk mencari review di berbagai kota.

Cara Menuju Lokasi

Bagi yang berkunjung ke kawasan wisata yang memiliki nama lain wisata wenara wana dan kebetulan tengah berada di Ubud tentunya sangat beruntung sekali karena jarak tempuhnya sangat dekat dari lokasi Anda.

Cukup arahkan kendaraan anda menuju Jl.Raya Ubud & beloklah ke kanan menuju Jl.Hanoman yang ada setelah Anomali Coffee ubud.

Terus ikuti jalur hingga tiba di jalur bercabang setelah Bebek Bengli, lanjutkan ke Jl.Monkey Forest dengan mengambil lajur kanan.

Dari situ Anda tinggal mengikuti jalan saja karena Ubud Monkey Forest alias Wisata Wenara Wana sudah berada didepan mata.

Sementara bagi yang tengah berada di kawasan Uluwatu memiliki 2 pilihan apakah akan menggunakan tol maupun rute biasa bila menggunakan tol tentunya arahkan kendaraan anda menuju gerbang tol Mandara dan Exit di Denpasar Sanur.

Dari situ tinggal melanjutkan menuju simpang tohpati dan ambilah arah ke kanan melalui Jl.W.R. Soepratman, teruskan hingga melalui Bali Bird Park.

Selepas melalui Bali Bird Park pada perempatan pasar negari bisa mengambil ke kanan lalu teruskan hingga bertemu pertigaan besar dan ambil jalur kiri, terus saja hingga Museum seni Agung Rai, tak lama lagi Anda tiba di tujuan.

Jika kebetulan menginap di kawasan ini, bisa juga menghabiskan waktu liburan di beberapa spot terdekat seperti Museum Seni Agung Rai, Campuhan Ridge Walk, Goa Gajah, Tegenungan Waterfall, Bali Zoo, Bali marine park & Tegalarang Rice Terrace.

Tertarik untuk mengunjungi kawasan wisata ini? Yuk ajak keluarga, pasangan maupun teman terdekatmu berlibur di tanah para dewata ini dan bagikan moment keseruanmu selama di tempat ini! Yuk visit Bali!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!