Travel  

Taman Kalijodo Jakarta Sekarang Buka Sampai Jam Berapa?

Taman Kalijodo Jakarta Sekarang Buka Sampai Jam Berapa?

tribunwarta.com

Lokasi: Jalan Bidara Raya No.18, RT.4/RW.5, Pejagalan, Penjaringan, Angke, Tambora, Kota Jkt Utara 14450Maps: Klik DisiniHTM: GratisBuka Tutup: 24 JamTelepon: 021 5205455

Jika mendengar kata Kalijodo tentu saja tidak bisa lepas dari yang namanya pekerja seks komersial(PSK), perjudian serta preman.

Nama Kalijodo yang terletak di perbatasan Jakarta Barat dan Utara tersebut memang sangat identik dengan hal tersebut sejak tahun 1970-an.

Bahkan daerah di kawasan Jakarta Utara ini sangat lekat dengan kegiatan kriminalitas yang membuat daerah di sekitar Kalijodo menjadi rusuh dan kumuh.

Area yang letaknya berada di bantaran timur Banjir Kanal ini memang mempunyai sejarah yang sangat panjang.

Apalagi daerah ini sempat dikuasai oleh preman dimana menjadi sarang dari kriminalitas di daerah Utara Jakarta.

Sementara pada masa lalu daerah ini bahkan sempat menjadi pusat perekonomian Jakarta di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Sejarah Kalijodo

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ketika itu daerah Kalijodo ini didominasi oleh etnis Tionghoa.

Masyarakat pendatang Tionghoa ini melarikan diri dari Manchuria disebabkan Jepang yang menyerbu dan menjajah dataran China.

Dalam masa pelariannya tersebut banyak masyarakat pendatang yang tidak membawa pasangan.

Sehingga mereka memutuskan untuk mencari pasangan ketika menginjakkan kaki di Batavia (nama Jakarta pada masa pendudukan Hindia Belanda).

Bantaran kali memang menjadi tempat bagi para pendatang Tionghoa dan perempuan lokal untuk bertemu serta memadu kasih.

Sebagian dari masyarakat lokal ini bekerja sebagai ca bau atau gundik. Profesi ini berbeda dengan pekerja seks komersial atau pelacur.

Ca bau merupakan wanita penghibur yang menemani menari atau menyanyi. Dan mereka mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Nama Kalijodo ini konon didapatkan dari nama Kali Jodoh yang dibuat oleh masyarakat setempat.

Para pendatang Tionghoa dan perempuan lokal memang bertemu serta memadu kasih sehingga nama Kali Jodoh mencuat di sekitar area tersebut. Bahkan kisah sejarah ini dituangkan dalam film berjudul Ca Bau Kan.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata profesi ca bau semakin miris. Banyak yang mengaku ca bau akan tetapi dalam pekerjaannya justru bekerja seperti pekerja seks komersial.

Sehingga kawasan Kalijodo ini akhirnya berubah menjadi area pelacur kalangan kelas bawah dan menjadi sangat kumuh. Berbeda dengan masa-masa lampau.

Karena semakin kumuh dan berkembangnya tingkat kriminalitas, akhirnya pemerintah pusat serta pemprov DKI Jakarta mengubahnya menjadi taman kota yang sangat cantik. Hal ini dimulai pada tanggal 29 Februari 2016 lalu.

Proses Terbentuknya

Usai diratakan, pemerintah DKI Jakarta melakukan perumusan konsep rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) di Kalijodo.

Dan rancangan dari taman ini sempat jadi sayembara untuk khalayak umum. Banyak sketsa-sketsa bermunculan sebagai penanda bahwa Kalijodo akan dirubah menjadi lebih nyaman untuk masyarakat.

Saat ini Kalijodo sudah memiliki wajah terbaru. Tak hanya indah, sekarang taman tersebut juga cukup nyaman untuk dikunjungi masyarakat.

Bus Wisata Gratis

Area RTH dan RPTRA atau Taman Kalijodo ini memang sangat mudah untuk diakses dan dijangkau.

Ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan oleh para wisatawan atau masyarakat setempat untuk mengunjungi kawasan taman ini.

Untuk transportasi Trans Jakarta bisa turun di halte Jembatan Dua. Sementara untuk KRL atau Kereta Api Listrik bisa turun di Stasiun Grogol.

Dari sini bisa dilanjutkan dengan bus wisata gratis atau Jakarta Explorer yang bisa mengantarkan para wisatawan berkeliling di Taman Kalijodo ini. Sebuah pengalaman yang unik dan berbeda tentunya.

Jakarta Explorer ini mulai beroperasi pada pukul 11 siang hingga jam 7 malam, setiap hari Senin – Jumat.

Sementara untuk hari Sabtu beroperasi pada pukul 9 pagi hingga 11 malam. Sedangkan hari Minggu beroperasi pada pukul 12 siang hingga 7 malam.

Jakarta Explorer ini memiliki 4 rute yang bisa dipilih. Mulai dari Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Kesenian dan Kuliner serta Pencakar Langit Jakarta. Semuanya gratis dan bisa dinikmati bebas oleh masyarakat setempat.

Jakarta Explorer ini hanya akan berhenti di Halte Sarinah dan juga Halte Tosari. Perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 1,5 jam paling lama jika terjadi kemacetan.

Menggunakan jasa Jakarta Explorer untuk melihat keindahan Taman Kalijodo bisa menjadi pilihan yang pas.

Kuliner Siang Hari

Di area taman, para pengunjung sudah bisa melihat tempat permainan anak-anak dan lapangan futsal.

Ada banyak wahana permainan yang bisa dinikmati oleh para pengunjung anak-anak. Mulai dari papan luncur, jungkat jungkit hingga ayunan.

Meski siang hari cuaca cukup panas, akan tetapi tidak menyurutkan keinginan untuk bermain di area ini

Di Taman Kalijodo ini terdapat kawasan wisata kuliner yang siap memanjakan para wisatawan. Sajian makanan siang hari dan malam hari biasanya berbeda-beda.

Sayangnya kuliner di siang hari tidak sebanyak kala malam hari. Ketika menyusuri jalan Kepandua di tepi Banjir Kanal Barat, ada beberapa pedagang kaki lima yang menjajakan aneka minuman dan makanan ringan.

Sementara pilihan menu seperti nasi rames, soto betawi, mie ayam serta bubur ayam bisa didapatkan di area ini.

Mengunjungi Perpustakaan Umum RPTPA

Taman Kalijodo ini memang masih minim pohon rindang sehingga kurang bisa memberikan suasana yang sejuk.

Jika siang hari maka udara akan cukup terik. Akan tetapi suasana di sekitar taman Kalijodo ini sudah cukup menarik.

Salah satu hal yang bisa ditemukan di sini adalah Perpustakaan Umum RPTRA Kalijodo, letaknya berada di dekat lapangan futsal dan ruang laktasi.

Perpustakaan ini dikhususkan untuk anak-anak yang datang ke kawasan wisata Taman Kalijodo tersebut. Akan tetapi para pengunjung dewasa juga bisa menemani atau masuk ke dalam perpustakaan tersebut.

Ada banyak pilihan buku yang bisa dibaca oleh anak-anak. Tentu saja buku-buku tersebut bisa memberikan informasi dan edukasi kepada para pengunjung.

Area BMX Track dan Skate Park

Taman Kalijodo ini sudah diubah sehingga ramah kepada semua kalangan mulai dari yang muda, tua, anak-anak baiik laki-laki atau perempuan.

Area taman ini terbagi menjadi 2 yaitu utara dan barat yang dipisah oleh tembok dengan tinggi sekitar 24 meter.

Di sisi sebelah utara para wisatawan bisa menemukan area olahraga seperti BMX Track dan Skate Park.

Tidak jauh dari sana ada dinding mural yang cukup artistik. Sayang jika dilewatkan begitu saja. Gambar-gambar mural ini membuat suasana di Kalijodo semakin menarik.

BMX Track dan Skate Park memang menjadi salah satu fasilitas yang sudah dipersiapkan di sini. Tidak heran jika banyak anak muda senang bermain di sini.

Mencoba beberapa trik dan gaya baru memang menjadi pemandangan yang lazim di area BMX Track dan Skate Park ini.

Fasilitas BMX Track ini bertipe Flat Land. Memang belum mumpuni untuk digunakan oleh atlet profesional. Akan tetapi sudah cukup bagi para pemula.

Senada dengan fasilitas di Skate Park. Di area ini para penggemar skateboard bisa mencoba fasilitas berupa box seperti bangku, tangga dan rail pipa panjang dari besi untuk melatih gaya serta trik.

Selain itu ada quarter yang merupakan lintasan menurun berbentuk cekung serta lintasan lurus dan menurun yang disebut banks.

Meski fasilitas masih belum banyak, akan tetapi sudah cukup memuaskan bagi para penggemar skateboard dan BMiX.

Lintas Generasi

Taman wisata Kalijodo menjelang sore dan akhir pekan memang sangat ramai. Banyak masyarakat sekitar yang mengunjungi kawasan wisata ini.

Dan biasanya mereka datang sekeluarga mulai dari yang tua hingga yang muda. Tidak salah jika kawasan wisata Kalijodo ini merupakan kawasan wisata lintas generasi.

Menurut cerita sejarah dari masyarakat setempat yang sudah ada di sana sejak tahun 1940-an, dahulu taman ini memang digunakan untuk mencari pasangan.

Mencari pasangan pun dengan cara yang unik. Yaitu saling berbalas pantun. Jika pantunnya menarik dan saling berbalas, hal ini menandakan mereka menjadi pasangan.

Di sore menjelang malam hari, taman Kalijodo ini bersolek dengan warna-warni lampu yang sangat indah dan menawan.

Beberapa spot lamput bahkan sangat instagramable. Tidak heran banyak anakmuda mengabadikan foto dan gambar ketika berada di taman wisata Kalijodo. Mereka tidak ingin ketinggalan tren selfie di tahun 2022 ini

Aneka Penyewaan Mainan Anak

Kawasan wisata Taman Kalijodo ini di malam hari dilengkapi dengan usaha penyewaan mainan anak.

Di sini juga tersedia skuter mini, mobil, motor mini hingga becak mini yang dikhususkan untuk anak-anak.

Sementara para orang tua hanya bisa mengawasi dan menemani anak-anak bermain.

Harga penyewaan sendiri bervariasi. Untuk skuter mini dan becak mini sendiri bisa dinaiki dengan tarif sekitar 15 ribu untuk 15 menit.

Sementara mobil dan motor mini dikenakan tarif sebesar 20 ribu untuk 20 menit saja.

Ada pula sepeda tandem dan kuda yang bisa disewa oleh para pengunjung untuk mengelilingi kawasan wisata Taman Kalijodo tersebut.

Wisata Kuliner Malam Hari

Seperti yang disebutkan bahwa di Kalijodo ini terdapat wisata kuliner baik di siang hari dan di malam hari.

Untuk malam hari, para pengunjung bisa menuju ke Kali Banjir Kanam Barat. Ada banyak pilihan kuliner yang lezat dan nikmat.

Para pengunjung bisa memilih aneka kuliner seperti nasi uduk, batagor, mie ayam, bakso, ketoprak serta tahu bulat.

Kawasan wisata Taman Kalijodo ini tidak memiliki jam operasional. Sehingga jika ada yang bertanya jam berapa buka jawab saja selama 24 jam.

Hal ini bisa terlihat di kala akhir pekan. Banyak para wisatawan berada di area taman hingga pagi hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!