Travel  

Pantai Siring Kemuning Bangkalan Madura

Pantai Siring Kemuning Bangkalan Madura

tribunwarta.com

Lokasi: Desa Mecajah, Kec. Tanjung Bumi, Kab. Bangkalan, Jawa Timur 69156Map: Klik DisiniHTM: Rp.3.000Buka Tutup: 24 Jam

Meski kerap disebut sebagai “Pantai Kuta”nya Madura, dan dulu banyak dikunjungi wisatawan asing, rupanya tidak membuat Pemerintah Kabupaten Bangkalan memberikan perhatian penuh terhadap Pantai Siring Kemuning.

Sehingga seiring dengan perjalanan waktu yang diperparah dengan penambangan pasir liar di kawasan pantai, membuat objek wisata yang sangat potensial tersebut saat ini tenggelam dan semakin sepi dari pengunjung.

Nasib yang tidak berbeda jauh dengan tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Pulau Madura utamanya di Kabupaten Bangkalan seperti Pantai Sambilangan, Pantai Rongkang, Gunung Jaddih dan Air Terjun Kokop.

Namun demikian bagi Anda yang kebetulan melakukan perjalanan ke “Pulau Garam” tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Siring Kemuning, karena sisa-sisa dari keindahannya yang dulu sangat memikat tersebut, saat inipun masih dapat dinikmati.

Sehingga selain rekreasi dengan menikmati keindahan panorama Pantai Siring Kemuning, Anda juga dapat belajar tentang seberapa besar pengaruh eksploitasi yang dilakukan manusia terhadap alam sekitarnya dan memetik hikmah dari pelajaran tersebut.

Sejarah Perkembangan

Menurut penuturan pemilik penginapan yang ada di kawasan Pantai Siring Kemuning, H. Martolo, dulu sebelum tahun 1995, pantai ini banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara utamanya dari Australia. Bahkan terkadang dalam satu hari bisa mencapai 20 orang wisman dan mereka menginap rata-rata selama 3 hari.

Bahkan karena lebarnya bibir pantai, setiap tahun kawasan Pantai Siring Kemuning digunakan untuk arena pacuan kuda yang dapat menambah daya tarik dari pantai ini dimata para wisatawan. Karena pada umumnya yang diburu para turis adalah: sand, sun serta smile.

Daya tarik yang disuguhkan Pantai Siring Kemuning pada masa itu juga dari suasana yang disuguhkannya yang tenang dan nyaman. Tidak ada aktifitas lain kecuali bersenang-senang menikmati keindahan alam.

Namun, besarnya potensi yang dimiliki pantai ini rupanya diabaikan oleh pemerintah setempat. Upaya penambahan fasilitas hanya sebatas membangun jalan berpaving di pinggir kawasan wisata.

Diluar itu, nyaris tidak ada yang dilakukan dan tidak pula melakukan promosi untuk mengenalkan keindahan Pantai Siring Kemuning agar lebih populer dimata para wisatawan.

Bahkan, tindakan kontra-produktif justru dilakukan dalam bentuk pembiaran terhadap penambangan liar yang dilakukan masyarakat setempat dengan menambang pasir dan batu karang di kawasan pantai.

Hasil galian tersebut dipakai untuk pengurugan jalan, pembuatan banguna dan sebagainya. Salah satu diantaranya adalah untuk membangun jalan yang menghubungkan Bangkalan dengan Tanjung Bumi.

Penambangan yang dilakukan secara masif dan besar-besaran tersebut memberikan dampak besar terhadap keberadaan Pantai Siring Kemuning.

Susasana tenang dan nyaman yang sebelumnya dicari para turis di pantai ini, tidak lagi didapatkan, karena aktifitas para penambang. Lebih parah lagi, sand atau pasir indah yang menghampar lebar di bibir pantai berkurang sekitar 75 meter sehingga kini hanya tersisa sekitar 25 meter.

Kondisi Pantai Siring Kemuning yang berubah 180 derajat tersebut sudah pasti mengurangi daya tarik tempat ini, karena yang dijual dari sebuah tempat wisata tidak lain adalah keindahan dan kenyamanan.

Akibatnya, setelah tahun 1995 tidak ada lagi turis mancanegara yang mau berkunjung ke sini, bahkan wisatawan domestik pun juga semakin banyak berkurang. Sehingga saat ini suasana di kawasan pantai setiap harinya cenderung sepi kecuali pada hari-hari libur.

Itulah penyebab atau asal-usul dari sepinya pengunjung di pantai yang dulu pernah menjadi destinasi favorit para wisatawan dari mancanegara.

Selain kisah tersebut tidak ada lagi cerita-cerita yang mewarnai Pantai Siring Kemuning, termasuk cerita-cerita misteri yang banyak mewarnai pantai-pantai di Pesisir Selatan.

Tidak juga ada mitos-mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sehingga tidak ada ritual khusus dalam bentuk upacara-upacara sebagaimana yang ada di pantai-pantai Pesisir Selatan.

Sisa Keindahan

Meski hanya berupa sisa-sisa, pengunjung yang datang ke sini masih dapat menikmati keindahan dari Pantai Siring Kemuning. Keindahan yang disuguhkan tersebut berupa hamparan pasir putih yang berpadu birunya laut dengan airnya yang jernih dan ombaknya yang tenang, serta sisa-sisa batu karang yang menghiasi kawasan perairan.

Pengunjung dapat menikmati jernihnya air laut dengan mandi dan berenang, namun usahakan untuk memilih area pantai yang tidak terlalu dekat dengan batu-batu karang.

Selain itu, meski ombak di pantai ini terbilang kecil dengan air yang tenang dan permukaan pantai yang datar, namun sikap hati-hati dan waspada jangan sampai dilupakan.

Karena ombak di pantai ini memiliki tipe menyeret dan bukan mendorong, sehingga untuk mereka yang belum terlalu mahir berenang usahakan untuk tidak terlalu ke tengah sebab cukup berisiko bagi keselamatan.

Puas bermain pasir dan menikmati air laut, pengunjung dapat beristirahat di pinggir pantai yang dihiasi pohon-pohon rindang sambil menikmati bekal atau mengambil foto di spot-spot yang menarik.

Usahakan untuk membawa tikar atau alas duduk dari rumah karena di sini tidak ada persewaan tikar. Bagi yang tidak membawa bekal, jika ingin bersantap atau menghilangkan dahaga, di kawasan pantai ada beberapa warung meskipun jumlahnya tidak banyak.

Menu yang disajikan warung-warung inipun sederhana, terutama menjual rujak yang menjadi salah satu makanan khas masyarakat Madura.

Jika ingin meninggalkan lokasi wisata, usahakan saat matahari hendak pulang ke peraduan karena sunset di Pantai Siring Kemuning memiliki keindahan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Harga Tiket Masuk

Kondisi tempat wisata yang daya tariknya semakin memudar, membuat harga tiket masuk pun dipatok dengan cukup murah, yaitu Rp.3.000 perorang. Selain itu pengunjung juga harus membayar ongkos parkir sebesar Rp.3.000 untuk sepeda motor dan Rp.5000 untuk mobil.

Dengan harga tiket yang murah, jangan mengharap fasilitas lebih dari pantai ini kecuali pemandangan alamnya yang memang masih memancarkan keindahan.

Fasilitas

Fasilitas yang ada di Pantai Siring Kemuning praktis hanya lahan parkir serta area berpaving yang dihiasi pepohonan rindang untuk tempat beristirahat.

Tidak ada fasilitas standard sebagaimana tempat wisata yang telah dikelola dengan baik, seperti tempat ibadah dan kamar mandi atau kamar ganti. Sehingga jika pengunjung ingin buang air, terpaksa harus menumpang pada rumah-rumah penduduk yang ada di kawasan pantai.

Beberapa warung yang jumlahnya tidak mencapai jumlah jari pada satu tangan memang cukup membantu untuk menghilangkan lapar dan dahaga. Namun menu yang disajikannya terlalu sederhana dan hampir semuanya menjual rujak yang menjadi makanan khas masyarakat Madura.

Begitu juga dengan fasilitas akomodasi. Di kawasan pantai hanya ada satu penginapan milik H. Martolo dengan letak di dekat pintu gerbang wisata.

Meski jumlah kamar di penginapan ini terbatas, pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir akan kehabisan kamar, karena saat ini sudah jarang wisatawan yang menghabiskan malam di sekitar Pantai Siring Kemuning.

Melihat kondisi tersebut akan langsung dapat diambil kesimpulan bahwa eksploitasi yang melampaui batas pada alam, dalam hal ini eksploitasi yang merusak keindahan Pantai Siring, dampaknya kembali pada masyarakat, yaitu menurunnya tingkat pendapatan masyarakat karena kawasan wisata yang sepi dari pengunjung.

Akibat sepinya tempat wisata itulah banyak warung-warung yang tutup dan tidak banyak lagi wisatawan yang datang dan menginap di tempat-tempat penginapan.

Rute Menuju Lokasi

Jika dilihat di gambar peta atau lewat google map, Pantai Siring Kemuning memiliki alamat di Desa Mecajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, 69156.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 41 km di sebelah utara Kota Bangkalan dan sekitar 65 km dari Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura.

Akses jalan yang menuju ke lokasi cukup baik dengan kondisi jalan yang cenderung datar, sehingga cukup aman untuk dilalui, namun tetap harus berhati-hati.

Denah untuk sampai di Pantai Siring Kemuning jika berangkat dari Surabaya dengan melewati Suramadu dapat ditempuh lewat dua jalur, yaitu melewati Jalan Suramadu atau melintasi Jalan Klampis.

Namun agar perjalanan lebih cepat karena jaraknya yang juga lebih dekat, sebaiknya mengambil rute yang melintasi Jalan Klampis. Setelah menelusuri Jalan Klampis, Anda akan melewati Jalan Sepuluh hingga tiba di Kecamatan Tanjung Bumi.

Di sini Anda akan menjumpai sebuah gapura yang memberikan petunjuk arah masuk ke Pantai Siring Kemuning.

Untuk perjalanan yang berangkat dari kota Bangkalan, tinggal berkendara melewati Jalan Maneron, diteruskan ke Jalan Raya Sepuluh hingga ke Tlangoh, dan dalam waktu sekitar 45 menit, Anda sudah akan tiba di Pantai Siring Kemuning.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!