Travel  

Pantai Pandawa, Keseruan di Bali Selatan

Pantai Pandawa, Keseruan di Bali Selatan

tribunwarta.com

Lokasi: Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi BaliMap: Klik DisiniHTM: Wisatawan Domestik Rp.8.000, Wisatawan Mancanegara Rp.15.000Buka Tutup: 07.00 – 17.00 WITATelepon: (0361) 2725367, 0851-0091-9825

Indonesia dengan wilayah yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, ibarat ratna mutu manikam yang dipenuhi dengan pesona keindahan alam.

Beberapa diantaranya bahkan sudah sangat akrab di telinga wisatawan mancanegara, seperti Jogja, Solo, Malang, Raja Ampat, Bunaken, Pulau Komodo, Lombok dan tentu saja Pulau Bali yang menjadi primadona pariwisata Indonesia.

Berbicara khusus tentang Bali sebagai primadona pariwisata Indonesia, tidak hanya berupa deskripsi tentang pemandangan alamnya yang indah, adat istiadat yang masih terjaga, seni budaya tradisional yang masih terpelihara, juga bukan sekedar penjelasan tentang infrastruktur dan fasilitas yang mendukung sektor pariwisata.

Industri pariwisata di Bali berkembang dengan sangat baik karena seluruh sektor yang menggerakkan dunia pariwisata saling terikat satu dengan yang lain, saling mendukung dan melengkapi serta membangun sinergitas untuk bersama-sama menggerakkan industri pariwisata.

Sinergitas tersebut menjadi semakin kuat dengan tertanamnya pemahaman yang sama antara pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya menggerakkan industri pariwisata.

Itu sebabnya artikel yang mengupas tentang Bali, baik dalam bentuk cetak maupun yang ada di media online, tidak hanya artikel-artikel yang berisi rangkaian kalimat yang memuji keindahan alamnya beserta gambar dan foto saja.

Tidak sedikit artikel dalam bentuk makalah dan karya tulis ilmiah, dimana isinya membedah tentang seni budaya, adat istiadat, kultur masyarakat dan industri pariwisata dari sudut pandang ilmiah.

Hebatnya, meski sudah puluhan tahun lamanya nama Bali telah mendunia, namun pemerintah dan masyarakat Bali tidak pernah berpuas diri dan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan utamanya wisatawan dari mancanegara, melalui serangkaian upaya, seperti peningkatan fasilitas dan penambahan objek wisata.

Salah satu hasil dari upaya tersebut adalah mencuatnya nama Pantai Pandawa sebagai ikon wisata baru yang kini dibanjiri para wisatawan dan tidak kalah dari objek-objek pariwisata yang lebih dahulu dikenal seperti Kuta, Sanur, Ubud, Tanah Lot, Pura Besakih, Bedugul, serta yang lain.

Pantai Pandawa yang dahulu terisolasi karena dikelilingi bukit kapur dan sulit untuk dijangkau, begitu dibuatkan akses jalan yang menuju ke lokasi sejauh 1,5 km dengan membedah bebukitan kapur pada tahun 2004, kondisinya seketika berubah.

Pantai yang dahulu hanya didatangi 1 – 2 orang wisatawan, kini menjelma menjadi primadona baru pariwisata Bali dengan jumlah pengunjung yang luar biasa.

Sejarah Asal Usul

Awalnya Pantai Pandawa memiliki nama Pantai Melasti yang terkadang juga disebut Pantai Kutuh karena terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Area di sekitar pantai ini semula merupakan tempat penambangan batu alam dengan lokasi yang sulit dijangkau karena dikelilingi bukit-bukit kapur.

Meski demikian, sudah sejak lama turis mancanegara memanfaatkan perairan di pantai ini sebagai tempat surfing, karena ombaknya yang besar dan bagus untuk digunakan berselancar.

Namun demikian hanya satu dua orang saja setiap harinya yang berkunjung ke sini, karena akses jalan yang menuju ke lokasi memang tidak banyak yang tahu.

Disamping itu, untuk sampai ke lokasi butuh perjuangan yang tidak ringan karena harus melewati semak belukar dan berjalan meniti tebing. Karena lokasinya yang tersembunyi itulah, para wisatawan menjuluki pantai ini dengan julukan pantai rahasia yang dalam bahasa Inggris disebut Secret Beach.

Potensi tersebut rupanya ditangkap oleh pemerintah, sehingga pada tahun 2004 dibangun akses jalan sejauh 1,5 km yang membelah bukit kapur, sehingga pada saat memasuki lokasi wisata, para wisatawan akan melewati jalan yang cukup lebar dengan kanan kiri diapit dinding yang tinggi.

Disalah satu dinding tersebut dibangun 6 buah patung yang masing-masing memiliki tinggi sekitar 5 meter dan lebar sekitar 2,5 meter.

Keenam patung tersebut berwujud Patung Dewi Kunti dengan kelima anaknya yang dalam dunia pewayangan disebut Pandawa, yaitu Yudhistira, Werkudara atau Bima, Arjuna serta sikembar Nakula dan Sadewa.

Keberadaan Patung Pandawa inilah yang membuat pantai yang dulu dikenal dengan nama Pantai Melasti atau Pantai Kutuh kini lebih populer dengan sebutan Pantai Pandawa.

Daya Pikat

Jika dilihat pada peta, letak Pantai Pandawa berada di ujung paling Selatan Pulau Bali. Sebagaimana pantai-pantai lainnya yang ada di bagian selatan Pulau Bali, Pantai Pandawa juga memiliki pasir yang bersih dan lembut berwarna putih kekuning-kuningan serta air laut yang jernih dengan suasana yang tenang karena karena cukup jauh dari keramaian.

Namun, sebelum menikmati keindahan pantai, wisatawan akan dibuat takjub dengan dinding tinggi yang mengapit jalan menuju ke lokasi pantai. Pada salah satu bagian di dinding sebelah kiri itulah dapat dilihat Patung Pandawa bersama ibunya yang seolah menyambut kedatangan para pengunjung.

Sesampai di lokasi pantai, puaskan mata Anda dengan menikmati keindahan alamnya sambil melakukan berbagai aktifitas, seperti bermain pasir, berjalan-jalan menyusuri pantai sambil mencari spot menarik untuk dijadikan latar belakang foto, mandi sambil bermain air dan berenang.

Keindahan Pantai Pandawa akan sangat terasa pada saat air laut sedang surut tepatnya pada siang hari, karena pada waktu itu rumput laut yang berada di bawah permukaan air terlihat dengan sangat jelas. Banyaknya rumput laut di kawasan perairan karena pantai ini memang dimanfaatkan untuk tempat budidaya rumput laut.

Jika panas matahari mulai terasa menyengat kulit, Anda dapat beristirahat dengan menikmati minuman dingin atau es kelapa muda sambil berbaring di kursi santai atau kursi jemur lengkap dengan payung sebagai peneduh yang dapat disewa dengan tarif Rp.50.000 pertiga jam.

Jika tarif tersebut dirasa terlalu mahal, Anda dapat beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman di warung-warung yang banyak dijumpai di tepi Pantai Pandawa.

Aktifitas

Selain menikmati keindahan alam pantai dan bermain dengan pasirnya yang lembut serta air lautnya yang jernih, Anda juga dapat memanfaatkan sarana water sport yaitu kayak dan kano, yang memiliki daya tampung 3 orang.

Kayak dan kano itu dapat Anda dayung bersama pasangan, teman atau keluarga, dan jika hanya ingin duduk santai di atas kayak/kano, Anda juga dapat meminta pemiliknya untuk menjadi pendayung.

Tidak perlu khawatir meski Anda tidak bisa berenang, karena aktifitas canoing dan kayaking ini dilakukan pada saat air laut sedang surut, sehingga laut dalam keadaan tenang dan dangkal.

Selain itu Anda juga dilengkapi dengan life jacket atau jaket pelampung dan senantiasa dalam pantauan life guard yang selalu mengawasi aktifitas para wisatawan dari pinggir pantai.

Untuk dapat bermain kayak dan kano, harga sewa yang diberlakukan tidak mahal, cukup dengan Rp.25.000/orang/jam untuk sewa single kano dan Rp.50.000/2 orang/jam untuk sewa double kano. Sedang untuk sewa life jacket tarifnya sebesar Rp.20.000/jam.

Jangan takut capek berkeliling dan beraktifitas di Pantai Pandawa, karena di sini juga tersedia jasa pijat lewat Pandawa Spa.

Adapun tarif yang berlaku untuk menikmati pijatan Pandawa Message dan Balinese Messase sebesar Rp.130.000/90 menit atau Rp.100.000/60 menit, Relaxation Message Rp.100.000/60 menit, Back Message Rp.50.000/30 menit, Shiatsu Message Rp.100.000/60 menit, Pijat Refleksi Kaki Rp.80.000/60 menit atau Rp.40.000/30 menit, Manicure Rp.60.000/60 menit, Pedicure Rp.60.000/60 menit, serta Manicure dan Pedicure Rp.100.000/60 menit.

Sisi Lain

Selain menikmati keindahan pantai dan lautnya serta melakukan berbagai macam aktifitas di pantai tersebut, ada sisi lain yang perlu diketahui dari Pantai Pandawa yakni adanya kawasan pantai yang disakralkan oleh masyarakat lokal.

Kawasan pantai yang dianggap suci tersebut antara lain area batu Cupid, Pura Dalem Segara, Sawan Wela, Tempat Upacara Melasti, Sawan Sambing serta Sukan atau Sumur Sumber Air Minum Masyarakat Desa.

Dengan adanya tempat-tempat yang disucikan tersebut, sejak tahun 2004 dipasang sejumlah papan peringatan di sekitar kawasan Pantai Pandawa yang isinya berupa larangan agar wisatawan tidak melakukan berbagai aktifitas yang berbau seksual.

Jika larangan tersebut dilanggar, maka siapapun yang melanggar akan dikenai sanksi adat.

Satu hal yang menarik terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat adalah digelarnya Upacara Melasti yang dapat disaksikan para wisatawan setiap 3 tahun sekali, tepatnya pada tanggal 26 Maret menjelang datangnya Hari Raya Nyepi.

Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur para petani di Desa Adat Kutuh karena diberkahi kehidupan yang berkecukupan dan keharmonisan.

Upacara yang digelar di pinggir pantai ini dilakukan dengan menghanyutkan kotoran alam berupa segala perbuatan buruk pada masa lalu dengan menggunakan air kehidupan (Tirta Amerta).

Pengertian dari Tirta Amerta ini adalah air laut atau air danau. Dalam upacara tersebut juga dilakukan penyucian benda-benda sakral yang ada di Pura, untuk kemudian diusung dan diarak keliling desa dengan tujuan untuk menyucikan desa.

Fasilitas Yang Ada

Sama halnya dengan tempat-tempat wisasta yang ada di Pulau Bali lainnya, berbagai macam fasilitas bagi para wisatawan tersedia lengkap.

Seperti mobil ambulans yang terparkir di sekitar pantai dan selalu bersiaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Pusat Informasi bagi wisatawan, toilet dan kamar mandi yang bersih, mesin ATM, tempat pijat tradisional, lahan parkir yang luas, dan berbagai fasilitas yang lain.

Bagi yang ingin menikmati kuliner dengan berbagai macam menu, tersedia cafe, resto, dan warung-warung di sekitar lokasi wisata dengan harga dan menu yang variatif, mulai dari menu khas Bali, masakan Nusantara, sampai dengan Oriental food dan Western food.

Untuk urusan penginapan, wisatawan juga tidak perlu khawatir karena tidak sulit untuk mencari hotel di kawasan lokasi wisata dengan jarak sekitar 200 meter sampai dengan 3 km. Hotel-hotel tersebut menawarkan berbagai macam fasilitas dengan berbagai macam klasifikasi harga.

Beberapa hotel yang ada di sekitar Pandawa diantaranya adalah: Green Bowl Bali Homestay, Villa Latitude Bali, Nusa Dua Retreat Boutique Villa Resort, Villa Karang Nusa, Villa Bidadari Nusa Dua Bali, Villa Karang Kembar Estate, Tirta Kencana – Private Villas of Bali, Indigo Dream Villa, Villa Karang Putih, Villa Karang Selatan, Pandawa Cliff Estate, Villa Karang Kirana Bali, Pandawa Beach Homestay, Banyu Biru Villa at La Villa Bali, Ulu Segara Luxury Suites & Villas, Samabe Bali Suites & Villas, Puri Hasu Bali, Villa Awang Bali, Bukit Pandawa, Dina’s Luxury Villa, Timbis Homestay Bali dan yang baru saja selesai dibangun dan baru beropersasi pada tahun 2022 ini adalah Grand Orange Condotel Pandawa Beach Bali.

Harga Tiket Masuk

Dengan berbagai fasilitas yang lengkap tersebut, Pantai Pandawa hanya mengenakan tarif untuk tiket masuk sebesar Rp.8.000 perorang bagi wisatawan domestik dan Rp.15.000 perorang bagi wisatawan mancanegara.

Selain harga tiket masuk, wisatawan masih dikenakan ongkos parkir sebesar Rp.2.000 untuk sepeda motor, Rp.5.000 untuk mobil dan Rp.10.000 untuk bus.

Rute Menuju Lokasi

Jika dilihat di Google Map, letak Pantai Pandawa berada di ujung Selatan Pulau Bali.

Bagi wisatawan yang sudah mengetahui alamat dan letak dari Bukit Timbis yang menjadi lokasi olahraga paralayang atau Pantai Green Bowl (Bali Cliff) tidak akan menemui kesulitan saat mencari lokasi Pantai Pandawa, karena letaknya cukup dekat dengan kedua tempat wisata tersebut.

Banyak rute yang bisa dilalui untuk menuju ke Pantai Pandawa. Jika start dari Bandara Ngurah Rai yang jaraknya sekitar 18 – 20 km dengan waktu tempuh sekitar 35 – 45 menit, perjalanan dapat melewati salah satu dari 3 rute yang ada, yaitu:

    Melewati Kampus UNUD atau JL. Goa Gong dengan jarak sekitar 18,2 km. Rutenya dari JL By Pass Ngurah Rai menuju Jalan Raya Kampus UNUD terus ke JL. Goa Gong dan Jalan Dharma Wangsa, dan berlanjut ke Jalan Melasti II sebelum akhirnya sampai di Jalan Pantai Pandawa. Saat melewati rute ini, Anda akan melalui tanjakan yang curam.

    Melewati GWK (Garuda Wisnu Kencana) dengan jarak sekitar 18,8 km. Rute yang dilalui dari JL By Pass Ngurah Rai menuju Jalan Raya Uluwatu (Kedonganan – Jimbaran), berlanjut ke Garuda Wisnu Kencana dan Jalan Pura Batu Pageh, selanjutnya ke Jalan Dharma Wangsa dan Jalan Melasti sebelum akhirnya tiba di Jalan Pantai Pandawa. Rute ini juga mengharuskan Anda melewati tanjakan yang curam, namun tidak se-ekstrim rute yang melalui Kampus UNUD.

    Melewati Tol Bali Mandara dengan jarak sekitar 20,7 km. Rute yang harus dilalui dari JL By Pass Ngurah Rai menuju Tol Bali Mandara hingga menuju Pintu Keluar Benoa/Nusa Dua. Lanjutkan dengan berbelok ke kiri menuju Jalan Siligita, terus ke Jalan Pintas Siligita dan Jalan Kurusetra, berlanjut ke Jalan Dharma Wangsa dan Jalan Melasti hingga akhirnya sampai ke Jalan Pantai Pandawa. Untuk rute ini, Anda tidak perlu melewati tanjakan yang ekstrim, namun harus menempuh jarak yang lebih jauh serta tambahan dana untuk membayar tol.

Bagi wisatawan yang menempuh jalur darat dan berangkat dari Kota Denpasar bisa berpatokan pada rute Bandara Ngurah Rai atau rute Tol Bali Mandara. Sedang rute dari Nusa Dua/Tanjung Benoa bisa mengikuti rute Tol Bali Mandara dengan berpedoman pada pintu Tol Nusa Dua/Benoa.

Membaca dan menggunakan rute yang tertulis tersebut tentunya hanya untuk wisatawan yang akan menuju Pantai Pandawa dengan menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan.

Sedang untuk yang menggunakan taksi argo atau memanfaatkan mobil travel, tidak perlu repot membaca peta, karena begitu Anda menyebutkan nama Pantai Pandawa, tanpa harus dipandu sopir taksi/travel akan membawa Anda ke tempat tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!