Travel  

Pango Pango, Sebuah Destinasi Istimewa di Tana Toraja

Pango Pango, Sebuah Destinasi Istimewa di Tana Toraja

tribunwarta.com – Lokasi: Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana TorajaHarga Tiket Masuk: Rp 10.000Map: KlikDisini

Selain destinasi wisata alam, destinasi agrowisata juga difavoritkan oleh banyak orang. Sebenarnya ini adalah suatu hal yang wajar mengingat setiap lokasi agrowisata selalu menarik dengan lokasinya yang berada di dalam terbuka.

Ada banyak sekali destinasi agrowisata di Indonesia, tak terkecuali di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (South Sulawesi). Di sini, ada yang namanya Pango-Pango dan Pango-Pango ini adalah ikon wisata di daerah yang sangat kental dengan cerita mistisnya itu.

Lokasi

Pango-Pango terletak di Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja. Objek wisata ini berada sekitar 10 km jauhnya dari ibu kota Tana Toraja, yakni Makale.

Pango-Pango sangat menarik untuk dikunjungi karena lokasinya sendiri ada di dataran tinggi, dimana penduduk sekitar biasa menyebutnya sebagai Negeri di Atas Awan. Dan karena berada di dataran tinggi, sudah bisa ditebak bagaimana segarnya udara di sana.

Rute Menuju ke Lokasi

Untuk menuju ke Pango-Pango, sangat disarankan agar Anda menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa saja. Awal mulanya, silahkan Anda menuju ke Kabupaten Tana Toraja terlebih dahulu. Setelah sampai, Anda bisa langsung mengambil Jalan Poros Baru – Makasar.

Silahkan susuri jalan tersebut, dan jika Anda masih bingung, Anda bisa menggunakan peta yang ada di smartphone Anda.

Sebagai informasi, jalanan menuju ke Pango-Pango ini sudah bagus dan beraspal. Hanya saja di beberapa titik ada jalan yang menanjak tajam kira-kira sepanjang 4 km, jadi pastikan Anda selalu berkonsentrasi ya.

Daya Tarik Wisata

Daya tarik utama Pango-Pango adalah lokasinya yang berada di dataran tinggi sekitar 1600 – 1700 mdpl. Dari ketinggian ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan cantik yang berupa Makale Regency.

Selain itu, dari letak Pango-Pango ini juga Anda bisa sekalian menyaksikan sunrise saat pagi hari dan sunset saat sore hari.

Sebenarnya Pango-Pango adalah kawasan hutan yang dipenuhi oleh pepohonan, akan tetapi jika Anda tertarik untuk menjelajah bagian dalamnya, Anda bisa melakukannya dengan menyusuri jalan tanah yang sudah tersedia di sana.

Pango-Pango disebut sebagai agrowisata karena memang Anda dan pengunjung lainnya bisa mendapat banyak pengetahuan mengenai pembibitan, penanaman serta pemetikan buah saat berada di sini.

Produk unggulannya adalah Kopi Toraja yang terkenal istimewa. Anda bisa menikmati kopi tersebut di warung yang memang sengaja didirikan oleh warga sekitar dan Pemkab Tana Toraja.

Anda diperbolehkan untuk memilih, apakah ingin menggunakan kopi yang baru dipetik ataukah menggunakan kopi yang telah dikeringkan sebelumnya. Anda bahkan juga bisa terlibat langsung dalam pemrosesan kopi hingga siap untuk diminum.

Tak hanya menjadi penghasil kopi Toraja, Pango-Pango ini juga menjadi penghasil aneka sayuran, enau, tamarillo, buah coklat dan lain-lain.

Di sini juga ada taman piknik yang menjadi tempat hidup bunga-bunga cantik. Dalam rangka memanjakan para pengunjung, Pango-Pango sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah gazebo.

Gazebo tersebut tersebar di beberapa titik dan bisa Anda manfaatkan saat merasa lelah. Selain itu, ada pula penginapan berupa villa yang jumlahnya ada dua buah. Penginapan ini cocok untuk Anda pilih jika Anda ingin tinggal selama beberapa hari di tempat wisata yang sangat istimewa ini.

Sudah ada toilet juga sehingga Anda bisa mengeksplor keindahan Pango-Pango dengan tenang. Nah, semisal Anda ingin membeli buah Pango-Pango langsung, Anda hanya diperkenankan untuk membeli maksimal 5 kg tiap orangnya.

Anda juga bisa menemukan berbagai wahana permainan di sini seperti flying fox. Panjang lintasannya antara 120 meter hingga 150 meter, dan waktu yang diperlukan agar mencapai titik finish hanya sekitar 20 detik saja. Untuk Anda yang sangat suka menguji adrenalin, wajib mencoba wahana yang satu ini ya.

Wahana lain yang tak kalah menegangkan dan juga patut dicoba adalah ayunan. Bukan ayunan biasa, tetapi ayunan yang bisa membuat hati Anda berdebar saat menaikinya. Ayunan ini dikaitkan pada dua pohon pinus, sehingga Anda nantinya akan berayun-ayun di ketinggian.

Namun, untuk menikmati ayunan ini Anda mungkin harus antri karena jumlahnya terbatas. Jika Anda sudah lelah menjelajah, ini saatnya Anda mendatangi gardu pandang yang juga disediakan di sana untuk mencuci mata.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Pango-Pango

Sebenarnya Anda bisa mendatangi Pango-Pango ini jam berapa saja, akan tetapi jika Anda ingin menyaksikan pemandangan yang istimewa, sangat disarankan agar Anda datang di dua waktu, yakni saat pagi hari dan sore hari.

Datanglah pagi hari sekitar jam 05.30 – 09.00 WITA, karena di jam tersebut Anda bisa menyaksikan sunrise sekalian dengan awan 3 warna.

Jika Anda suka diamlah di tempat ini hingga sore hari sekitar 15.00 WITA, karena di jam tersebut kabut akan naik dan menyelimuti taman. Bukankah ini berbahaya? Justru sebaliknya, fenomena ini malah akan membuat Anda merasakan sensasi seperti diselimuti oleh awan.

Nah, saat suasana sedang berkabut seperti ini udara di sana akan menjadi dingin. Ini adalah waktu yang tepat untuk Anda menikmati kopi Toraja sebagai penghangat badan.

Harga Tiket Masuk Pango-Pango

Jika Anda berminat untuk mengunjungi objek wisata ini, Anda tidak perlu menyiapkan uang yang cukup banyak. Mengapa? Karena harga tiket masuk ke Pango-Pango sangat murah, yakni hanya Rp 10.000 saja.

Kecuali jika Anda ingin membawa pulang sekalian hasil kebun yang telah Anda petik. Anda harus menyiapkan uang lebih karena hasil kebun tersebut harus Anda bayar sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!