Travel  

Museum Blanco Renaissance Bali, Display Karya Mario Antonio Blanco

Museum Blanco Renaissance Bali, Display Karya Mario Antonio Blanco

tribunwarta.com – Lokasi: Jalan Raya Penestanan No.8 Desa Campuhan, Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571Map: KlikDisiniHTM: Rp 30.000,-Buka/Tutup: 09.00 – 17.00 WITATelepon: (0361) 975502

Museum Blanco Renaissance merupakan salah satu tempat yang bisa anda kunjungi ketika datang ke Ubud Bali. Museum ini sangat berharga karena menyimpan banyak karya dari pelukis terkenal dunia yang sudah mendapatkan berbagai penghargaan.

Bagi pelukis atau pecinta katya seni lukis, pastilah sangat tertarik mengunjunginya. Letaknya yang tak jauh dari pusat kota, sehingga bisa menjadi destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di Bali.

Tak hanya wisatawan dalam negeri, melainkan juga wisatawan mancanegara ikut meramaikan tempat ini. Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda ketika berkunjung ke Museum Blanco Renaissance karena selain banyak lukisan, tempatnya juga sangat asri.

Sejarah Museum Blanco Renaissance Ubud Bali

Pemilik Museum Blanco Renaissance adalah Mario Antonio Blanco, seorang pria keturunan Spanyol dan Amerika. Beliau lahir di Manila, Filipina pada 15 September 1912. Sejak kecil, Blanco sudah suka dengan kelas seni, bahasa dan sastra.

Karena itu, tak heran beliau bisa berbicara dalam 6 bahasa yakni Prancis, Spanyol, Indonesia, Tagalog, Indonesia dan sedikit bahasa Bali. Awalnya, Blanco senang melukis tentang bentuk manusia, terutama tubuh perempuan.

Untuk melanjutkan pembelajarannya, Blacon melakukan perjalanan ke seluruh dunia sebelum akhirnya sampai di Bali tahun 1952. Raja Ubud kala itu memberikannya hadiah berupa sebidang tanah di Campuan, Ubud untuk dijadikan rumah dan studionya.

Tahun 1953, Blanco menikah dengan penari Bali yang bernama Ni Ronji. Beliau juga menjadikan istrinya sebagai model dalam lukisan Ni Ronji. Kedua pasangan ini hampir tak pernah meninggalkan kediamannya.

Pada akhir hidupnya, Blanco membangun museum untuk lukisan-lukisan koleksinya di studionya. Jadilah Museum Blanco Renaissance. Beliau meninggal sebelum pelantikan dan pemakamannya di tempat yang diberi nama Blanco Cremationin Ubud.

Antonio Blanco mempunyai 4 anak yakni Mario, Cempaka, Orchid dan Mahadewi. Dari keempat anaknya tersebut, hanya Mario yang mewarisi bakat ayahnya. Namun, hasil karyanya berbeda dengan ayahnya, dia terfokus pada kehidupan alam dan lingkungan sekitarnya.

Daya Tarik Museum Blanco Renaissance

Berada di lokasi puncak bukit menghadap ke lembah campuhan yang memiliki tanah subur, Museum Blanco Renaissance bisa menjadi destinasi wisata seni dan alam yang menyenangkan mata. Lukisan favorit disana adalah wanita Bali.

Di dalam kawasan museum, pada entrance ada halaman berumput dan taman luas yang indah memanjakan mata sebelum memasuki bangunan utama. Bangunan tersebut begitu megah, memiliki arsitektur kombinasi dari Bali dan Spanyol.

Ketika masuk ke bangunan utama yang mana telah diisi karya-karya Blanco. Banyak gambar wanita secara sensual menggantung pada ruangan ini. Sedangkan di luar studio, tampak berbagai kolase lukisan era 60-an.

Disana, anda hanya menemukan karya dari Mario putra Blanco yang mewarisi bakat ayahnya. Pada area taman, ada burung beo cantik, dan beberapa jenis burung lainnya. Beberapa karya seni, akan membuat anda tersenyum, beberapa lainnya tampak ngeri dan sebagian lagi teduh dilihat.

Bahkan ada beberapa potongan-potongan lukisan porno. Sebelum ke area parkir, anda akan menemukan beberapa Blanco Litograf serta beberapa buku mengenai Antonio Blanco yang bisa dibeli di museum ini.

Keluarga Blanco menyediakan tur dan membantu anda berkeliling menyaksikan lukisan penuh makna Museum Blanco Renaissance. Jangan lupa untuk mengambil foto diri bersama lukisan favorit atau abadikan lukisan-lukisan yang bisa memukau anda.

Tumbuhan-tumbuhan topis saling berdekatan, menjadikan kawasan ini asri sekali dan menyenangkan untuk tempat menghabiskan waktu liburan.

Fasilitas Museum Blanco Renaissance

Sebagai tempat wisata, Museum Blanco Renaissance menyediakan beragam fasilitas. Selain ruangan museum yang nyaman, ada pula area parkir luas, taman, toko souvenir, kuil keluarga blanco dan kafe. Kafenya menawarkan menu khas Bali dan berbagai camilan khas Asia maupun Eropa.

Tak hanya itu ada pula tempat bersantai dan toilet untuk mendukung kegiatan anda selama melihat lukisan-lukisannya.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Waktu operasional Museum Blanco Renaissance setiap hari dari Senin sampai Minggu dari jam 09.00 – 17.00 WITA. Sementara untuk harga tiket masuk objek wisata cukup sediakan uang sebesar Rp 30.000,-/ orang. Harga tiket masuk bisa saja naik sewaktu-waktu.

Letak Museum Blanco Renaissance

Alam Museum Blanco Renaissance di Jalan Raya Penestanan No.8 Desa Campuhan, Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 Indonesia. Anda bisa menggunakan google map agar mempermudah pencarian lokasi museum.

Setiap harinya, tempat wisata ini tidak pernah sepi pengunjung, rata-rata pengunjungnya 100 – 150 orang. Baik pengunjung domestik maupun mancanegara, kebanyakan mereka tertarik ingin menyaksikan hasil karya pelukis ternama.

Menurut para wisatawan mancanegara seperti dari Amerika Serikat, Spanyol, Rusia, Australia dan Jepang, karya Antonio Blanco bernilai seni tinggi. Seakan-akan mengabadikan kehidupan cultural para wanita Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *