Travel  

Museum Bank Indonesia di Jakarta Barat

Museum Bank Indonesia di Jakarta Barat

tribunwarta.com – Lokasi: Jl. Jembatan Batu/Pintu Besar No.3, Tamansari, Pinangsia, RT.3/RW.6, DKI Jakarta 11110Map: Klik DisiniHTM: Rp.5.000 per OrangBuka Tutup: 07.30-15.30 WIB (Selasa-Jum’at ), 08.00-16.00 WIB (Sabtu-Minggu)Telepon: 021-2600-158

Tahukah Anda kalau Museum Bank of Indonesia terdapat dibeberapa daerah sekaligus? Menurut info yang didapat Museum ini ada di Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya dan yang paling dikenal yakni di Ibukota Jakarta.

Selain Museum Bank Indonesia, terdapat beberapa museum bank lainnya seperti Museum Bank Mandiri yang ada di Jakarta, serta Museum Bank BRI di Banyumas.

Bagi sebagian orang, mungkin berwisata ke museum terdengar sangat membosankan, kurang menarik ataupun kuno bahkan sempat berhembus isu mengenai cerita misteri yang berkesan angker.

Namun nyatanya di Museum ini, semua hal tersebut mampu dibantahkan baik dari segi penataan ruangannya, penataan cahaya, suara, bahkan dari segi display pun sudah sangat modern dan menggunakan teknologi cyber canggih.

Penasaran seperti apa? Simak informasi yang kami rampungkan hingga akhir artikel ini!.

Lokasi Dimana

Menempati sebuah bangunan nan megah khas tempo dulu, Museum Bank Indonesia ini mampu bertahan sejak 1828 hingga saat ini.

Museum ini sendiri, berada di Jalan Pintu Besar atau Jl. Jembatan Batu yang letaknya berada dalam kawasan Jakarta Barat.

Museum ini sendiri letaknya berdekatan dengan stasiun beos atau lebih dikenal dengan nama stasiun Jakarta kota dan juga beberapa tempat wisata lainnya yang tak kalah menarik.

Beberapa tempat terdekat di antaranya ialah Taman Fatahillah atau lebih dikenal dengan Kota tua, Museum fatahillah, Museum Bank Mandiri, Museum Bali, Museum Wayang, Museum Bahari dan lainnya.

Sejarah Berdirinya

Bagi yang penasaran tentang kapan berdirinya Museum Bank Indonesia ini, menurut history yang ada Museum ini pertama kali didirikan pada tahun 1828.

Museum Bank Indonesia sendiri didirikan untuk contoh dan sajian informasi, mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah Indonesia mulai dari sebelum datangnya negara-negara barat ke Indonesia.

Bahkan hingga terbentuk dan lahirnya kebijakan Bank Indonesia mulai 1953 hingga 2005 yang latar belakang serta dampaknya meliputi seluruh aspek bagi masyarakat Indonesia.

Di Museum Bank Indonesia ini, pengunjung dapat melihat beragam koleksi dan fakta sejarah serta benda-benda bersejarah seperti peninggalan kerajaan di Nusantara yang ada sebelum Bank Indonesia terbentuk.

Untuk memanjakan dan membuat kesan senyaman mungkin bagi pengunjung, isi dari Bank Indonesia ini disajikan sedemikian rupa dengan bantuan dari teknologi modern serta multimedia.

Pengunjung akan menemukan beberapa tampilan yang dimuat dalam display elektronik, televisi plasma, panel statik, hingga diorama serta koleksi berbentuk uang numismatik peninggalan kerajaan yang tak kalah menarik.

Peresmian dari Museum Bank Indonesia sendiri terbagi menjadi 2 tahap, dimana pada tahap pertama yang juga menjadi titik pembuka sebagai museum yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum (soft opening).

Peresmian dilakukan pada tahun 2006 atau tepatnya pada tanggal 15 Desember oleh Burhanuddin Abdullah yang menjabat Gubernur B.I pada kala itu.

Sementara peresmian keduanya (grand opening) diresmikan langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009 yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Museum Bank Indonesia sendiri menempati bangunan bekas dari de Javasche Bank, yang kala itu sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai bangunan yang termasuk cagar budaya agar tetap lestari.

Tujuan dari pembangunannya sendiri, sebagai perwujudan museum bank sentral yang ada di Indonesia yang kedepannya dapat mencari, lalu mengumpulkan, menyimpan, serta merawat benda ataupun dokumen yang bersejarah milik negara.

Hal ini bertujuan agar peninggalan yang sangat bernilai dan penting untuk diketahui masyarakat, dapat disajikan dengan tampilan untuk memberi informasi secara lengkap dan berturut, agar lebih mudah dipahami.

Selain edukatif, Museum Bank Indonesia juga diharapkan dapat menjadi sarana penelitian dan pengetahuan mengenai fungsi-fungsi serta tugas apa saja yang di emban BI baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Visi Misi dan Program Utama

Museum Bank Indonesia memiliki Visi sebagai sarana sumber informasi, sarana komunikasi tentang kebijakan terpercaya, informatif, modern dan menarik dengan pengelolaan profesional.

Sementara Misi dari Museum Bank Indonesia sendiri, sebagai tempat yang mampu menyediakan beragam edukasi bagi masyarakat dengan menarik menggunakan teknologi informasi yang tentunya tepat guna untuk :

    Fungsi Bank Indonesia serta perannya dari waktu ke waktu

    Melestarikan gedung cagar budaya yang kini dimiliki oleh Bank Indonesia serta beragam koleksi yang memiliki hubungan sejarah dengan Bank Indonesia.

    Memberikan pengetahuan mengenai Ilmu ekonomi, moneter, serta perbankan yang akan diperlukan oleh masyarakat setempat.

Sementara untuk program-program yang dimiliki oleh Museum Bank Indonesia sendiri, terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

    Jelajah Museum

Program ini ditujukan bagi masyarakat guna memberikan beragam informasi mengenai apa saja fungsi serta peran Bank Indonesia yang merupakan Bank Sentral di Indonesia.

Program ini juga bertujuan sebagai wahana rekreasi yang tak hanya edukatif, namun sekaligus memberi pemahaman perjalanan perkembangan Bank Indonesia menelusuri berbagai ruangan yang memiliki bentuk arsitektur yang bersejarah.

Bagi Anda yang ingin turut serta dalam program satu ini, perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.

    Seminar, Diskusi maupun Talk Show

Program yang dirancang sebagai forum khusus untuk berdiskusi dengan topik bahasan dari berbagai isu ini, diselenggarakan oleh pihak Museum BI pada waktu tertentu.

Program ini juga turut mengundang beberapa pembicara yang memang ahli pada bidangnya, seperti : ahli sejarah, numismatika, moneter, perbankan maupun sistem pembayaran.

Selain hal-hal tersebut diskusi / talk show yang diselenggarakan juga dapat membahas isu yang terkait perkembangan terkini BI, kebijakan-kebijakan, maupun seni dan budaya serta nilai heritage nasional.

    Pameran Temporer

Selain kedua Program di atas, Museum Bank Indonesia biasanya juga mengadakan Pameran Temporer yang biasanya bertepatan dengan Hari Nasional.

Sebagai contoh, seperti pada saat Hari Kemerdekaan, Hari Kartini, Hari Pahlawan dan masih banyak lagi yang lainnya, biasanya Museum Bank Indonesia akan menggelar pameran yang sesuai dengan Hari peringatan tersebut.

Koleksi yang ditampilkan seperti koleksi numismatik biasanya tak jauh dan akan menyesuaikan dengan tema dari Hari peringatan yang tengah berlangsung.

Meski demikian, bukan berarti pihak lain tidak dapat menggelar pameran di tempat ini. Karena Museum tersebut membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin mengadakan pameran fotografi, lukisan, seni budaya membatik dan kain tenun.

Keunikan dan Kemegahan

Bagi warga ibukota dan sekitarnya yang kebetulan sering melintas di daerah kota tua, tentu sudah tak asing dengan bangunan megah bercat putih serta atap merah dengan struktur bangunan bergaya tempo dulu.

Siapa sangka bila di balik kemegahan bangunan yang tampak dari luar ini, ternyata Museum Bank Indonesia berisikan beragam koleksi dan juga penggunaan teknologi yang nyatanya mampu memuaskan para pengunjung.

Kesan pertama saat pengunjung memasuki gedung, sudah pasti akan disambut dengan sentuhan pintu putar serta beberapa kaca patri dengan beberapa anak tangga yang turut memberikan sentuhan klasik elegan oleh arsiteknya.

Pun demikian dengan bagian resepsionis dan tempat pembelian tiket yang tertata rapih selayaknya tengah berada di gedung bertingkat nan mewah dan dibagian ini pula Anda dapat melihat prasasti peresmian Museum Bank Indonesia.

Masuk lebih dalam Anda akan menemukan beberapa lorong temaram yang akan membawa anda ke beberapa ruangan yang terdapat di Museum Bank Indonesia.

Beberapa di antaranya seperti lorong yang menampilkan “hujan koin” yang melayang-layang dan dapat Anda sentuh, kemudian ruang diorama mengenai sejarah perdagangan di Nusantara.

Selain itu ada juga ruang yang menampilkan diorama mengenai proses menabung pada bank di jaman dahulu.

Selain itu bagi yang datang bersama rombongan, dapat pula menggunakan ruangan teater untuk memberikan edukasi mengenai bagaimana proses pembuatan uang, pendistribusiannya, serta apa saja yang menjadi tugas dari Bank Indonesia.

Namun bagi yang berkunjung ke tempat ini secara perorangan, tentunya tidak perlu berkecil hati, karena teater tetap akan di buka bila jumlah pengunjung ramai, jadi jangan sampai melewatkan informasi dari pengeras suara.

Tak hanya itu, di tempat ini juga terdapat informasi mengenai bagaimana kondisi Batavia pada zaman Hindia Belanda lengkap dengan pakaian seragamnya.

Tak hanya menampilkan informasi melalui media tulisan maupun diorama, Museum ini juga mempresentasikan sejarah dengan panel kiosk yang dapat Anda gunakan.

Yang paling menarik dan tentunya di jaga dengan ketat serta adanya cctv adalah ruang penyimpanan emas yang menggunakan pintu kaca tebal berbahan khusus yang berisikan emas batangan dengan berat satuannya 13,5 Kg, wow!

Selain dapat melihat dan mengambil gambar ditempat ini, pengunjung juga dapat mencoba untuk memegang serta mengangkat emas batangan yang berada dalam kotak simulasi.

Selebihnya ialah taman yang terdapat di bagian tengah bangunan museum, ruangan koleksi numismatik, kemudian ruangan lukisan-lukisan, ruang batik, foto-foto tempo dulu.

Selain itu ada juga transformasi logo BI dari masa ke masa, ruangan yang menampilkan beberapa koleksi uang dari ratusan negara, hingga ruangan rapat yang dilengkapi dengan meja panjang dengan kursi berjajar disekelilingnya.

Fasilitas Yang Ada

Berbicara mengenai tempat wisata, tentunya tak afdol bila tidak mengetahui fasilitas apa saja yang ada, beberapa fasilitas yang ada disini diantaranya :

    Ruang penitipan barang

Di bagian yang satu ini, pengunjung yang hadir tidak dapat tawar menawar lagi untuk menitipkan tas maupun barang bawaan.

Sebab sebelum masuk, Anda akan diminta untuk menitipkannya pada bagian penitipan demi keamanan dan kenyamanan selama berkunjung di Museum.

Meski demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sewa sepeserpun karena fasilitas yang satu ini gratis untuk para pengunjung.

    BI Information Centre

Bagi yang ingin menyimak sejarah Bank Indonesia dengan lebih jelas, dapat menuju ke bagian fasilitas yang satu ini.

Dalam ruangan ini, Anda akan mendapat berbagai informasi berlimpah dari masa ke masa kini yang menampilkan time series dengan durasi cukup panjang yang membahas seputar sejarah serta peran Bank Indonesia.

Informasi ini dapat Anda akses melalui perangkat multimedia yang telah disediakan dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk membuat makalah/jurnal penelitian, pembuatan analisis, maupun tujuan lainnya.

Informasi yang akan Anda dapatkan pun tak melulu didapat dari Bank Indonesia, namun juga dari beberapa sumber lainnya, baik dalam maupun luar negeri.

Disini juga tersedia BI Virtual Museum dan fasilitas bagi Anda yang ingin mencetak data maupun informasi yang ada di komputer.

    Ruang Auditorium

Ruangan yang letaknya dekat dengan Pusat Informasi BI ini, berada di lantai 2 bangunan Museum Bank Indonesia.

Tempat ini biasanya dipergunakan oleh pihak BI maupun pihak lainnya yang ingin mengadakan seminar, diskusi maupun lainnya.

    Perpustakaan

Tak cukup sampai disitu, Museum Bank Indonesia juga dilengkapi dengan Perpustakaan yang terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya ialah :

    Perpustakaan bagi para peneliti museumPerpustakaan yang dipergunakan untuk umum yang berisi koleksi yang tak kalah lengkap, seperti majalah, beragam buku referensi, hingga dokumen yang disimpan menggunakan perangkat multimedia, guna menambah wawasan para pengunjung maupun membantu keperluan analisis & penelitian.

    Perpustakaan bagi para peneliti museum

    Perpustakaan yang dipergunakan untuk umum yang berisi koleksi yang tak kalah lengkap, seperti majalah, beragam buku referensi, hingga dokumen yang disimpan menggunakan perangkat multimedia, guna menambah wawasan para pengunjung maupun membantu keperluan analisis & penelitian.

    Perpustakaan bagi para peneliti museum

    Perpustakaan yang dipergunakan untuk umum yang berisi koleksi yang tak kalah lengkap, seperti majalah, beragam buku referensi, hingga dokumen yang disimpan menggunakan perangkat multimedia, guna menambah wawasan para pengunjung maupun membantu keperluan analisis & penelitian.

    Ruang Serbaguna

Ruangan yang satu ini biasanya dipergunakan oleh pengunjung untuk bersantap makanan, maupun sebagai fasilitas penunjang penyelenggaraan edukasi di ruang auditorium, maupun sebagai sarana pagelaran seni budaya.

    Kios buku & Cinderamata

Layaknya tempat wisata lainnya, di Museum Bank Indonesia juga tersedia beragam buku maupun souvenir yang berhubungan dengan museum.

Cara Menuju Lokasi

Bagi yang ingin berkunjung ke tempat ini, dapat menggunakan kereta & turun di stasiun Jakarta kota untuk mudahnya.

Namun bagi Anda yang jauh dari stasiun, bisa juga memanfaatkan busway yang menuju halte kota.

Harga Tiket Masuk

Penasaran berapa harga tiketnya?

Cukup membayar 5 ribu rupiah, Anda sudah dapat mengunjungi museum ini dengan jam operasional yang buka mulai jam 07.30 & tutup 15.30 pada weekday dan beda 30 menit lebih lama untuk weekend namun tutup di hari senin.

Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai fasilitas bagi rombongan maupun biaya wedding package dapat menghubungi contact person yang ada di bagian awal artikel.

Sementara mengenai denah bangunan, profil dan organisasi yang ada dapat melihat lebih lengkap di https://www.bi.go.id.

Jadi tunggu apalagi? Yuk kunjungi Museum Bank Indonesia untuk mendukung pelestarian peninggalan sejarah dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!