Travel  

Lebaran Yang Menyedihkan? Ini Orang Orang Yang Merasa Sedih Saat Idul Fitri Tiba

Lebaran Yang Menyedihkan? Ini Orang Orang Yang Merasa Sedih Saat Idul Fitri Tiba

tribunwarta.com – Lebaran sebentar lagi tiba, hanya tinggal menghitung hari saja. Sobat, sudahkah kalian merencanakan akan ke mana memanfaatkan libur lebaran di tahun ini? Tentunya, sebagian besar dari sobat traveler sudah punya rencana dong.

Lebaran di Indonesia memang dirayakan dengan cukup meriah bila dibandingkan negara-negara lain yang ada di dunia. Asia Timur, terutama South East Asia, memang terkenal memiliki budaya perayaan Idul Fitri yang meriah.

Di Indonesia sendiri, mudik lebaran adalah suatu momen yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang. Baik mereka yang merantau ke kota atau bahkan negara lain, anak-anak kuliahan serta juga para pekerja, termasuk juga siswa siswi sekolah karena mendapatkan libur panjang.

Sobat, masih ingatkah kalian ketika duduk di sekolah, bukankah biasanya setelah menjalani libur panjang lebaran, kalian akan diminta untuk menceritakan pengalaman seru selama liburan? Beberapa cerita mungkin tidak jauh dari suasana keakraban antar keluarga serta makanan khas.

Namun, rupanya ada beberapa hal yang bisa jadi menyedihkan lho bagi beberapa sobat ketika menjelang momen lebaran. Apa saja sih kira-kira hal yang berpotensi membuat sedih ketika lebaran? Yuk, simak beberapa kisah ini!

PR: Kerjaan dan Tugas

Pekerjaan serta tanggung jawab kita bisa jadi menjadi suatu penghalang bagi kita untuk menikmati momen lebaran. Hal ini juga bisa dialami oleh siapapun, baik mereka yang sudah bekerja atau sobat yang masih duduk di bangku sekolah maupun perkuliahan.

Tanggung jawab dan kerjaan seakan nggak pernah habis. Bagaikan sosok yang terus menghantui kita ke manapun kita pergi. Eits, tapi bukan berarti pekerjaan atau tugas diperbolehkan begitu saja untuk mengganggu momen kita ya.

Ada tipsnya kok supaya rekan-rekan semua tetap bisa menikmati momen berkumpul bersama keluarga tanpa terbayang-bayang tanggung jawab. Langkah pertama, pastikan tanggung jawab kalian sudah beres sebelum pulang kampung.

Manajemen waktu adalah kuncinya kawan. Sobat harus pandai-pandai untuk mengatur waktu kapan mengerjakan tugas supaya begitu kalian mudik, tanggung jawab itu tidak membayangi. Usahakan menyelesaikan secepat mungkin.

Bagi rekan-rekan yang punya bisnis atau tugas yang ‘tidak mungkin libur’ selama lebaran, atau malah momen lebaran adalah salah satu waktu efektif untuk berbisnis, maka, sisihkan waktu sejenak untuk mengerjakan tugas itu.

Setidaknya, ketika rekan-rekan sedang duduk bersama keluarga, kalian bisa fokus untuk ikut dalam pembicaraan keluarga, bukan dibebani dengan tagihan atau tanggung jawab bisnis. Bisa juga kok untuk meminta rekan yang mungkin tetap stay di kantor dan nggak mudik.

Kapan nikah?

Well, pertanyaan itu sepertinya bukan hal yang ‘baru’ bukan kawan? Ketika berkumpul dalam satu keluarga besar, pertanyaan serupa kerap kali dilontarkan oleh pihak keluarga senior kepada anak-anak yang sudah ‘cukup umur’ untuk membangun sebuah keluarga.

Kisah ini mungkin mendera banyak umat. Hampir setiap orang tidak akan bisa dengan mudah lepas dari pertanyaan horor satu ini. Misalnya saja, seseorang yang sudah cukup sukses dalam pekerjaan namun belum tampak membawa ‘gandengan’ ke rumah orang tua.

Kasus lain bisa jadi kepada mereka yang sebenarnya sudah punya pacar, tapi, pacarannya lama banget. Pertanyaan ini tentu akan dilontarkan, ‘kapan nikah’? Tujuannya memang baik sih. Keluarga mengingatkan kita untuk segera meresmikan hubungan.

Kisah ini bisa jadi menjadi salah satu alasan kenapa kita merasa ‘enggan’ untuk datang dan berkumpul dengan keluarga senior. Apalagi kalau pertanyaan ini sering dilontarkan, hampir setiap tahun. Mau jawab apa dong?

Anak Rantau

Sobat yang berada di perantauan mungkin tidak bisa setiap tahun pulang ke kampung halaman. Terutama bagi mereka yang tinggal di luar negeri atau memiliki tanggung jawab padat namun dengan waktu liburan yang mepet.

Kondisi jauh dengan orang tua dan keluarga memang kadang membuat kita merasa sedih. Apalagi kalau dalam masa-masa perayaan Idul Fitri yang sangat khas dengan momen kumpul bersama seperti ini.

Namun, jangan jadikan kondisi kalian sebagai alasan untuk membuat Idul Fitri ini menjadi menyedihkan kawan. Ada banyak opsi kegiatan dan budaya lebaran lain yang bisa kalian nikmati, sekalipun tidak secara langsung pulang ke kampung halaman.

Apa saja itu? Pertama, kalian bisa melakukan video call dengan keluarga. Zaman sudah canggih kawan. Di manapun kalian berada, bagaimanapun perbedaan waktu antara lokasi kita dengan keluarga, bukan lagi menjadi persoalan untuk saling say hi.

Kedua, kalian bisa menikmati Idul Fitri dengan rekan kerja atau sahabat yang berada di sekitar kalian. Bisa juga lho dengan berkunjung ke keluarga mereka. Itung-itung silaturahmi dan memperluas ikatan keluarga bukan?

Ketiga, kalian bisa menikmati lebaran dengan mengikuti budaya atau tradisi di mana kalian berada. Ini berlaku bagi sobat yang tinggal jauh dari Indonesia, luar negeri, atau yang berada di kawasan dengan budaya cukup berbeda dari tempat tinggal kalian.

Nah, bagaimana kawan? Ada banyak alasan sebenarnya, tapi menyedihkan atau tidak, itu dimulai dari diri kita sendiri. Have a nice Idul Fitri kawan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!