Travel  

Keindahan Pantai Baron Jogja

Keindahan Pantai Baron Jogja

tribunwarta.com

Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta 55881Google Map: Klik DisiniHTM: Rp.10.000 Per OrangTelepon: 081325414441

Pantai Baron yang beralamat di desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta merupakan salah satu lokasi wisata yang sangat diminati para wisatawan.

Keindahan pantainya telah dikenal luas, tak heran banyak pelancong yang rela datang jauh-jauh dari berbagai daerah hanya untuk menjejakan kaki di pantai ini. Sementara bagi warga Yogyakarta sendiri pantai Baron sudah menjadi destinasi wajib yang kerap dikunjungi bahkan di luar musim liburan.

Sejarah Pantai

Dibalik keindahannya, pantai Baron menyimpan sejarah yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Konon pantai ini diambil dari nama Bangsawan Belanda yang bernama Baron Skeber. Menurut cerita, ia merupakan orang sakti bahkan Panembahan Senopati Kesultanan Mataram ditawan olehnya.

Baron Skeber disebut-sebut pernah melabuhkan kapalnya di sebuah teluk yang memiliki pasir coklat agak kehitaman. Teluk dengan bibir pantai menjorok ke arah daratan dan diapit oleh dua bukit tersebut sekarang dikenal dengan nama Pantai Baron.

Misteri yang Menyelubungi

Kebanyakan dari pantai yang ada di Indonesia tak pernah lepas dari selubung misteri. Sama halnya dengan Pantai Baron ini. Masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan sangat mempercayai keberadaan Ratu Pantai Selatan.

Warga menyakini bahwa Kanjeng Ratu Pantai Selatan merupakan jelmaan dewi penolong yang sifatnya melindungi dan juga pemberi rezeki. Atas dasar itulah para warga tak pernah luput memberikan tanda terima kasih dan ucapan syukur atas berkah yang diberikan Tuhan melalui upacara laut atau sedekah laut alias labuhan.

Labuhan biasanya digelar setiap tanggal 1 Suro (penanggalan Jawa) dan sudah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelum hari pelaksanaan tiba.

Tak hanya kaum pria saja yang sibuk mempersiapkan berbagai alat yang digunakan seperti perahu tempel pembawa sesaji, ancak (tempat sesaji kotak), jodhang (pengangkut sesaji), tampah (tempat sesaji bundar), pengaron (tempat nasi), takir (tempat jenang dari daun pisang berbentuk kapal), suru (sendok yang dibuat dari daun pisang), para wanita pun tak kalah sibuk.

Hal tersebut terlihat dari sibuknya para wanita memasak makanan yang akan dijadikan sesaji.

Seperti adat masyarakat setempat yang berlaku, malam menjelang pelaksanaan labuhan selalu diisi dengan acara tahlilan yang dipimpin langsung oleh ulama setempat. Pagi hari pelaksanaan labuhan, para wanita sibuk menyiapkan dan meletakan makanan yang sudah dimasak di tempatnya masing-masing.

Setelah perlengkapan siap warga kemudian membawanya ke pantai untuk diserahkan pada panitia labuhan. Sebelum sesaji dilarung (dihanyutkan) ke pantai, juru kunci akan lebih dulu memimpin upacara yang berupa pembacaan doa dan pembakaran kemenyan. Uniknya, saat melaksanakan labuhan para warga diharuskan menggunakan pakaian adat Jawa.

Disamping labuhan, sebagai tanda syukur atas berkah yang melimpah warga juga menggelar aneka hiburan rakyat seperti tari tradisional, wayang kulit dan hiburan lainnya.

Kepercayaan yang kuat dan mengakar hingga ke relung jiwa membuat warga tak pernah absen menggelar labuhan. Warga tak ingin Ratu Pantai Selatan marah besar hingga menyebabkan hilangnya nyawa sebagai tumbal.

Bahkan para warga selalu memperingatkan pengunjung agar berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap. Sikap yang paling tidak disukai Kanjeng Ratu Pantai Selatan ialah menyombongkan diri.

Kabarnya suatu ketika ada pengunjung yang tak mengindahkan peringatan dari warga. Yang bersangkutan malah menganggap remeh keindahan pantai Baron, tak disangka perahu yang ditumpakinya diterjang ombak hingga terbalik. Saat ditemukan warga, orang tersebut sudah tak bernyawa.

Misteri lain yang juga belum terpecahkan hingga saat ini ialah penampakan seekor Harimau. Pernah suatu ketika seorang wisawatan melihat hewan buas tersebut berjalan menuju pantai dan masuk ke dalam gua Gebang dengan menggodol tubuh manusia.

Kabar tersebut bahkan membuat tim SAR datang untuk melakukan pencarian dengan melibatkan sejumlah warga sekitar, anggota Koramil dan BKSDA. Anehnya, saat dicari hingga ke dalam gua tak ada tanda-tanda keberadaan Harimau misterius tersebut. Padahal warga sekitar sudah melakukan pembakaran daun-daun di mulut gua.

Keunikan

Diluar misteri yang menyelubungi pantai Baron toh destinasi wisata ini sangat menarik untuk dijelajahi. Jika dilihat dari atas, pantai Baron memiliki bentuk menyerupai huruf ‘U’.

Bukan hanya bentuknya saja yang unik, di Pantai Baron wisatawan dapat menjumpai dan menikmati 2 aliran air sungai di pinggir pantai. Satunya berjenis air asin sementara yang lainnya berjenis air tawar.

Konon, setiap 5 tahun sekali arah aliran sungai tersebut akan berubah dengan sendirinya. Yang tadinya mengalir ke arah barat menuju laut menjadi ke arah timur membelah pasir pantai sebelum akhirnya bermuara di laut.

Pertemuan antara dua aliran air yang berbeda ini menjadi salah satu magnet yang membuat wisatawan berbondong-bondong datang untuk melihat fenomena tersebut.

Air tawar yang berasal dari bawah tanah memiliki warna agak kehijauan sementara air laut berwarna kebiruan. Saat keduanya bertemu terlihat perpaduan warna yang begitu memikat. Saking cantiknya anda akan betah berlama-lama melihatnya.

Keindahan Memikat

Pantai Baron sendiri sebenarnya merupakan Pusat Pelelangan Ikan (TPI) di Gunung Kidul. Maklum, sebagian besar warganya mencari nafkah dengan menangkap ikan di laut.

Jangan terkejut jika saat anda memasuki kawasan ini banyak perahu nelayan berjajar rapi di tepi pantai. Jika anda beruntung, anda dapat menyaksikan puluhan perahu kembali ke daratan di siang hari ketika angin berhembus ke darat.

Menyaksikan potret kehidupan para nelayan yang baru saja pulang selepas menjala ikan menjadi sesuatu hal yang berkesan. Kebanyakan para nelayan tidak hanya menjual hasil tangkapannya saja melainkan juga dibawa pulang untuk keluarganya.

Bagi anda penggemar seafood bisa langsung membeli aneka hidangan laut seperti ikan tongkol, kakap, bawal, udang dan sebagainya dengan harga yang lebih ramah kantong. Selain murah, ikan pun lebih fresh.

Jika anda sudah tak sabar untuk mencicipi kelezatan hidangan laut, anda bisa langsung mencicipinya. Tinggal memilih salah satu dari banyaknya warung makan yang berderet rapi. Harumnya masakan membuat perut keroncongan. Terbayang bukan betapa asiknya menikmati seafood dengan diiringi musik laut?

Aktivitas Seru

Selain bisa menikmati kelezatan seafood, masih banyak sekali aktivitas seru yang dapat dilakukan para pengunjung. Salah satunya ialah bermain ombak. Hal klasik yang memang selalu dilakukan ketika menjejakan kaki di pantai.

Ombak di Pantai Baron termasuk cukup besar, tapi jangan khawatir sebab para wisawatan masih diperbolehkan untuk bermain air dan juga berenang. Larangan untuk tidak berenang baru akan dikeluarkan bila ombak sedang tinggi. Jangan sekali-kali melanggar larangan tersebut bila anda tak ingin celaka atau nyawa melayang.

Aktivitas lain yang tak kalah menarik di samping bermain dengan ombak ialah menyisir sepanjang garis pantai. Anda bisa berjalan santai sembari melihat pemandangan yang begitu indah. Bukit nan hijau yang dipenuhi pepohonan rindang sangat menyejukan mata.

Rasanya, udara panas khas pantai menjadi lebih sejuk saat angin sepoi menerpa dedaunan. Desik dedaunan dan deburan ombak menggelitik indera pendengaran, menenangkan pikiran yang berkecamuk. Begitu alami.

Coba tengok di atas bukit berkarang, ada menara bercat putih dengan tinggi sekitar 40 meter yang baru dibangun sekitar bulan Februari 2014. Sebelum masuk ke dalam komplek Mercusuar, pengunjung harus melawati tangga terlebih dahulu dan membayar sebesar 2000 rupiah yang digunakan sebagai biaya perawatan tangga.

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan betapa indah pemandangan di sekitar Pantai Baron dari ketinggian dibebankan biaya sebesar 5000 rupiah. Harga yang terbilang cukup murah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Ada baiknya anda memiliki stamina yang prima sebelum mendaki ke atas puncak mercusuar agar tidak kelelahan. Anda pun harus berhati-hati saat menaiki tangga mercusuar berlantai 9 di mana semakin tinggi tangga akan semakin sempit.

Para wisawatan dapat menyaksikan betapa indahnya deretan bukit kehijauan yang memanjang seakan membelah lautan. Panorama dari atas mercusuar akan lebih menakjubkan saat matahari terbit dan terbenam.

Di mana cahaya matahari akan memantul, menyinari air laut, sangat cantik dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Jangan lupa untuk membawa baju hangat karena semakin tinggi angin semakin kencang berhembus.

Banyak dari para wisatawan yang sengaja mengabadikan momen bersama orang tersayang dari atas ketinggian dan membagikan foto tersebut melalui media sosial.

Namun, anda harus selalu berhati-hati dan jangan sembarangan menyentuh alat-alat penting yang ada karena sangat berguna untuk memandu kapal yang tengah melintasi Samudera Hindia.

Sama hal nya jika anda mengunjungi Baron Techno Park yang berada di sisi barat pantai. Sebelum sampai ke tempat ini pengunjung harus bersusah payah untuk mendaki melalui jalur yang ada sebelum pos retribusi. Untuk berjaga-jaga agar tidak tersesat anda bisa bertanya lebih dulu pada para petugas yang siap sedia untuk memberikan petunjuk.

Seperti namanya, Baron Techno Park berisikan aneka jenis peralatan yang fungsinya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Di taman ini berdiri kokoh jam matahari. Keren kan!

Selain sering digunakan sebagai tempat berfoto ria, Baron Techno Park merupakan spot yang bagus untuk menikmati pemandangan pantai terlebih saat senja mulai turun ke peraduannya untuk segera digantikan bulan dan bintang.

Jika masih kurang, anda bisa menyewa kapal untuk menikmati setiap jengkal wilayah di Pantai Baron tanpa merasa lelah. Cukup duduk dan nikmati perjalanannya. Angin semilir akan memberikan energi baru untuk anda.

Bermain di Pantai Baron ini dijamin anda tak akan bosan sebab banyak sekali tempat-tempat yang bisa dijelajahi.

Jalan Menuju Lokasi

Untuk mencapai Pantai Baron yang berjarak sekitar 60 km dari Yogyakarta dan 23 km dari Wonosari sangatlah mudah. Jika anda menggunakan kendaraan umum dari arah Yogyakarta bisa menggunakan bus menuju Wonosari. Setibanya di Wonosari carilah mini bus dengan tujuan Pantai Baron atau Krakal.

Mudahnya seperti rute di bawah ini :

Terminal Giwangan – Naik Bus Tujuan Wonosari – Mini Bus arah Pantai Baron.

Sementara bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi langsung saja menuju Wonosari dan ikuti saja petunjuk yang ada, anda akan sampai di Pantai Baron.

Bagi pengendara roda empat disarankan untuk berhati-hati sebab jalan menuju Pantai Baron sempit dan banyak tikungan.

Alternatif lain yang bisa dicoba antara lain:

Rute dari Yogyakarta : Ringroad Timur Malioboro – Ringroad Selatan – Arah Wonosari lewat Jalan Piyungan – Lampu merah arah Air Terjun Srigetuk, Paliyan – Pantai Baron.

Rute dari arah Semarang, Jawa Tengah : Jalan Tol Tembalang-Ungaran – Jalan Tol Ungaran-Bawen – Jalan Semarang-Solo – Lingkar Selatan Salatiga – Boyolali – Wonosari – Jalan Baron – Pantai Baron.

Rute dari arah Solo : Solo – Grogol – Jalan Raya Cuplik-Sukoharjo – Jalan Patimura – Tawangsari – Jalan Semin-Watukelir – Jalan Wonosari-Semin – Jalan Karangmojo-Semin – Jalan Karangmojo-Wonosari – Jalan Baron – Pantai Baron.

Masih bingung? Coba gunakan bantuan google maps atau peta agar anda tak salah mengambil jalur tercepat menuju Pantai Baron. Jangan malu untuk bertanya pada warga sekitar bila anda merasa kesulitan menemukan lokasi pantai ini.

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke dalam Pantai Baron anda akan dikenakan biaya 10.000 per orang. Biaya tersebut diluar dari biaya untuk mendaki bukit, naik ke atas mercusuar dan juga biaya parkir sekitar 2.500 rupiah untuk kendaraan roda empat dan 1.000 rupiah untuk kendaraan bermotor.

Dengan harga tiket yang masih terjangkau pengungjung tak akan kecewa dengan keindahan Pantai Baron. Belum lagi sekarang fasilitasnya tergolong sudah sangat memadai sehingga pengunjung luar kota yang masih betah bermain dapat bermalam di sini.

Penginapan di Pantai Baron ini sekelas hotel melati dan dapat anda pilih sesuai budget. Kebanyakan fasilitasnya sederhana yakni hanya berupa kasur dan kipas angin saja meski ada beberapa penginapan yang menyediakan AC. Sementara penginapan yang setara hotel bintang 3 atau 4 letaknya cukup jauh dari pantai.

Ada juga camping ground bagi wisatawan yang ingin merasakan menyatu dengan alam. Letaknya di sisi timur pantai. Lokasi ini salah satu favorit wisatawan sebab kerap digunakan sebagai jalur trekking.

Jika lapar ada banyak warung makan dengan menu utama seafood. Bosan bermain di pantai? Anda bisa menghabiskan waktu memancing ikan. Wah seru sekali ya!

Wisata ke Gunung Kidul tak akan lengkap bila anda tak mengunjungi pantai lainnya yang juga berada dalam satu wilayah yang sama. Sebut saja Pantai Sundak yang terletak di desa Sidoharjo, Tepus, Gunung Kidul. Pantai ini hanya berjarak sekitar 3 km dari Pantai Kukup.

Jika anda masih ragu atau bingung memilih destinasi wisata mana yang akan anda tuju anda bisa melihat berbagai kisah seru para wisatawan melalui mesin pencari google atau lihat video keseruannya di youtube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!