Travel  

Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya

tribunwarta.com – Lokasi: Jl. Setail No.1, Darmo, Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241Maps: Klik DisiniHTM: Rp. 15.000 per OrangBuka Tutup: 08.00 – 16.00 WIB (Senin – Jumat), 07.30 – 16.30 WIB (Sabtu – Minggu)Telepon: (031) 5674708

Liburan bersama keluarga menjadi salah satu acara mengisi waktu liburan yang menyenangkan. Apalagi dengan melihat hewan-hewan di Kebun Binatang yang tentunya bisa memanjakan anak-anak.

Hampir di setiap kota-kota di Indonesia ini memiliki taman rekreasi liburan yang pas untuk keluarga.

Kebun binatang memang menjadi salah satu tempat yang pas untuk keluarga. Di Jakarta ada Kebun Binatang Ragunan dan juga Taman Safari yang bisa dikunjungi untuk memanjakan anak-anak.

Sedangkan di kota pelajar Yogyakarta ada Kebun Binatang Gembira Loka yang sangat komplit dan memiliki berbagai macam satwa.

Sementara di kota pahlawan ada Kebun Binatang Surabaya yang menyajikan berbagai macam satwa dengan koleksi lengkapnya.

Meski sekarang ini kerap mendapat sorotan dan juga perhatian dari masyarakat, masih ada sedikit sisi hiburan di dalamnya.

Mengenal KBS

Kebun Binatang Surabaya atau KBS letak lokasinya berada di Jalan Setail No. 1 Surabaya. Spot ini dahulu sempat terkenal sebagai salah satu kawasan wisata rekreasi yang sangat menarik dan menjadi kebun binatang terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini bisa terlihat dengan koleksi satwa yang dimiliki oleh Kebun Binatang Surabaya tersebut. Ditambah lagi letaknya sangat strategis.

Dimana berada di dekat patung “Suroboyo”, yang memiliki simbol atau ikon ikan Hiu dan Buaya yang menjadi lambang dari kota Surabaya.

Kawasan wisata rekreasi KBS ini sendiri sangat mudah untuk dikunjungi. Pasalnya akses menuju ke kebun binatang tersebut dekat dengan terminal utama yaitu Joyoboyo.

Di sini tercatat ada sekitar 351 spesies dan 2000 hewan yang hidup di KBS ini. Dan satwa ini berasal dari berbagai penjuru Indonesia dan sebagian termasuk ke dalam spesies langka dari belahan dunia mulai dari mamalia, reptil hingga unggas.

Di sini para pengunjung bisa melihat satwa-satwa ini yang dikelompokkan ke dalam berbagai kategori. Seperti contohnya unggas atau burung yang biasa disebut Aves.

Di sini para pengunjung bisa melihat jenis pelikan Australia dan juga burung merak serta Jalak Bali. Lalu ada pula burung unta.

Sementara dari sektor mamalia sudah ada harimau sumatera, macan tutul, harimau putih, singa dan beruang.

Selain mamalia, di KBS ini juga terdapat kandang untuk hewan primata seperti orangutan, simpanse, babon dan bekantan.

Semua spesies primata diletakkan di area paling belakang KBS. Sementara untuk koleksi satwa langka yang dilindungi ada Komodo, tapir, anoa dan babi rusa.

KBS juga menjadi tempat konservasi bagi para satwa air tawar dan air laut yang dibuat di dalam Aquarium contohnya Arapaima gigas yang menjadi salah satu ikan air tawar terbesar di dunia dan berasal dari hutan Amazon di Amerika Selatan.

Dan seperti disebutkan bahwa sudah ada spesies binatang reptil yang bisa dilihat seperti ular, buaya, penyu hingga iguana. Untuk harga tiket masuknya sendiri sekitar 15 ribu untuk per orang.

KBS Zoo ini jam operasionalnya buka setiap jam 8 pagi hingga 4 sore WIB dan termasuk Kebun binatang tertua di Indonesia serta Asia karena sudah ada sejak bulan April 1918.

Dengan luas area mencapai 15 hektar, membuat KBS menjadi salah satu taman rekreasi keluarga favorit saat itu.

Selain itu kebun binatang ini juga mempunyai peran penting sebagai tempat pendidikan sebab di sini sudah tersedia sarana dan prasana serta laboratorium hidup untuk mengenal satwa.

Sejarah Singkat

Menurut cerita sejarah Kebun binatang Surabaya ini berdiri di tanggal 31 Agustus 1916. Sesuai SK Gubernur Jenderal Belanda pada masa itu namanya adalah Soerabaiasche Planten-en Dierentuin.

Dibangunnya kebun binatang Surabaya ini berdasarkan ide dan prakarsa dari H.F.K. Kommer. Ia merupakan salah satu penyayang binatang dan satwa.

Oleh sebab itu Kebun Binatang Surabaya ini dibangun untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai satwa.

Pertama kali didirikan, Kebun Binatang Surabaya ini memiliki sistem kepengurusan yang sangat rapi yang kala itu dipimpin oleh J.P Mooyman.

Sementara yang mengisi posisi sekretaris ada A.H. de Wildt. Di posisi bendaraha yaitu P Egos dan 6 orang lainnya yang terdiri dari A. Lenshoek, F.C. Frumau, J. Th. Lohmann, H.C. Liem, M.C. Valk, dan Edw. H. Soesman.

Di awal berdirinya kebun binatang ini berada di daerah Kaliondo. Dan di tahun 1917 kemudian di pindahkan ke Groedo akan tetapi hanya bertahan sekitar 3 tahun. Di tahun 1920 kemudian dipindahkan ke Darmo.

Pasalnya di daerah ini memiliki luas mencapai 30 ribuan m2. Tentu saja sangat mendukung untuk mendirikan kebun binatang.

Proses berdirinya kebun binatang tersebut tentu saja bukan halangan. Pasalnya di awal pembangunanya ini ada rencana akan di bubarkan dan dipugar kembali.

Alasan utama tentu saja biaya untuk memberikan makan para satwa yang sangat tinggi. Praktis tidak bisa menutup semua biaya operasional dengan mengandalkan tiket masuk saja.

Proses penutupan tersebut ditentang oleh banyak pihak. Banyak para pengurus yang tidak setuju jika kebun binatang ini ditutup atau dibubarkan.

Apalagi tujuan utama untuk memberikan hiburan sekaligus konservasi satwa di Surabaya dan Jawa.

Oleh sebab itu proses rapat atau meeting diantara para anggota pengurus kebun binatang menghasilkan keputusan W.A Hompes menggantikan posisi J.P Mooyman sebagai ketua pengurus.

Hasilnya dengan berbagai cara dan usaha akhirnya ketua baru melakukan pendekatan kepada pemerintah Surabaya untuk memperhatikan kebun binatang ini.

Dan akhirnya area kebun binatang tersebut bisa terbeli dengan luas lahan 32.000 m2 yang berasal dari sumbangan Maskapai Kereta Api atau OJS.

Akses Menuju KBS

Kawasan KBS ini berada di area yang strategis. Berdekatan dengan alun-alun dan patung landmark Surabaya. Praktis para wisatawan yang ingin mengunjungi kebun binatang ini tidak akan kesusahan.

Jika menggunakan angkutan umum, pilih jurusan ke arah Terminal Joyoboyo. Dari terminal lanjutkan berjalan kaki selama 6 menit. Dari titik tersebut sudah terlihat logo Kebun Binatang Surabaya yang terkenal

Sementara bagi yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, bisa menuju ke arah Taman Bungkul atau Terminal Joyoboyo.

Pasalnya kedua kawasan wisata ini berdekatan dengan Kebun Binatang Surabaya dan hotel serta pusat perbelanjaan. Sehingga mudah diakses.

Apalagi jika menggunakan aplikasi Google Map yang akan menampilkan denah atau peta dari kota Surabaya, Jawa Timur.

Kasus di KBS

Sekarang ini Kebun Binatang Surabaya menjadi viral. Akan tetapi terkenalnya bukan disebabkan keindahan dan pesona satwa didalamnya.

Kebun Binatang Surabaya ini sempat viral karena beredarnya cerita misteri, mistis, horor dan kisah angker di kawasan wisata rekreasi tersebut.

Bahkan hal tersebut sudah beredar ke masyarakat Surabaya dan Indonesia. Selain kisah-kisah tersebut, kejadian yang sangat viral adalah tidak terurusnya hewan-hewan di kebun binatang ini.

Bahkan video hewan yang kelaparan dan di siksa sempat viral di Youtube. Nama-nama yang bertanggung jawab sempat disebutkan di website, artikel serta makalah sehingga sempat menjadi perhatian.

Contohnya adalah dengan beredarnya cctv, info serta gambar tentang tindak tanduk para hewan yang tidak mendapatkan makanan dan memprihatinkan sehingga harus menderita.

Meski banyak lowongan kerja yang dibutuhkan di kebun binatang ini, tidak ada yang tertarik untuk masuk ke kawasan wisata rekreasi tersebut.

Salah satu kasus dan bukti yang menyebabkan kebun binatang ini mendapatkan predikat terkejam di dunia adalah seekor harimau Sumatra bernama Rama tewas.

Harimau langka yang terancam punah tersebut tidak terurus. Bahkan kematiannya membuat kebun binatang kebanggaan masyarakat Surabaya mendapat predikat Kebun Kematian Binatang.

Kematian Rama menjadi bukti bagaimana tingkat daruratnya cukup tinggi di antara para satwanya. Apalagi di tahun 2022 ini masih kerap terjadi kasus yang memalukan.

Salah satunya adalah seorang staf kebun binatang yang menghamili orang utan. Informasi ini sudah masuk ke berita bahkan di situs wikipedia.

Satwa di dalam kebun binatang ini memang tidak terlalu diurus dengan baik. Bahkan tercatat hampir 100 hewan yang mati mengenaskan hanya kurang dari 1 tahun. Hal tersebut juga tercatat di dalam jurnal Mongabay.

Kejadian yang mulai viral adalah di tahun 2010. Saat itu kebun binatang mulai kehilangan sekitar 25 hewan yang harus sekarat tiap bulan.

Dan berlanjut di tahun 2012 dimana terdapat kasus jerapah yang tewas dan kembali viral. Apalagi satwa ini merupakan koleksi jerapah satu-satunya dengan kelamin jantan yang didatangkan dari Afrika.

Jerapah dengan usia 30 tahun ini kritis terlebih dahulu dan ambruk di kandangnya. Satwa dengan nama latin Giraffa Camelopardalis Reticulata tersebut sempat mendapatkan pertolongan tindakan medis.

Obat dan infus serta penanganan medis sudah dilakukan. Sayangnya upaya hingga 3 jam lebih ini gagal memberikan keselamatan kepada sang jerapah.

Pembedahan guna mengetahui penyakit dan penyebab kematian dilakukan. Yang mengagetkan adalah ditemukannya kantong plastik dengan berat mencapai 18 kg lebih di dalam perut jerapah.

Sungguh peristiwa memalukan yang membuat dunia meradang. Bahkan aktifis satwa dan lingkungan mengeluarkan petisi yang meminta kepada pemerintah Indonesia melakukan tindakan tegas kepada Kebun Binatang Surabaya ini.

Bahkan contact person para pengurus Kebun Binatang Surabaya disebar luas jika ingin ikut petisi tersebut.

Ternyata bukan hanya itu saja. Ada pula kasus singa muda yang harus tewas diakibatkan mati terkecik.

Hal ini disebabkan singa muda ini terjerat lehernya oleh kabel yang menggantung tidak terpasang dengan sempurna. Begitu juga dengan seekor harimau putih yang masih berusia sekitar 13 tahun lalu.

Harimau ini mati usai lidahnya cedera dan tidak mendapatkan perawatan secara cepat. Alhasil harimau tersebut tidak bisa makan dan membuatnya mati kelaparan. Padahal biasanya harimau bisa hidup sekitar 20 tahun di area penangkaran.

Meski begitu kasus ini tidak membuat Kebun Binatang Surabaya segera berbenah. Bahkan ada beberapa berita yang menyebutkan bahwa satwa yang di tangkarkan di sini kurang mendapatkan perawatan memadai.

Meskipun ada ruang perawatan untuk satwa yang sakit. Menurut laporan dari situs berita dan sumber dari luar peralatan di kebun binatang ini tidak memadai.

Simpang siur dan ketidak jelasan penyebab dari tidak terurusnya satwa yang tewas hingga saat ini memang masih terjadi.

Ditambah lagi dengan adanya masalah yang lebih spesifik dengan banyaknya populasi satwa dan kandang yang sangat sempit serta wisatawan banyak yang membuang sampah sembarang menjadi salah satu sumber bencana.

Sebuah petisi yang dilakukan oleh People for the Ethical Treatment of Animals meminta agar Kebun Binatang Surabaya ini ditutup.

Berapa pun satwa yang ada di kebun binatang ini memang harus disesuaikan dengan tempat dan lokasi agar para satwa tidak tumpang tindih.

Ternyata KBS bukan salah satu kebun binatang yang mengalami masalah, ada juga beberapa tempat lainnya.

Kematian Satwa

Kebun binatang ini sudah sesuai akreditasi dan standar akreditasi oleh lembaga resmi pada saat itu. Untuk Amerika sendiri sudah ada Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium/AZA untuk memperoleh ijin membuka kawasan perlindungan satwa.

Tentu saja agar menjadi anggota asosiasi ini harus sesuai dengan standar. Sayangnya di Indonesia belum terlalu ketat.

Apalagi sudah banyak kejadian hewan langka yang tewas mengenaskan. Selain kasus diatas, ternyata November 2013 laluseekor Jaguar bernama Dainler harus tewas.

Yang mengejutkan adalah jaguar ini adalah koleksi satu-satunya yang dimiliki oleh kebun binatang tersebut.

Dainler ini diketahui mati di dalam kandangnya dan tewas diakibatkan penyakit serta usianya yang sudah lanjut.

Menurut catatan dari manajemen KBS usia Dainler sudah mencapai 22 tahun. Usia yang masuk ke dalam usia tua untuk satwa jaguar yang memiliki nama latin Panthera Onca ini.

Dainler disebutkan sempat mengalami penurunan fisik dan keinginan untuk makan. Ditambah lagi dengan adanya penemuan tumor di area usus.

Kasus lain adalah rusa timur jantan yang memiliki nama latin servus timorensis juga harus mati di kandangnya.

Meski satwa rusa di KBS masih banyak, akan tetapi kasus kematian rusa ini jelas membuat geger semua pihak. Apalagi usianya baru 6 tahun.

Dan menurut otopsi serta penyelidikan bahwa rusa ini sebelumnya berkelahi dengan rusa jantan lainnya dan terjadi peradangan sehingga membuat sang rusa harus tewas.

Kasus yang sempat heboh dan seperti disebutkan di awal bahwa singa jantan bernama Michael harus tewas setelah tergantung dengan leher tercekik sling di kandangnya.

Singa jantan ini ditemukan meninggal pada pagi hari ketika para petugas hendak melakukan pembersihan.

Singa dengan usia 1,5 tahun ini diselidiki tewas diakibatkan gangguang saluran pernafasan akibat tercekik sling yang ada di kandang singa tersebut.

Sling dengan bahan timah tersebut membuat leher singa tercekik dan tidak bisa melepaskan diri. Pasalnya bahan timah sangat kuat.

Menurut penyelidikan lebih lanjut, singa ini ternyata sedang birahi dan ingin kawin dengan singa betina sehingga terpeleset dan tercekik.

Kasus lainnya yang juga sangat viral adalah seekor orang utan dengan nama Nanik. Kematiannya sangat tragis disebabkan adanya tumor yang berada di ususnya.

Apalagi kematian orang utan yang berusia 12 tahun ini justru mengundang pertanyaan mengenai Kebun Binatang Surabaya tersebut dalam mengurus satwa di dalamnya. Sebuah kejadian yang cukup memilukan.

Tips Berlibur

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata rekreasi keluarga Kebun Binatang Surabaya ini disarankan untuk mengenakan pakaian yang casual dan tidak terlalu ribet.

Jangan lupa pula untuk membawa topi agar tidak kepanasan. Meski banyak terdapat pepohonan rindang di sekitar Kebun Binatang tersebut, cuaca yang panas dan suhu yang terik di Surabaya bisa membuat kepala pusing.

Jangan lupa pula untuk membawa minuman. Bisa membeli di sekitar kawasan wisata rekreasi Kebun Binatang ini.

Ada banyak kios yang menjual aneka makanan dan minuman yang bisa dibeli oleh para pengunjung. Suhu yang panas tentu bisa membuat tubuh akan dehidrasi. Dan jangan lupa untuk membuang sampah makanan dan minuman ke tempat sampah.

Jangan di buang sembarangan dan juga ke area kandang hewan. Pasalnya kasus satwa yang makan sampah dan tewas sudah terjadi di Kebun Binatang ini.

Jangan pula memberikan satwa hal-hal yang berbahaya seperti kasus di Taman Safari beberapa waktu lalu.

Ketika mengunjungi kawasan wisata rekreasi Kebun Binatang Surabaya ini jangan lupa pula untuk mengunjungi kawasan wisata ikonik di Surabaya yaitu Patung Suro dan Boyo serta Taman Bungkul.

Lokasi kawasan wisata ini sangat berdekatan dengan Kebun Binatang tersebut. Apalagi Patung Suro dan Boyo letaknya berada di dekat kebun binatang.

Biasanya para wisatawan akan berfoto dan mengabadikan liburan mereka dengan latar belakang landmark Surabaya tersebut.

Sementara kawasan wisata Taman Bungkul jangan sampai terlewatkan begitu saja ketika mengunjungi kebun binatang ini. Jaraknya hanya 500 meter saja dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 6 menit.

Di Taman Bungkul ini para wisatawan bisa bersantai dan menikmati suasana kota Surabaya yang megah.

Apalagi di malam hari area taman menjadi tampak lebih indah dan menarik. Tidak jarang masyarakat Surabaya terutama anak muda ngumpul dan nongkrong di sekitar taman ini.

Di sini sudah ada taman bermain untuk anak-anak, wisata sejarah makam Ki Ageng Bungkul, dan lainnya yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!