Travel  

Candi Ijo Jogja

Candi Ijo Jogja

tribunwarta.com

Lokasi: Sambirejo, Prambanan, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55572Maps: Klik DisiniHTM: Rp.5.000 per OrangBuka Tutup: 07.30 – 17.00Telepon: 0274-496510

Jogjakarta menyimpan banyak cerita di dalamnya. Terutama penggalan kisah sejarah yang menyelimuti mantan ibukota Indonesia di jaman kemerdekaan ini.

Bagi yang kerap mengunjungi kota Jogjakarta, tentu tidak asing dengan kawasan wisata sejarah yang bisa ditemukan di sini. Salah satunya adalah candi.

Di Jogja terdapat sejumlah kawasan wisata candi yang memberikan warna tersendiri bagi kalangan wisatawan.

Di sini para wisatawan bisa menemukan Candi Prambanan, Borobudur hingga Ratu Boko yang sangat terkenal di kalangan para wisatawan terutama mancanegara.

Akan tetapi ada beberapa candi yang memiliki pesona tersendiri dan cerita sejarah yang berhubungan erat dengan perkembangan budaya di Jogjakarta. Salah satunya adalah Candi Ijo.

Mengenal Lokasi

Jika para wisatawan menyusuri area selatan dari kompleks Istana Ratu Boko tentu saja akan sangat mengasyikkan.

Pasalnya, di sini para wisatawan bisa melihat deretan candi yang unik dengan ciri khas tersendiri.

Dan salah satu candi yang bisa ditemui dan sedang menjadi perhatian para wisatawan dan juga masyarakat sekitar yaitu Candi Ijo.

Candi ini letaknya berada di area yang paling tinggi di antara candi yang berada di lingkungan kawasan wisata Ratu Boko ini.

Candi Ijo menurut sejarahnya di bangun pada abad ke-9. Candi ini dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Hijau atau Gumuk Ijo dengan ketinggian sekitar 410 m dari atas permukaan laut.

Tentu saja letaknya yang berada di ketinggian, tentu saja membuat para wisatawan bisa melihat keindahan candi. Dan bukan hanya kemegahannya saja yang bisa dinikmati oleh para wisatawan.

Akan tetapi keindahan pemandangan alam seperti areal pertanian yang memiliki sudut kemiringan dan sedikit curam juga bisa dinikmati di sini.

Bangunan Sakral

Kompleks dari candi ini sendiri terdiri dari 17 struktur bangunan yang dibagi menjadi 11 teras berundak.

Di area teras pertama ini menjadi pintu gerbang halaman untuk menuju pintu masuk ke kawasan candi.

Sementara teras berundak yang ada di arah barat ke timur ini juga menjadi pintu gerbang candi. Sedangkan di area teras ke-11 ini merupakan pagar keliling yang menutupi candi dari arah luar.

Selain itu ada sekitar 8 buah lingga patok serta 4 bangunan candi utama serta 3 candi perwara. Peletakan bangunan di setiap teras tidak asal atau sembarangan meletakkannya.

Ada nilai religi dan kesakralan yang tertuang di dalamnya. Dan bangunan di area teras yang tinggi merupakan yang paling sakral.

Jika mengunjungi kawasan wisata sejarah ini, para wisatawan bisa melihat aneka macam bentuk seni rupa di pintu masuk bangunan yang termasuk ke dalam candi warisan agama Hindu ini.

Tepat di pintu masuk terutama di bagian atasnya terdapat kala makara yang memiliki motif kepala ganda dan dilengkapi aneka atribut di dalamnya.

Motif kepala ganda ini ternyata juga bisa dijumpai di aneka candi Buddha yang memberikan petunjuk bahwa candi ini adalah percampuran atau akulturasi dari kebudayaan Hindu dan Buddha.

Dan bukan hanya Candi Ijo saja yang memiliki motif tersebut, Candi Ngawen, Plaosan dan Sari juga.

Di Candi Ijo ini juga terdapat arca dengan bentuk sosok perempuan dan laki-laki yang melayang memberikan petunjuk arah.

Ada beberapa makna yang tersirat dalam arca tersebut. Pertama dipercaya sebagai suwuk yang berfungsi untuk mengusir roh jahat di sekitar kota Jogja dahulu kala.

Sementara makna kedua ini dipercaya sebagai lambang persatuan dari Dewa Siwa dan Dewi Uma.

Persatuan ini dipercaya sebagai perwujudan dari alam semesta. Arca di Candi Ijo berbeda dengan di Candi Prambanan.

Hal ini terlihat tidak ada motif atau corat erotisme seperti halnya di Prambanan dan Borobudur.

Sementara di candi perwara yang berada di teras ke-11, di sini para wisatawan bisa menemukan bak tempat api pengorbanan atau biasa di sebut homa.

Di bagian atas dari bak bisa ditemukan adanya ventilasi atau lubang udara yang memiliki bentuk jajaran genjang dan juga segitiga.

Bentuk yang tidak lazim. Bak tempat api pengorbanan ini semakin dipercayai bahwa masyarakat Hindu memuja Brahma di sekitar Candi ini.

Tiga candi perwara ini sendiri memberikan informasi bahwa masyarakat jaman dulu menghormati Hindu Trimurti yang terdiri dari Brahma, Siwa, dan Whisnu.

Di kawasan wisata sejarah ini terdapat 2 buah prasasti yang berada di area teras ke-9. Salah satu prasasti ini memiliki kode tulisan F dengan tulisan Guywan atau Bluyutan arti pertapaan.

Prasasti lain yang ada di kawasan wisata ini terbuat dari batu dengan tinggi sekitar 14 cm dan juga tebal 9 cm. Di dalam prasasti ini terdapat mantra-mantra yang dipercaya sebagai kutukan.

Mantra di dalam prasasti ini terdapat kata-kata sebanyak 16 kali yang tertulis jelas di sini. Sayangnya belum ada bukti apakah prasasti tersebut berpengaruh kepada situasi Jawa pada saat itu atau tidak.

Eksotisme

Selain kisah sejarah, ternyata Candi Ijo memberikan pesona tersendiri. Para wisatawan bisa melihat pemandangan indah yang bisa memanjakan setiap pengunjung.

Jika melihat ke arah barat, wisatawan bisa langsung melihat landasan Bandara Adisutjipto. Bahkan para wisatawan bisa melihat proses take off dan landing pesawat di sini.

Keindahan pemandangan dan panorama yang bisa didapatkan di sini memang cukup umum. Pasalnya kawasan wisata Candi Ijo ini merupakan batas bagian timur dari bandara Adisucipto ini.

Dan disebabkan adanya Candi Ijo ini pula bandara internasional Jogja ini tidak bisa diperpanjang ke arah timur.

Candi Ijo ini menyuguhkan sesuatu yang sangat detail dan menyajikan kisah sejarah serta keindahan mempesona.

Apalagi di candi ini banyak ditemukan karya seni rupa hebat yang memberikan pandangan kepada masyarakat sekitar bahwa pesan moral seni di sini sangat penting.

Akses Menuju Lokasi

Bagi para wisatawan yang ingin menikmati liburan berbeda dan ingin melihat pesona dari Candi Ijo, tentu saja harus ekstra hati-hati ketika menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.

Candi Ijo ini berada di daerah Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman.

Akses yang sangat mudah untuk menuju ke kawasan wisata Candi Ijo ini dengan memasuki kawasan Jalan Solo yang menuju ke arah Pasar Prambanan.

Jalur masuknya berada di seberang Kompleks Candi Prambanan. Dari arah pasar, para wisatawan lurus saja ke arah tenggara sekitar 7 km.

Sudah ada papan petunjuk Candi Ijo dan Desa Wisata Nawung yang menandakan bahwa sudah dekat dengan candi ini.

Bisa juga dengan menggunaka Google Maps. Para pengunjung hanya perlu mengikuti papan petunjuk untuk masuk ke gerbang Desa Sambisari.

Dari sini perjalanan akan menanjak. Dan harus berhati-hati jika membawa kendaraan pribadi.

Untuk menuju ke kawasan wisata ini diperlukan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan mobil atau motor.

Sementara untuk harga tiket masuknya sendiri gratis alias tidak dipungut biaya. Hanya saja masyarakat sekitar meminta sumbangan sukarela.

Biasanya para wisatawan hanya perlu membayar parkir dan mengisi buku tamu di pos satpam.

Sejarah Singkat

Nama Candi Ijo ini sendiri diambil dari nama daerah dimana candi ini ditemukan yakni di desa Ijo, dusun Groyokan, kelurahan Sambirejo.

Minimnya informasi mengenai nama dari candi ini membuat masyarakat dan juga para arkeolog memberikan nama sesuai nama daerah ditemukannya candi ini.

Selain nama daerah, nama ijo juga diambil dari nama yang terdapat di dalam prasasti Poh yang berasal dari 906 Masehi.

Di dalam prasasti Candi Ijo ini, dikabarkan ada masyarakat berasal dari desa Ijo yang kala itu menghadiri upacara keagamaan. Oleh sebab itu diberi nama Ijo.

Kompleks Candi Ijo memiliki pola yang sedikit berbeda dibanding candi peninggalan Hindu lainnya. Menurut sejarah candi ini memiliki bentuk dengan pusatnya menuju ke arah Timur.

Berbeda dengan rata-rata kompleks percandian yang akan berpusat ke seperti halnya candi Prambanan atau candi Sewu.

Konon hal ini dipengaruhi dengan adanya konsep penataan ruang yang memiliki sifat kosmis dan dipercaya bahwa pusat berbentuk puncak gunung maru ini merupakan tempat tinggal para Dewa agama Hindu.

Di kawasan wisata Candi Ijo ini, pola yang meninggi ke belakang merupakan keunikan tersendiri.

Pasalnya, pola seperti yang dipertunjukkan oleh Candi Ijo ini lazim dijumpai di area Jawa Timur.

Candi Ijo ini meski berbeda bentuknya, akan tetapi memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan para dewa yang mencerminkan bentuk karya arsitektur dan seni rupa di abad ke 9-ke-10 Masehi.

Didalam candi-candi tersebutpara wisatawan bisa melihat beberapa arca-arca yang memiliki nilai seni tinggi. Dan merupakan tempat pemujaan bagi masyarakat pada masa tersebut.

Bahkan kitab India kuno menyatakan pemilihan Candi Ijo tersebut perletakan arca atau status memiliki peran yang sangat penting.

Bahkan lebih penting daripada isi dari candi itu sendiri seperti prasasti atau arca yang ada di sini. Hal ini berhubungan dengan lahannya yang subur atau adanya sumber mata air di sekitar kawasan tersebut.

Tips Berlibur

Mengunjungi kawasan wisata Candi Ijo tentu saja memberikan pengalaman tersendiri.

Apalagi di sini para wisatawan bisa melihat keindahan candi sambil mengenal sisi sejarah dari kota Jogja terutama di bidang seni, budaya dan religi.

Jika para wisatawan tertarik untuk mengunjungi Candi Ijo ada beberapa tips yang bisa diikuti.

Disarankan untuk mengunjungi Candi Ijo ini pada pagi atau sore hari. Pasalnya ketika siang hari cuaca akan sangat panas terik. Jarang terdapat pepohonan rindang di sekitar kawasan candi ini.

Jika ingin mengunjungi Candi Ijo pada siang hari, disarankan untuk membawa topi atau penutup kepala serta kaca mata hitam. Pasalnya cuaca terik bisa membuat para wisatawan merasa pusing.

Jika hujan dengan intensitas yang tinggi, disarankan untuk tidak ke Candi Ijo. Pasalnya, akses yang curam dan menanjak bisa membahayakan terutama penggna kendaraan roda 2. Tunggu hingga reda dan tidak terlalu licin.

Selain Candi Ijo, para wisatawan juga bisa mengunjungi Tebing Breksi yang letaknya tidak terlalu jauh dari kawasan wisata candi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!