Travel  

Candi Bubrah Jepara Yang Belum Diketahui Banyak Orang

Candi Bubrah Jepara Yang Belum Diketahui Banyak Orang

tribunwarta.com – Alamat: Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa TengahPeta/Maps Online: Klik DisiniHarga Tiket Masuk: –Jam Buka: Setiap hari

Rekan-rekan, bila kalian mendengar tentang Kabupaten Jepara, apakah pemikiran kalian? Adakah suatu hal terlintas dalam benak kalian?

Seringkali, Kabupaten Jepara diingat karena merupakan tempat kelahiran salah satu pahlawan nasional, R.A. Kartini. Beberapa orang mengingat Jepara karena kerajinan ukirnya. Beberapa pihak juga melihat adanya penampakan alam nan indah dari tempat ini.

Rupanya, ada satu lagi daya tarik Kabupaten Jepara yang mungkin luput dari pandangan orang-orang. Yuk, simak artikel kali ini. Kita akan menilik salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jepara, suatu saksi sejarah dari bangsa Indonesia.

Lokasi

Namanya adalah Candi Bubrah. Letaknya di Desa Tempur, Kec. Keling, Kab. Jepara. Candi ini merupakan suatu peninggalan bersejarah dari salah satu Kerajaan Hindu besar yang pernah ada di kawasan Jepara pada abad ke-6, Kerajaan Kalingga.

Sebenarnya, berdasarkan penemuan bersejarah lain, yaitu beberapa prasasti peninggalan dari Kerajaan Kalingga, kita bisa menilik bagaimana struktur kehidupan masyarakat pada masa itu. Candi Bubrah sendiri letaknya tidak jauh dari Candi Angin.

Bila rekan-rekan menilik melalui Google Maps atau aplikasi peta online lain, kalian mungkin akan menemukan kesulitan dalam mencari letak Candi Bubrah. Hal ini karena belum banyak orang yang mengetahui destinasi satu ini sebagai lokasi wisata.

Kalian bisa mencarinya dengan memasukkan keyword Candi Angin, seperti ada dalam link peta di atas. Ketika kalian sedang mendaki bukit untuk mencapai Candi Angin, rekan-rekan pun akan menemukan lokasi destinasi wisata kita kali ini.

Rute Perjalanan

Seperti rute perjalanan menuju kawasan Jepara pada umumnya, kalian bisa melewati beberapa opsi rute kawan. Rute pertama adalah dari arah Barat, yaitu dari arah Semarang, Kudus, Demak.

Atau kalian juga bisa datang dengan melewati rute dari Pati, yaitu dari arah Tayu. Ketika kalian sudah mencapai kawasan Kabupaten Jepara, segeralah untuk mencari daerah Kecamatan Keling.

Namun, perlu kalian ketahui juga, lokasi tujuan wisata kita ini berada di lereng Gunung Muria. Sering sekali terjadi kasus pengunjung yang tersesat karena pin lokasi yang ditunjukkan melalui aplikasi online kurang akurat, mengingat kawasan ini ada di lereng gunung.

Jadi, ada baiknya ketika rekan-rekan mencapai area Kabupaten Jepara, bertanyalah kepada penduduk sekitar arah jalan ke Kecamatan Keling. Ketika sampai di Kecamatan Keling, kalian bisa menanyakan Dusun Tempur serta lokasi Candi Bubrah.

Daya Tarik

Jejak peninggalan sejarah bangsa Indonesia memang akan terus menarik perhatian, bukan kawan? Sebut saja seperti beberapa lokasi candi di kawasan Sleman, Yogyakarta, ataupun Magelang, Klaten, Central Java.

Tentu kalian sudah familiar dengan nama Candi Borobudur ataupun Prambanan. Tiap bangunan biasanya diberinama dengan suatu asal-usul tersendiri yang seringkali menarik minat pengunjung. Begitu pula gambar relief di badan Candi yang tentu mengandung cerita.

Candi Bubrah ini pertama kali ditemukan dalam kondisi porak poranda, di mana batu penyusunnya berserakan ke sana ke sini. Hal inilah yang menjadi alasan penamaan bangunan satu ini, Bubrah, yang dalam Bahasa Jawa menggambarkan kondisi pada masa penemuan itu.

Sekalipun melalui peninggalan yang ditemukan dari Kerajaan Kalingga rata-rata berusia abad ke-6, namun sepertinya candi ini masih cukup muda kawan. Arsitektur bangunannya mencirikan agama Budha pada masa abad ke-8 atau 9 Masehi.

Bahan pembangunan yang digunakan adalah batuan andesit dengan total luas 12×12 m2, tidak begitu luas ya kawan? Sekalipun demikian, rupanya ketika pertama kali ditemukan, bangunan ini hanya setinggi 2 meter saja loh. Wah, para penemu pasti sangat bersusah payah mencarinya.

Kondisi tersebut bisa dilihat melalui gambar atau foto penemuan dan pemugaran lokasi wisata. Padahal, inilah tempat di mana Ratu Sima, pemimpin Kerajaan Kalingga yang terkenal, membuka kitab Mahabarata pada masa pemerintahannya.

Ketika berkunjung ke tempat ini, kalian akan sekaligus menikmati hiking kecil-kecilan. Hal ini karena letaknya sedikit di puncak bukit, tepatnya kira-kira 2 meter dari arah puncak. Dari jalur pendakian, kalian akan melihat tumpukan batuan andesit di sisi kiri, itulah Candi Bubrah.

Sejarah dan Asal-usul

Menurut warga sekitar, juga berdasarkan informasi dari pihak pengelola wisata, Candi Bubrah dibangun oleh seorang Resi, bernama Wigoyotoso. Awalnya, lokasi Candi Bubrah adalah suatu padepokan.

Berbicara tentang fungsi serta pengertian dari candi ini, belum banyak informasi yang didapatkan kawan. Informasi mengenai resi sebagai pendiri pun masih simpang siur di kalangan masyarakat serta sejarawan.

Fasilitas

Saat ini, bentuk bangunan sudah beberapa kali dipugar kawan. Sekalipun tidak begitu besar dan belum terdapat beberapa fasilitas wisata lainnya, namun kalian bisa menikmati keindahan alam ketika berkunjung.

Jangan mengharapkan ada warung, toilet, serta juga loket parkir kawan. Destinasi kita ini memang cukup terpencil, serta belum ada pengelolaan dari pemerintah. Hal ini cukup berbeda daripada Candi Angin yang ada di kawasan atasnya.

Sekalipun demikian, kalian tetap bisa menikmati pemandangan dalam kawasan lereng Gunung Muria. Kalian juga bisa menikmati peninggalan sejarah yang tidak kalah dari kawasan Jogja, Karangnongko, serta Lumbung Sewu.

Nikmatilah saat-saat bisa berfoto di alam bebas kawan. Sambil tentu saja tetap menjaga kebersihan serta keindahan alam kita dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Bagi rekan-rekan yang merokok, dimohon untuk berhati-hati dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan ya. Hal ini bisa meningkatkan resiko terjadinya kebakaran di sekitar wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!