Travel  

Berapa Harga Tiket Masuk Museum Wisata Planetarium di Surabaya??

Berapa Harga Tiket Masuk Museum Wisata Planetarium di Surabaya??

tribunwarta.com

Lokasi: Jl. Moro Krembangan, Bumimoro, Kec. Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur 60178Maps: Klik DisiniHTM: Rp.2.000 per OrangTelepon: 031 3291092

Buka Jam Berapa

Senin 08.00–14.00Selasa 08.00–14.00Rabu 08.00–14.00Kamis 08.00–14.00Jumat 08.00–15.00Sabtu TutupMinggu Tutup

Planetarium menjadi salah satu kawasan wisata yang bisa memberikan kesenangan tersendiri bagi para wisatawan untuk mendapatkan informasi dan edukasi mengenai dunia astronomi.

Di Planetarium ini para wisatawan bisa mengintip keindahan semesta, mengenal dunia luar angkasa, bumi serta tata surya yang dihuni oleh planet-planet lainnya.

Dan ternyata bukan hanya Jakarta saja yang memiliki Planetarium. Di Surabaya juga terdapat Planetarium yang bisa memberikan informasi dan cerita mengenai dunia luar angkasa.

Meski Planetarium di Surabaya sedikit berbeda dengan di Jakarta namun spot tersebut sangat layak dikunjungi bersama keluarga maupun si kecil.

Di kota pahlawan ini letaknya berada di museum TNI Angkatan Laut atau AL dimana memiliki fungsi untuk memperkenalkan dunia angkatan laut kepada masyarakat sekitar.

Lokasi Planetarium ini berada di dalam Museum Loka Jala Crana di daerah Bumimoro, Morokembangan, tepatnya dalam kompleks Angkatan Laut.

Planetarium ini tentu saja bisa memberikan manfaat dan info mengenai dunia luar angkasa kepada masyarakat di sekitar ibukota Jawa Timur yang terkenal dengan pelabuhan Tanjung Perak ini.

Sejarah Singkat

Museum Loka Jala Crana yang merupakan museum angkatan laut ini mulai dibangun pada tanggal 19 September 1969.

Berdirinya museum ini atas prakarsa dari Ibu R. Mulyadi yang merupakan istri dari panglima Angkatan Laut Laksamana R. Moeljadi.

Saat itu namanya adalah Museum Akabri Laut. Dan pada tanggal 10 Juli 1973 akhirnya status spot tersebutdiubah menjadi Museum TNI Angkatan Laut.

Selang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada tanggal 6 Oktober 1979, namanya kembali berubah menjadi Museum TNI Angkatan Laut Loka Jala Crana.

Loka Jala Crana ini memiliki deskripsi yaitu tempat untuk menyimpan, mengabadikan dan menyajikan peralatan serta sarana yang digunakan oleh TNI Angkatan Laut Indonesia.

Museum Loka Jala Crana

Museum Loka Jala Crana ini berada di area Kompleks Akademi TNI Angkatan Laut atau AAL yang letaknya berada di daerah Morokrembangan, Surabaya.

Secara umum museum ini memiliki 2 bagian yang akan memberikan materi berbeda penting baik buat para wisatawan.

Di gedung pertama, wisatawan bisa mengunjungi area Anjungan Utama, Anjungan Joang dan Planetarium yang menyajikan cerita serta peran berbeda pula dalam memberikan informasi edukasi.

Selain itu terdapat pameran taman dengan sejumlah koleksi peralatan yang digunakan oleh TNI angkatan Laut pada masa lalu seperti pesawat Gannet, meriam kapal, tank Amphibi PT-76.

Di museum ini juga terdapat salah satu meriam dari peninggalan VOC seperti meriam Bofors L.60 penembak Allan Pope.

Di sini para wisatawan juga bisa melihat meriam instruksi dan monumen pendidikan perwira. Semuanya tersaji lengkap disertai dengan informasi yang sangat komplit

Museum yang terletak di AAL Bumimoro Surabaya Jawa Timur ini memang dikelola langsung oleh TNI AL.

Dan salah satu museum yang menceritakan sejarah perjuangan Angkatan Laut ini memang memberikan informasi yang sangat komplit.

Museum ini sendiri mulai difungsikan sebagai museum pada tanggal 19 September 1969. Hal tersebut didasarkan dengan Skep Kasal No. Skep/11106/VII/1973 pada tanggal 10 Juli 1973.

Sebelumnya museum tersebut dulunya dijadikan tempat untuk Sarana Pendidikan Kadet AAL.

Museum di atas area seluas 2,7 hektar ini meski informasi mengenai kisah sejarahnya bisa dicari melalui Wikipedia, akan tetapi akan lebih puas jika datang langsung.

Mengunjungi Museum

Di museum ini para wisatawan bisa melihat dan mendapatkan informasi mengenai koleksi peralatan serta sarana yang digunakan oleh Angkatan Laut di dalam menjaga kedaulatan negara Indonesia.

Bahkan di Museum Loka Jala Crana ini semua koleksi pada ajang pertempuran bisa disaksikan langsung.

Selain itu di museum ini para wisatawan juga bisa mengunjungi area planetarium dan astronavigasi.

Museum ini menyuguhkan obyek benda-benda bersejarah yang pernah digunakan dan dimiliki oleh para prajurit TNI Angkatan Laut.

Di museum ini para wisatawan akan ditemani oleh para pemandu yang siap memberikan laporan, info dan mendeskripsikan tentang sejumlah koleksinya.

Di sini para pengunjung bisa melihat koleksi semenjak zaman revolusi fisik, peralatan dan sarana yang digunakan oleh angkatan laut hingga saat ini.

Di sini para pengunjung bisa melihat beberapa koleksi seperti meriam kapal perang, pesawat hingga helikopter.

Masih ada peralatan artileri medan, replica dari KRI Dewa Ruci yang bisa disaksikan di sini. Menariknya lagi adalah adanya salah satu benda bersejarah yakni meriam kapal HRMS De Zeven Provencien.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa di museum ini terdapat replika dari KRI Dewa Ruci.

Kapal milik angkatan laut ini merupakan jenis kapal lati yang kerap melakukan muhibah berkeliling dunia hingga berbulan-bulan lamanya.

Kapal ini pula kerap melakukan aktifitas rutin seperti Kartika Jala Krida atau KJK yang dipersiapkan untuk Kadet Akademi Angkatan Laut maupun AAL tingkat III.

Mengunjungi Planetarium

Di museum ini terdapat pula area Planetarium yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk melihat keindahan tata surya dan mendapatkan informasi mengenai dunia astronomi.

Di sini para pengunjung akan diperlihatkan mengenai keindahan tata surya kita yaitu Bima Sakti.

Planetarium ini juga menjadi salah satu fasilitas yang digunakan untuk pembelajaran bagi para kadet. Pasalnya ilmu astronomi memiliki peran penting untuk pelayaran, terutama saat berperang.

Di Planetarium ini para pengunjung akan mendapatkan informasi, pengetahuan serta edukasi mengenai dunia astronomi.

Di sini para pengunjung akan mendapatkan ilmu dari pemandu museum mengenai tata surya, rasi bintang serta pengetahuan tentang planet-planet di tata surya Bima Sakti yang disajikan secara lengkap.

Di Planetarium ini wisatawan juga bisa mengetahui bagaimana para pelaut terutama para kadet angkatan laut menjadikan bintang sebagai petunjuk arah ketika berada di lautan.

Tentu saja cara membaca dan melihat arah tersebut tersaji lengkap di dalam Planetarium ini.

Rute Menuju Lokasi

Bagi yang ingin mengunjungi Planetarium museum Loka Jala Crana ini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Akses atau jalur menuju ke museum ini bisa melalui jalan tol Surabaya – Gempol dan keluar di jalan Tanjung Emas, setelah itu menuju ke jalan Moro Kembangan.

Letak lokasi museum tidak jauh dari jalan utama Moro Kembangan. Agar lebih mudah, bisa juga menggunakan aplikasi Google Map.

Untuk harga tiket masuk ke museum ini relatif murah sekitar 2 ribu saja per orang. Tarif tersebut sudah termasuk entrance fee ke Planetarium.

Akan tetapi untuk masuk ke Planetarium harus rombongan minimal 10 orang. Jam operasional atau buka tutupnya sekitar pukul 8 pagi hingga 2 siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!