Travel  

Bagaimana Akses Menuju Pantai Mangrove di Kabupaten Serdang Bedagai dan Berapa Harga Tiketnya?

Bagaimana Akses Menuju Pantai Mangrove di Kabupaten Serdang Bedagai dan Berapa Harga Tiketnya?

tribunwarta.com – Lokasi: Desa Sei Nagalawan, Perbaungan Kabupaten Serdang BedagaiMap: Klik DisiniHarga Tiket Masuk: Rp.10.000 per Orang, Parkir Rp.10.000 per Motor

Jika di DKI Jakarta Taman Mangrove berada di Utara Jakarta, saat Anda berpergian ke Kota Medan singgahlah ke Desa Sei Nagalawan, Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.

Disana ada Pantai Mangrove Kampung Nipah.Yang ditawarkan bukan hanya liburan dan melepas penat tapi wisata sambil edukasi lebih dalam mengenai pohon mangrove.

Rute Menuju Lokasi

Jika menggunakan Google Map, Anda silahkan masukkan destinasinya nanti akan langsung diarahkan ke lokasi ke Pantai Mangrove. Tapi bagi yang tidak memakai aplikasi map bisa menuju ke Jalan Medan-Pematang Siantar.

Setelah tiba di Pasar Bengkel Perbaungan jalan besar Jalan Medan-Pematang siantar bertanyalah kepada penjual atau warga sekitar di sana dimanakah simpangnya untuk ke lokasi tujuan.

Sejarah Singkat

Dulu warga Kampung Nipah merasa sangat sulit dengan profesi nelayan, ketika pantai di Deli Serdang ini dibabat habis untuk pembangunan.

Yang pada masa pemerintahan Soeharto yakni pertengahan tahun 1980-an dibuka untuk pertambakan udang windu di sepanjang pesisir Pantai Timur Sumatera Utara.

Di masa ordebaru, program itu kemudian dilakukan, Anda tahu sendiri kan alasannya kenapa? Tidak adanya hutan bakau yang menahan gelombang air laut menyebabkan abrasi sehingga gelombangnya mencapai rumah-rumah nelayan.

Selama dua dekade nelayan Sei Nagalawan merasakan dampak tersebut. Akibat krisis mangrove, hasil tangkapan seperti udang dan kepiting semakin sedikit.

Pasalnya, biota laut tersebut kehilangan tempat berkembang biak, karena semakin sedikit tanaman penahan ombak dan air pasang maka makin berkurang pula hasil tangkapannya, berlaku sebaliknya.

Karena saat krisis, otak manusia biasanya melakukan apapun agar bisa bertahan hidup, maka nelayan itu secara swadaya pada tahun 2005 menanam bakau di sepanjang pesisir Desa Sei Nagalawan yang berada di Pantai Timur, Sumut.

Nelayan-nelayan di sekitar desa Sei Nagalawan itu sangat kuat tekadnya, tidak mengemis bantuan ke Pemerintah.

Saat suami-suaminya menanam bakau, istri nelayan membuat produk makanan ringan secara tradisional.

Dirintis sejak tahun 2004 sampai 2009 secara swadaya, karena usahanya semakin berkembang, masyarakat di Desa Sei Nagalawan ingin lepas dari kemiskinan.

Dan mereka juga ingin keluar dari jeratan tengkulak yang mengeksploitasi mereka secara ekonomi dan sosial yang bunganya sampai 20 -30%.

Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, pada tahun 2012 para nelayan di Sei Nagalawan mendirikan koperasi bernama Koperasi Serba Usaha (KSU) Muara Baimbai.

Dengan mengusung konsep mengelola wisata edukasi dan mangrove bernama Kampung Nipah. Hal tersebut pun mendapat respon positif dari pengunjung terhadap kreatifitas nelayan desa Sei Negalawan.

Wisata Edukasi

Tempat ini merupakan ekowisata pertama yang dikelola oleh masyarakatnya sendiri. Bahkan sampai pembuatan produk berbahan bakau hingga homestay dikelola oleh penduduk setempat.

Tujuan dibuatnya Hutan Bakau tersebut yaitu bermanfaat untuk mencegah abrasi bahasa awamnya agar garis pantai tidak terkikis.

Jika pernah memperhatikan video dengan gelombang besar di youtube, bakau ternyata bisa meredam air agar kembali normal. Kehadiran mangrove tersebut pun membuat rasa aman bagi para nelayan.

Apa sajakah wisata edukasi yang dapat dilakukan di Pantai Mangrove Kampung Nipah? Nah, mari kita simak ulasan berikut.

Mengunjungi spot tersebut, pengunjung akan mendapat pengetahuan tentang tanaman bakau secara langsung dari pihak pengelola pantai.

Pengunjung juga bisa menanam langsung bibit bakau, melihat proses pengelolaan makanan dari bakau sampai bersantai di Pantai yang terkenal dengan pasir putihnya ini.

Wisata Kuliner

Tak hanya berwisata bahari, para wisatawan juga dapat berburu aneka olahan seafood segar hasil tangkapan para nelayan.

Pengunjung dapat memesan ikan bakar dengan harga Rp10.000/ons, kepiting segar (sop/asam manis) Rp8.000/ons, udang segar (goreng, sop/asam manis) Rp10.000/ons.

Tak hanya makanan, ada juga aneka minuman segar seperti buah kelapa muda seharga Rp.10.000 dan kopi hitam sekitar8 ribu.

Uniknya, makanan tradisonal yang dijual disini dihadangkan tanpa bahan pengawet dan terbuat dari bahan baku pohon bakau seperti keripik nipah, teh jeruju, dodol dan sirup dengan harganya masing-masing Rp10 ribu.

Sebagai destinasi wisata, pihak pengelola juga menyediakan tempat salat dan homestay untuk wisatawan yang ingin menginap. Jika tertarik, Anda bisa langsung check in.

Mangrove di Indonesia

1. Hutan Mangrove Muara Angke

Hutan tersebut berada di sebelah utara Jakarta. Di sepanjang garis pantainya ditumbuhi hutan bakau dan dibuka bagi wisatawan.

Banyak yang datang kesana untuk berwisata sambil menikmati pemandangan alam dan melihat habitat hewan aslinya yaitu monyet.

Kawanan monyet tersebut sangat membantu penyebaran bibit tanaman bakau secara alami. Lokasi hutan bakau Muara Angke sendiri berada di Jalan Garden House RT 8/ RW 1 Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Untuk Anda yang ingin berkunjung, spot tersebut mulai beroperasional dari pukul 07.00 sampai 16.00. Harga tiket masuknya yakni sekitar Rp 25.000/orang.

2. Hutan Mangrove Rembang

Hutan mangrove Rembang berada di kota di Jawa Tengah. Spot ini sering dikunjungi wisatawan lokal saat liburan panjang atau akhir pekan. Lingkungannya sangat asri dan hijau membuat wisatawan semakin terpikat.

Lokasi hutan ini mudah dijangkau dari pusat kota, untuk para wisatawan yang baru datang tidak akan kesulitan untuk sampai disini.

Ini keterangan singkatnya: Lokasi yakni Teluk Rembang, Kabupaten Rembang. Jam buka: 08.00 sampai 16.00, Harga Tiket Masuk: Rp 2.000/orang.

3. Hutan Mangrove Tapak Tugurejo Semarang

Mangrove Tapak Tugurejo ini tempatnya masih berada di area Jawa Tengah dan sering dijadikan sebagai spot foto di Semarang. Lokasi tepatnya di Tugurejo, pesisir utara Semarang.

Untuk menuju ke Hutan bakau ini bisa bisa menggunakan transportasi tradisional seperti andhong atau delman.

Ini informasi yang perlu Anda tahu: Lokasi: Desa Tapak, Tugurejo, Semarang, Jam buka: 08.00 sampai 16.00, Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

4. Hutan Mangrove Tarakan

Hutan Mangrove Tarakan berada di Kalimantan Timur dengan luas mencapai 21 hektar dan ditumbuhi berbagai jenis tanaman bakau.

Hutan mangrove tersebut adalah paru-paru bagi kota Tarakan karena daerah ini memang berada di Pesisir. Disini bahkan kerap kali diadakan penelitian.

Lokasi tepatnya berada di Pesisir Kota Tarakan. Jam bukanya yaitu mulai dari 09.00 sampai 17.00 dan harga tiket masuk sekitar Rp 5.000/orang.

5. Hutan Mangrove Margomulyo Balikpapan

Di Kalimantan Timur tepatnya di Balikpapan, ada spot bernama hutan mangrove Margomulyo, salah satu hutan konservasi yang ekosistemnya dilindungi oleh pemerintah.

Spot tersebut juga kerap dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat bagaimana kehidupan mangrove dan habitat kepiting laut disana.

Lokasi hutan bakau satu ini berada di Desa Margomulyo, Kota Balikpapan. Jam buka: 08.00 sampai 17.00, Harga Tiket Masuk: Rp 5.000/orang.

6. Hutan Bakau Wanasari Bali

Spot yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing ini dikenal dengan nama Mangrove Forest Wanasari.

Di dalamnya ada Pusat Informasi Bakau. Tak heran jika peneliti sering datang untuk menggali informasi dan melihat berbagai macam satwa yang ada di sana, burung misalnya.

Disini juga ada Menara pengawas lengkap dengan teropongnya yang bisa digunakan untuk melihat hutan bakau dari kejauhan.

Lokasi: Ekowisata Wanasari, Tuban, Badung, Propinsi Bali, Jam buka: 08.00 sampai 16.00, Harga Tiket Masuk: Rp 5.000/orang.

7. Hutan Mangrove Pantai Congot Kulon Progo

Hutan mangrove satu ini berada di sebelah barat kota Jogja, tepatnya di atas aliran Sungai Bogowonto. Disini, terdapat jembatan yang menghubungkan antara hutan satu dengan yang lainnya

Bahkan juga sudah dilengkapi beragam fasilitas olahraga untuk memanjakan para pengunjungnya seperti jogging track dan lainnya.

Lokasi: Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jam buka: –, Harga Tiket Masuk: Rp 3.000

8. Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Hutan bakau di Surabaya ini sangat menarik. Berada di area seluas 200 hektar, sangat rindang dan hijau. Spot tersebut adalah rumah bagi spesies hewan yang dilindungi pemerintah, seperti kera berekor panjang dan burung-burung.

Tempatnya berada di Jl. Raya Wonorejo No.1, Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Jam buka mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00. Harga tiket masuk yakni Rp 25.000 dewasa dan Rp 15.000 anak.

9. Hutan Mangrove Kampung Laut Cilacap

Hutan bakau lainnya yang ada di pulau Jawa bisa kita jumpai di kampung laut daerah Cilacap.

Namun agak membutuhkan usaha lebih agar sampai kesana karena harus menggunakan perahu atau kapal. Hutan ini memiliki beragam fauna laut yang hidup dengan baik bersama masyarakat asli Kampung Laut Cilacap.

Bahkan ada goa juga karst yang indah, jembatan dan bangunan sederhana dari kayu. Detail tempatnya di desa Ujungalang, Ujung Gagak, Panikel dan Klecas, dengan harga tiket masuk yakni Rp 10.000/orang.

10. Hutan Mangrove Trenggalek

hutan bakau satu ini berada di pantai Cengkrong dengan luas kira-kira 100 hektar. Fasilitas yang ada yaitu jembatan galau, gazebo, sampan, dan lainnya.

Rata-rata jika menggunakan alam sebagai tujuan wisatanya, Ekowisata Bakau, Pancer Cengkrong. Letaknya di karanggandu, watulimo. Tiketnya Rp 5.000/orang, kendaraan roda empat kena Rp 10.000 untuk biaya parkir.

11. Mangrove Center Tuban (MCT)

Berawal dari lembaga kecil pribadi dengan penggagas bernama Pak Ali Mansyur juga sekaligus sebagai pemilik dan pendirinya.

Beliau awalnya hanya berniat menanam mangrove, karena pantai terkena abrasi. Namun tak disangka perkembangannya semakin pesat pada tahun 2000 dan menjadi 12 kelompok tani, bahkan sampai didirikan LSM tersendiri.

Setelah semakin berkembang kemudian diresmikan dengan nama Mangrove Center Tuban di tahun 2005 dan kemudian bergerak dalam bidang kehutanan, lingkungan, perikanan dan peternakan.

Pada tahun 2011 kemudian merambah sebagai konservasi tanaman holtikultura. Alamatnya di Jalan Raya Tuban-Semarang KM 9 Desa Jenu, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Untuk bisa masuk ke hutan bakau yang satu itu pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp 5.000/orang.

12. Pekalongan Mangrove Park

Nah, kalau spot yang dibuka sejak tahun 2015 ini berada di sisi sebelah kanan gedung krematorium Pekalongan.

Spot tersebut terkesan angker kontras dengan keindahan hijaunya taman bakaunya. Meski tidak ada pagar pembatas antara krematorium dan kawasan hutan bakau, namun itulah yang membuatnya menjadi makin unik.

Disini ada beragam fasilitas mumpuni seperti Banana Boat, Lorong dan Jembatan Cinta. Ekowisata ini terletak di kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan, dekat dengan Kampus Stain serta pantai Pasir Kencana dan biaya masuknya gratis.

13. Pantai Mangrove Kawang

Spot yang dikenal dengan nama lain Cemara Muncar ini dibuka di awal tahun 2022, namun pepohonan dan tanamannya sendiri ditanam dari tahun 2016.

Yang menjadi daya tarik wisata disana adalah tulisan-tulisan unik untuk foto selfie. Lokasi tepatnya di Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Biaya masuknya sekitar Rp.10.000/orang.

14. Hutan Mangrove Kota Tegal

Hutan bakau satu ini berlokasi di sebelah timur Pantai Alam Indah atau PAI dan ditumbuhi dengan berbagai macam tanaman mangrove seperti cemara Laut, bakau, api-api, tanjung, lamtoro, glodogan, mangga, widara laut, waru, hingga mahoni.

Jalan setapaknya telah dirapikan dengan menggunakan paving block, jadi sangat nyaman untuk dijadikan area jogging track.

Masuk kesini Gratis, cuma kena biaya parkir itupun harganya sangat murah, anggap saja retribusi untuk kebersihan tempat sekitar.

Masih banyak hutan Bakau di Indonesia yang tidak sempat dijabarkan satu persatu seperti di Pantai Cengkrong Tulungagung, Bakau Ayah Kebumen, di Muara Gembong Bekasi, Nongsa Batam, di Perairan Belawan, Bsd Bontang dan di Pantai Baros Bantul,

Bahkan ada juga bakau Ujungpangkah di Gresik, Hutan Bakau Karangsong di Indramayu, Taman Bakau Morosari Demak.

Tumbuhan bakau ini juga dijadikan nama hotel di Olongapo, Filipina yakni Mangrove Resort Hotel.

Nah, itulah beberapa hutan bakau di Indonesia yang bisa dijadikan tempat wisata ketika liburan atau akhir pekan tiba.

Biasanya berwisata ke Hutan Bakau tidak memakan biaya besar kecuali jika Anda ingin menginap di kawasan wisata tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!