Travel  

5 Tradisi Lebaran di Kuala Lumpur yang Memiliki Kemiripan dengan Tradisi di Indonesia

5 Tradisi Lebaran di Kuala Lumpur yang Memiliki Kemiripan dengan Tradisi di Indonesia

tribunwarta.com

Hari Raya Idul Fitri atau sering juga disebut hari raya lebaran sudah didepan mata, kita tinggal menghitung hari menuju hari kemenangan setelah selama 30 hari menjalankan ibadah puasa.

Hari lebaran tentu saja menjadi hari paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Banyak yang merayakan hari kemenangan ini menjadi momen tepat untuk mudik ke kampung masing-masing dan bertemu dengan keluarga atau ada juga yang merencanakan untuk berlibur keluar negeri ketika hari itu telah tiba.

Merayakan lebaran diluar negeri memang menjadi salah satu pilihan tepat jika ingin mencari suasana yang baru. Dan saat ini, salah satu negera paling banyak dikunjungi ketika berlibur adalah negari jiran kita yaitu Kuala Lumpur.

Namun perayaan hari raya besar umat muslim di negara ini tidak semeriah seperti yang ada di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya adalah muslim.

Meskipun hari raya idul fitri menjadi hari raya besar bagi mayoritas penduduk di kota ini namun tidak ada penyambutan khusus meriah seperti layaknya di negara kita.

Merayakan lebaran di Kuala Lumpur yang terkenal dengan Petronas Twin Tower sama halnya dengan merayakan lebaran diberbagai negara. Seperti di Indonesia, Kuala lumpur juga memiliki beberapa tradisi untuk merayakan hari besar agama islam itu.

1. Pulang Kampung

Kuala Lumpur memiliki beberapa tradisi yang tidak jauh berbeda dengan negara kita. Dan hal paling umum dilakukan oleh umat muslim ketika merayakan hari lebaran adalah mudik.

Para umat muslim di Kuala Lumpur ternyata sama juga dengan umat muslim di Indonesia. Mudik menjadi rencana yang paling pertama kali untuk dilakukan dan tentunya tidak boleh dilewatkan karena dengan mudik maka anda juga dapat melakukan kegiatan wisata di kampung.

Jika di Indonesia kita mengenal istilah mudik, maka di negara tetangga mereka menggunakan istilah ini dengan “balik kampung”. Tradisi ini akan terlihat ketika satu minggu sebelum lebaran maka sebagian besar warga yang tinggal di Kota Kuala Lumpur akan pulang kampung ke daerah mereka.

Biasanya satu minggu menjelang hari lebaran maka jalan tol akan dipenuhi dengan lautan manusia yang ingin pulang ke kampung halaman sehingga kota ini akan tampak sunyi sepi ketika hari H sudah tiba.

Ternyata tradisi pulang kampung bukan hanya mendarah daging bagi kita warga Indonesia ya, bagi warga di negeri jiran ini juga sudah mendarah daging juga.

2. Kuliner

Lebaran tanpa ada makanan rasanya seperti hambar, seperti ada yang kurang. Tidak berbeda jauh dengan kita yang tinggal di tanah air, penduduk Kuala lumpur juga merayakan lebaran dengan menyediakan berbagai macam makanan yang khas dari negara mereka.

Tradisi yang kedua ini juga ternyata melekat bagi setiap negara yang merayakan hari raya yang biasa kita lakukan di negara kita sendiri.

Beberapa makanan ciri khas yang selalu disediakan mereka ketika idul fitri tiba diantaranya adalah ketupat, lemang, rendang dan bahkan juga sampai menyediakan beraneka kue hari raya. Mereka biasanya menyebutnya dengan “Kuih Raya”.

3. Open House (Silaturahmi)

Tradisi terakhir dari warga Kuala Lumpur juga menjadi hal paling wajib untuk dilakukan yaitu Open House atau lebih dikenal dengan istilah Silaturahmi.

Tradisi ini menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan karena Openhouse atau Silaturahmi ke rumah saudara dapat menjaga hubungan baik terhadap sanak saudara dengan bermaaf-maafan atau sekedar berkunjung.

Penduduk kota akan mempersilahkan siapa saja untuk datang bersilaturahmi kerumah mereka. Mereka akan membuka lebar-lebar pintu mereka bagi setiap warga yang datang meskipun yang datang berkunjung tidak seiman dengan mereka.

Dan dengan adanya tradisi untuk mempersilahkan para tamu yang datang berkunjung dan bersilaturahmi mampu untuk mempererat hubungan harmonis antarumat beragama dan menghargai setiap perbedaan dalam agama,ras, suku atapun status sosial.

4. Duit Raya

Tradisi yang satu ini ternyata berlaku juga bagi warga Kuala Lumpur, hal sama dan sering dilakukan masyarakat Tionghoa ketika lebaran adalah “ Duit Raya” dimana warga yang lebih tua membagi-bagikan duit atau uang kepada warga yang lebih muda.

Duit Raya adalah suatu keharusan bagi mereka yang sudah memiliki cukup umur dan memiliki dana cukup diharuskan untuk membagi-bagikan duit untuk anak-anak dan bisa juga untuk anak remaja yang belum menikah. Kegiatan duit raya dianggap sebagai perwujudan rasa tulus

5. Bermain petasan

Di kota tersebut anda juga akan menemukan euforia penyambutan hari kemenangan dengan bermain petasan. Di tengah-tengah kota kuala lumpur tepatnya di kampong Bharu, satu-satunya tempat yang diizinkan untuk bermain petasan.

Namun bagi umat muslim yang bertempat tinggal di kuala lumpur tidak memiliki tradisi seperti yang biasa kita lakukan yaitu baju baru di hari lebaran. Penduduk kuala lumpur lebih senang mengenakan pakaian adat daerah mereka yaitu pakaian adat melayu untuk menyambut hari lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!