Travel  

10 Referensi Makanan Khas di Daerah Sumatera Utara Yang Lezat Ini Akan Menggetarkan Lidahmu

10 Referensi Makanan Khas di Daerah Sumatera Utara Yang Lezat Ini Akan Menggetarkan Lidahmu

tribunwarta.com – Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang cukup populer di Indonesia. Selain terkenal akan keindahan Danau Tobanya, wilayah beribukotakan Medan ini juga sangat dikenal karena menyajikan sejumlah pesona alam menarik lainnya.

Namun tak hanya itu saja, masih ada beberapa macam daya tarik lainnya yang bagus buat dieksplore dari Sumatera Utara ini mulai dari rumah adat, kebudayaan hingga makanan tradisionalnya.

Nah, penasaran apa saja macam-macam makanan khas Sumatera Utara yang masih bertahan sampai saat ini? Berikut daftar nama menunya lengkap beserta penjelasannya hingga cara membuatnya.

1. Arsik

Nah, kuliner khas Sumatera Utara yang berasal dari daerah Batak bernama arsik ini adalah salah satu masakan tradisional terlezat dan paling menggetarkan lidah.

Masakan suku Batak ini menurut resepnya merupakan sejenis lauk pauk yang bahannya terbuat dari ikan mas atau gurame, dan rempah-rempah pilihan seperti andaliman serta asam cikala untuk memberi rasa pedas pada sajiannya.

Menurut keterangannya, cara pembuatannya cukup mudah dimana semua bumbu dihaluskan, kemudian dilumuri secara merata kedalam ikan, lalu dimasak dengan api sedang.

Untuk menikmati arsik dengan citarasa paling top, sederet rumah makan khas Batak di kawasan Pulau Samosir dan Tapanuli Utara adalah tempat paling pas buat dituju.

Untuk harganya cukup bervariasi, tergantung rumah makannya dan ukuran ikannya, biasanya hanya dibanderol kisaran Rp.10.000-Rp.50.000 sepinggan.

2. Bika Ambon

Menurut penjelasan Wikipedia, bika ambon adalah salah satu jenis penganan berasal dari Medan berbahan dasar telur, gula, santan serta air nira.

Diberi nama demikian karena jalan Ambon di Medan adalah tempat pertama kalinya makanan satu ini dibuat dan juga dijual.

Bila dilihat dari foto ataupun gambarnya, kue ini teksturnya sangat lembut juga legit. Tak hanya pas untuk menjadi menu pembuka, bika ambon pun menjadi kombinasi paling pas buat minuman segar.

Kue berwarna kuning yang cocok dijadikan oleh-oleh ini banyak dijual di jalan Majapahit, Medan Petisah. Dan untuk harganya dibanderol kisaran Rp.50.000-Rp.90.000/kotaknya.

3. Daun Ubi Tumbuk

Nah, sajian tradisonal ketiga ini adalah salah satu contoh menu pendamping makanan pokok yang terbuat dari daun ubi atau biasa disebut singkong.

Selain cara membuat cukup mudah, resep bumbu hidangan ini juga sangat sederhana hanya perlu lengkuas, serai, kecombrang, bawang, jahe, santan dan garam.

Menu daun ubi tumbuk ini sangat mudah ditemukan di rumah makan di sekitar Sumatera utara dan soal harga, pada umumnya hanya dibanderol sekitar Rp.2.000-Rp.5.000/porsinya.

4. Lemang

Bila melihat sekilas gambar dari penganan khas Sumatera Utara satu ini, Sahabat JejakPiknik pasti sudah tidak asing lagi dengan rasanya.

Pasalnya, penganan yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam seruas bambu ini juga menjadi salah satu kuliner nasional di beberapa daerah lain di Indonesia.

Selain cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh, lemang juga kerap menjadi salah satu makanan khas lebaran bagi suku Melayu di kota Tebing Tinggi dan Medan sekitarnya.

Lemang sendiri banyak dijual di sepanjang jalan Medan-Tebing Tinggi dan soal harganya, kita hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp.10.000-Rp.25.000 saja.

5. Saksang

Nah, bahan utama masakan tradisional Sumatera Utara ini terbuat dari olahan daging babi, anjing ataupun kerbau yang dimasak dengan lumuran darah.

Uniknya, kuliner hewani ini juga dimasak dengan tambahan bumbu khas Batak lainnya seperti ada ketumbar, andaliman, merica, lengkuas, jeruk purut, jahe, kunyit, daun salam dan santan.

Untuk mendapatkan citarasa saksang terbaik, Sahabat JejakPiknik silahkan berkunjung ke warung-warung makan khas Batak di daerah Samosir. Mengenai harganya berkisar 10-50 ribu seporsinya.

6. Ni’Owuru

Ni’Owuru adalah salah satu makanan khas Nias berbahan dasar daging yang diasinkan menggunakan garam agar awet dan tahan lama.

Daging yang digunakan biasanya menggunakan daging ayam, sapi ataupun kerbau. Karena termasuk makanan tahan lama, membuat penganan ini cocok buat dijadikan sebagai oleh-oleh.

Dan satu tempat yang menjual ni’owuru adalah Toko Waristo di jalan Sirao No.37, Saombo, Gunung Sitoli. Disini satu bungkus penganan ini dibanderol dengan sangat terjangkau.

7. Mie Gomak

Nah, kuliner berikutnya ini kerap disebut spaghety ala Batak. Penamaan kuliner tersebut diambil dari bahasa setempat yakni gomak yang berarti di genggam dengan tangan.

Kuliner ini rasanya pedas dan gurih karena dimasak bersama bumbu khas Batak yakni andaliman serta santan kental. Mencicipinya sekali aja dijamin akan membuat kita semakin ketagihan.

Kuliner ini biasanya dijual saat pagi hari sebagai menu sarapan dan banyak dijual di warung-warung makan di seluruh daerah Sumatera Utara. Soal harga, cukup murah hanya 5-10 ribu seporsinya.

8. Ombus-Ombus

Makanan khas Sumatera yang terkenal berikutnya adalah ombus-ombus, sejenis penganan terbuat dari tepung dimana ditengahnya terdapat gula merah dan biasanya dibungkus dengan daun bambu.

Kue orang Batak berukuran bulat kecil ini sangat enak dimakan dalam keadaan hangat sembari dibarengi minuman seperti kopi atau teh.

Penganan ini biasanya dijajakan pagi-pagi oleh para pedangan keliling di daerah Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Soal harga, kita hanya perlu merogoh kocek Rp.1.000-Rp.1.500 saja untuk per bijinya.

9. Naniura

Menurut pengertian sejarah orang Batak, Naniura ini dahulu adalah salah satu masakan tradisional yang hanya disajikan khusus untuk raja saja. Namun kini, kuliner tersebut sudah dapat disantap oleh semua orang.

Naniura ini termasuk lauk pauk sangat unik karena diolah tanpa dimasak melainkan diendapkan selama 4-5 jam bersama rempah-rempah yang diberi banyak asam untuk memasak ikannya.

Kuliner ini bisa Sahabat JejakPiknik dapatkan di warung-warung makan khas Batak di Tapanuli Utara ataupun di Samosir dan soal harganya masih cukup terjangkau.

10. Kolak Durian

Bila pada umumnya kolak dibuat dari umbi, di Sumatera Utara bahan dasarnya justru menggunakan daging durian. Rasanya yang gurih dijamin akan membuat Sahabat JejakPiknik ketagihan ingin tambah lagi.

Dan selain durian, seporsi penganan penutup ini juga dilengkapi dengan beberapa bahan lainnya seperti ketan putih, pisang kepok, jagung manis rebus serta santan kental.

Kuliner ini paling banyak dijajakan di sekitar jln.DR.Mansyur dekat kampus USU dan semangkok kolak duriannya hanya dibanderol kisaran Rp.10.000-Rp.15.000 saja, tergantung campurannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!