Travel  

10 Makanan Khas Malta dengan Cita Rasa Tradisionalnya

10 Makanan Khas Malta dengan Cita Rasa Tradisionalnya

tribunwarta.com – Memiliki nama resmi Republik Malta, Malta merupakan sebuah negara kepulauan di selatan Sisilia. Tiap tahunnya negara ini dikunjungi oleh sekitar 2 juta pengunjung. Di antara beberapa alasan mengapa orang-orang mengunjungi malta adalah karena makanan khas Malta.

Apa pun acaranya, mau senang ataupun sedih, wisatawan akan menyaksikan hidangan dalam porsi besar yang sarat kalori. Makanan ini biasanya ditemani dengan anggur atau bir yang jumlahnya sama banyaknya.

Hidangan negara ini bergaya Mediterania yang menghidangkan sayuran, ikan, dan minyak zaitun hingga kue-kue dan hidangan pasta yang lezat. Berikut ini menu makanan dari Malta yang mesti kamu tahu!

1. Stuffat tal-Fenek

Makanan tradisional khas Malta yang berbahan kelinci ini dikenal oleh penduduk setempat sebagai stuffat tal-Fenek. Hidangan ini merupakan makanan pokok dalam masakan Malta. Makanan ini merupakan bagian penting dari budaya dan kehidupan keluarga sehingga sampai dianggap sebagai hidangan nasional Malta.

Resep stew kelinci yang dimasak dengan proses slow-cooking ini merupakan resep tradisional yang sudah ada semenjak zaman Knights of St. John.

Hidangan ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang banyak ditemukan pada hidangan Malta lainnya, di antaranya sayuran lokal seperti wortel, tomat, dan bawang bombay, yang dimasak bersama dengan bawang putih serta red wine.

Daging dimasak dengan menggunakan api kecil sampai daging menjadi sangat empuk sehingga terlepas dari tulangnya. Stew ini akan hadir dalam acara pertemuan keluarga serta hari libur, terkadang bisa juga dihidangkan di hari kerja. Sebutan lain untuk hidangan ini adalah fenkata.

Hidangan ini biasanya disantap bersama dengan keripik kentang goreng dan ftira (roti khas Malta) segar. Namun fenkata bukan hanya tentang makanan tapi juga mencakup saat mengobrol yang menggembirakan dan persahabatan. Ini benar-benar sebuah perayaan.

2. Aljotta

Aljotta merujuk pada jenis sup ikan yang terkenal dalam makanan khas Malta. Ini merupakan hidangan berupa sup lemon dan bawang putih yang menjadi populer sekali saat Prapaskah ketika menyantap daging dilarang.

Akar dari aljotta adalah bouillabaisse dari Prancis tapi bedanya aljotta diberi tambahan mint, lemon, serta nasi. Makanan ini berbahan ikan kecil utuh (seperti rockfish) mulai dari kepala, ekor hingga siripnya utuh untuk mendapatkan sebanyak mungkin rasa.

Ikan tersebut kemudian dipadukan dengan bawang merah goreng, bawang putih, mint, tomat, bay leaf dan nasi. Sesudahnya hidangan tersebut diberi hiasan berupa peterseli dan perasan air jeruk lemon.

Jika cara memasaknya benar, aljotta merupakan salah satu sup paling lezat dalam kuliner Malta. Menurut seorang penulis di Times of Malta, kualitas restoran baru di Malta akan diukur dari rasa aljotta-nya.

3. Bigilla

Bigilla merupakan makanan khas Malta yang berupa pasta atau saus. Hidangan ini biasanya disajikan di perayaan, pesta, dan acara khusus. Beberapa orang ada yang menikmatinya sebagai hidangan pembuka juga.

Pasta ini merupakan bumbu serbaguna dan umumnya digunakan sebagai olesan untuk roti Malta ataupun galetti, yaitu sejenis biskuit atau cracker tipis tradisional khas Malta. Olesan ini dibuat dari kacang tic tumbuk, yang orang Malta dikenal sebagai ful ta’ irba.

Untuk membantu memberikan kesegaran dan kualitas aromatik pada pasta kacang tersebut, maka ditambahkan bawang putih, peterseli, serta rempah-rempah lainnya seperti mint ataupun basil.

Walaupun bigilla asal-usulnya tidak begitu diketahui, makanan ini diyakini sudah jadi santapan di Malta selama beberapa generasi. Wisatawan dan penduduk lokal menyukai makanan ini.

4. Bebbux bl-aljoli

Bebbux bl-aljoli merupakan hidangan siput tradisional yang asalnya dari Malta. Hidangan berupa siput matang yang dihidangkan dengan saus arjoli.

Siput dibersihkan terlebih dulu, dicuci, kemudian direbus sampai matang, lalu dikeluarkan dari cangkangnya lalu diletakkan di atas piring besar.

Saus arjoli dari bahan-bahan berupa remah roti, bawang putih, tomat, peterseli, minyak zaitun, jus lemon, merica dan garam. Saus tadi lalu dituangkan di atas siput yang dimasak.

Hidangan ini umumnya disantap sebagai hidangan pembuka dengan ditemani roti Malta yang memiliki crust dan minyak zaitun.

5. Stuffat tal-Qarnita

Dalam masakan Malta, gurita merupakan bahan makanan yang sangat umum dan bisa dihidangkan dalam bermacam cara. Salah satu makanan khas Malta yang paling digemari yaitu sup gurita atau disebut stuffat tal-qarnita oleh penduduk setempat.

Pertama-tama, gurita segar dibersihkan terlebih dulu kemudian direbus dalam air mendidih dengan diberi garam. Rebus gurita tersebut selama beberapa menit. Sesudah matang, angkat dan segera potong-potong.

Kemudian gurita dimasak dengan metode slow-cooking di dalam kaldu siung bawang putih, bawang bombay, kunserva (pasta tomat manis), tomat potong dadu, minyak zaitun, peterseli serta kulit lemon dan jeruk.

Agar tekstur gurita menjadi lebih baik, disarankan gurita dibekukan dulu selama beberapa hari sebelum membuat stew. Umumnya semangkuk panas stuffat tal-qarnita dihidangkan dengan roti Malta yang lezat. Aromanya pasti memikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!