Travel  

10 Gambar Pelabuhan Paotere Makassar, Lokasi Alamat, Pelelangan Ikan + Akses Jalan Menuju ke Sana

10 Gambar Pelabuhan Paotere Makassar, Lokasi Alamat, Pelelangan Ikan + Akses Jalan Menuju ke Sana

tribunwarta.com – Lokasi: Pelabuhan Paotere, Gusung, Kota Makassar, Sulawesi SelatanMap: KlikDisiniHTM: –Buka/Tutup: 05.00-17.00Telepon: –

Kota Makassar seolah tak pernah berhenti untuk menyuguhkan pemandangan menarik dengan aneka objek wisata dan tempat wisata favorit. Ibu kota Sulawesi Selatan tersebut menyediakan berbagai macam fasilitas untuk memanjakan para wisatawan.

Mulai dari pantai hingga taman bermain modern tersedia di sini. Bicara tentang pantai, pasti yang langsung diingat adalah pantai Losari, bukan. Ternyata selain pantai Losari, ada juga objek wisata bahari yang tak kalah cantik, yaitu pelabuhan Paotere.

Dahulu Makassar dipimpin oleh Kerajaan Gowa Tallo abad ke-14. Sangat terkenal dengan pasukan lautnya. Bagamana tidak, Raja Gowa Tallo kala itu mengirimkan pasukannya dalam 200 kapal pinisi untuk berjuang melawan penjajah Belanda.

Hingga saat ini kapal-kapal pinisi tersebut masih berlabuh di pelabuhan Paotere dan menjadi ikon kota Makassar. Fungsi pelabuhan ini sama dengan pelabuhan lainnya di Indonesia, sebagai tempat perdagangan dan transportasi antar pulau.

Bila ada pelabuhan dengan kapal yang ramai sudah pasti arus perdagangan lancar. Seperti tempat pelelangan ikan. Saat tangkapan ikan nelayan banyak pada hari-hari tertentu, harganya pun cukup murah.

Tempat pelelangan ikan paling ramai adalah pagi dan sore hari. Dini hari, ramai dengan nelayan yang sedang membongkar ikan-ikan hasil tangkapannya.

Saat Anda datang ke sini, jangan lupa untuk mencoba kuliner di pelabuhan yang sangat khas, yaitu ikan bakar seafood dan sambal cobe-cobe. Banyak warung ikan bakar di sini, biasanya menu ikannya adalah ikan krapu, baronang dan ikan cepak.

Untuk oleh-oleh, pengunjung juga dapat membawa ikan dari sini. Beberapa di antaranya menjadi andalan yaitu ikan teri yang telah diawetkan, aneka macam ikan asin, pindang kakap merah.

Bila ingin memancing sendiri secara langsung, di sini juga tersedia jasa sewa kail dengan harga empat ribu rupiah per jamnya. Biasanya ramai dengan pemancing saat sore hari.

Bila Anda tertarik untuk mencoba wisata bahari di Pelabuhan Paotere, langsung datang ke sini. Lokasinya kira-kira lima kilometer atau sekitar tiga puluh menit dari kota Makassar. Alamatnya di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Sejarah Paotere

Sekilas sejarah tentang Pelabuhan Paotere dahulu dan sekarang agak berbeda. Dahulu saat kerajaan Gowa Tallo berkuasa, Paotere termasuk pelabuhan rakyat yang sangat ramai. Tak hanya sebagai pusat arus perdagangan, melainkan juga jalur singgah tradisional bagi warga.

Akibat dari ramainya pusat perdagangan di sini, hingga terkenal ke mancanegara. Pada abad ke-15, banyak komoditi ekspor yang diberangkatkan dari sini dengan label Haven Makassar.

Saat itu, pelabuhan pengelolaan pelabuhan dilakukan secara mandiri, untuk menjadi pusat ekspor pengiriman dengan aneka komoditi dari wilayah nusantara timur untuk dikirim ke luar negeri.

Sayangnya saat abad ke-19, pelabuhan ini ditutup secara sepihak oleh Belanda. Akibat dari penutupan tersebut adalah perang dengan tiga kerajaan besar di bumi Sulawesi, yaitu Gowa, Bone, dan Luwu.

Sejak saat itu, pelabuhan Paotere menjadi sepi, bila pun ada aktivitas perdagangan, sangat sedikit dan terkesan kurang hidup. Sampai pada awal abd ke-21, seorang keturunan Raja Gowa, yaitu cucu Raja, Thamrin Andi Mansyur yang ingin mengembalikan kejayaan paotere.

Beliau memperjuangkan untuk mengembalikan kemakmuran pelabuhan Paotere seperti dahulu dan meminta hak otonom untuk pengelolaannya.

Pada akhirnya perjuangan beliau pun membuahkan hasil. Berdasarka informasi dari Dinas perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, melaksanakan sebuah proyek untuk mengembangkan prasarana perikanan dan sarana pelabuhan Paotere pada tahun 1991.

Setelah sebelas bulan lamanya, akhirnya pelabuhan paotere kembali seperti semula, sebagai pusat perdagangan. Namun, untuk masa sekarang yang menjadi komoditi utama adalah hasil ikan dengan pelelangan ikan di dalamnya.

Itulah sekilas profil mengenai pelabuhan paotere. Untuk namanya sendiri ternyata juga memiliki cerita unik di baliknya. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, paotere berarti orang yang pandai merajut tali.

Selain itu, paotere ini dimkasudkan pada para pelaut yang berasal dari Mandar, di mana mereka datang untuk menjual hasil tangkapan di laut. Karena mereka sering datang ke tempat tersebut, sekaligus memperbaiki perlengkapan tambak, layaknya otere atau tali.

Berkat kepandaian pa’otere tersebut, banyak juga penduduk serta nelayan lokal yang belajar pada mereka untuk membuat perlengkapan tambak. Pada awal 1970an, sudah mulai banyak kapal nelayan dari berbagai daerah, seperti mandar, buton, pare-pare, maros.

Saat itu pelabuhan mulai ramai dengan aktivitas yang terpusat pada tambak ikan saja. Untuk meningkatkan laju perekonomian, dibentuklah pasara atau pasar, yang tidak hanya menjual ikan, melainkan juga menjual kebutuhan rumah tangga hingga keperluan sandang lainnya.

Di sinilah awal mula munculnya tempat pelelangan ikan. Semua ikan dijual lebih murah di sini, daripada di tempat lainnya. Selain itu juga, menjadi destinasi favorit bagi wisatawan selama di Makassar.

Anda masih bisa melihat kapal phinisi khas Makassar, yang biasanya hanya lihat di gambar, Anda dapat melihat langsung, bahkan berfoto dengan latar belakang kapal bersejarah tersebut.

Banyaknya kapal nelayan yang bersandar di sini juga memberikan suasana yang berbeda. Rasa tradisional dan asri, khas tempat nelayan memberi daya tarik bagi wisatawan, terutama dari mancanegara.

Bagi Anda yang mungkin masih kebingungan dalam menemukan objek wisata seperti pelabuhan Paotere ini, dapat menggunakan peta online seperti google map.

Bila browsing online untuk paotere akan banyak photo yang meunjukkan lokasi tersebut. Jadi, Anda tidak akan merasa asing saat pertama kali tiba di sana. Ayo berlibur ke Makassar sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!