Travel  

10 Gambar Curug Bangkong Kuningan, Lokasi Alamat, Misteri Mitos, Rute Jalan Menuju Wisata + Asyik Mandi Sambil Berenang di Area?

10 Gambar Curug Bangkong Kuningan, Lokasi Alamat, Misteri Mitos, Rute Jalan Menuju Wisata + Asyik Mandi Sambil Berenang di Area?

tribunwarta.com – Lokasi: Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia 45563Map: KlikDisiniHTM: GratisBuka/Tutup: 24 jamTelepon: 0817-613-246

Provinsi Jawa Barat (Jabar) bisa dibilang memiliki wisata yang banyak. Di Desa Santanamekar, Cisayong, Tasikmalaya ada Curug Badak. Ada juga Curug Gado Bangkong di Tasikmalaya. Nama Tasikmalaya ini diambil dari dua kata “tasik” dan “malaya”.

Kemudian ada Gunung Gede Pangrango dimana biasanya dilakukan ekspedisi hutan. Wisata gunung yang lain ada di Kabupaten Majalengka. Namanya yaitu Gunung Ceremai.

Selain itu saat Anda berada di Jawa Barat, pastikan juga untuk mengunjungi daerah Dago. Lalu jika Anda ingin menikmati suasana dingin yang asik, bisa mencoba untuk bermalam di villa daerah Gadog, Puncak, Jawa Barat.

Di Kuningan, Jabar banyak ditemukan obyek wisata menarik, ada Waduk Darma dan Curug Bangkong. Selanjutnya di bawah ini akan dijelaskan mengenai Curug Bangkong.

Lokasi dan Rute Menuju Curug Bangkong

Curug Bangkong terletak di Kabupaten Kuningan, alamat tepatnya ada di Desa Kertawirama, Kec Nusaherang, Kuningan. Tempat wisata ini berjarak kurang lebih 9 km dari Kota Kuningan. Sedangkan dari Kota Cirebon dan Kota Ciamis berjarak 44 km dan 63 km.

Untuk wisatawan yang datang dari arah Cirebon atau Kuningan, tempat wisata ini akan terlihat di sisi kanan. Sebelum tempat wisata akan ada papan penunjuk jalan yang bertuliskan “Wisata Alam Curug Bangkong + 700 m”.

Sedangkan bagi Anda yang datang dari arah Ciamis akan melihat penunjuk jalan tersebut di sebelah kiri.

Setelah melewati papan penunjuk jalan tersebut, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan aspal. Kemudian nantinya Anda akan sampai pada sebuah lekukan jalan dengan hamparan sawah di mana terdapat plang kecil bertuliskan “Curug Bangkong”.

Jika Anda membawa kendaraan roda empat, Anda bisa memarkirkan kendaraannya di tempat tersebut. Sedangkan bagi yang membawa kendaraan roda dua bisa membawa kendaraannya ke dalam walaupun tidak ada lahan parkir khusus.

Selanjutnya setelah melewati hamparan sawah, Anda akan melewati lahan kering dan kebun di mana akan terlihat gardu loket yang sudah tidak terpakai lagi.

Lanjutkanlah perjalanan sampai memasuki jalan setapak dan akhirnya sampai di kawasan lokasi wisata. Jika masih belum jelas, lihatlah peta yang tersedia di atas dan sebaiknya Anda datang ke sana sebelum hari gelap.

Dongeng Sasakala Curug Bangkong

Sejarah asal usul dari Curug Bangkong bermula dari adanya seorang pertapa bernama Wiria yang berasal dari Ciamis. Ia kebetulan menemukan curug pada saat berkelana dan ia merasa terpanggil oleh kekuatan gaib disekitar curug.

Ia menyakini bahwa curug tersebut adalah tempat yang tepat untuk bertapa. Ia akhirnya bertapa di sana dan sesekali menyempatkan diri untuk bergaul dengan masyarakat di sekitar. Ia juga sempat mengajarkan masyarakat di sana cara membuat gula merah atau gula kawung.

Berkat peran Wiria, banyak masyarakat di sana yang bermata pencaharian sebagai pembuat gula merah. Masyarakat di sana menjadikan Wiria sebagai tokoh yang disegani dan memanggilnya Abah Wiria.

Menurut cerita, Abah Wiria kemudian melanjutkan tapanya kembali karena merasa ada panggilan batin. Tapanya ini dilakukan di sebuah lubang atau gua di balik curug. Masyarakat sekitar curug merasa kehilangan akan sosoknya dan akhirnya mereka mencari Abah Wiria.

Setelah dicari-cari, Abah Wiria tidak juga ditemukan. Abah Wiria diduga hilang karena telah menyempurnakan tapanya dan diyakini telah menjelma menjadi seekor kodok. Dalam bahasa Sunda, kodok biasa disebut dengan bangkong.

Masyarakat meyakini hal tersebut karena di sekitar curug tersebut sering terdengar suara kodok sepeninggalnya Abah Wiria. Dengan adanya legenda tersebut, akhirnya tempat ini diberi nama Curung Bangkong.

Misteri Dari Curung Bangkong

Meskipun terlihat indah, tidak sedikit yang beranggapan bahwa curug ini adalah tempat yang angker. Seperti sudah diketahui dari asal usulnya, curug ini memang penuh dengan misteri. Oleh karena itu, curug ini akan menarik dikunjungi wisatawan yang menyukai dunia mistis.

Masyarakat daerah sana pernah mellihat cahaya yang terang benderang melayang-layang di sekitar curug. Kejadian ini terjadi pada tahun 1970-an dimana cahaya tersebut kemudian menghilang di sebuah makam keramat yang ada di sana.

Diketahui bahwa makam tersebut merupakan makam panglima Kerajaan Talaga bernama Pangeran Arya Salingsingan. Pengeran Arya dipercaya sebagai salah satu penyiar agama Isalm di daerah Kuningan Barat.

Anggapan tentang angkernya tempat ini bermula dari anggapan masyarakat di masa lalu yang mengaitkannya dengan kejadian meninggalnya pemuda bernama Yoyo di curug tersebut. Mayat dari Yoyo ini tidak berhasil ditemukan.

Mereka kemudian beranggapan bahwa kematiannya merupakan tumbal dari keangkeran Curug Bangkong. Karena kejadian ini, para wisatawan yang berkunjung ke sana tidak diperbolehkan untuk mandi.

Selain itu di tahun 2002 juga ada kejadian dimana seorang pemuda bernama Tatang yang gantung diri di sekitar curug hingga tewas. Kejadian-kejadian tersebut terus membekas di hati masyarakat hingga saat ini.

Sesepuh desa mengatakan bahwa ujung dari lubang yang berada di sisi kiri belakang curug berada di Gunung Embun. Lubang ini akan mengeluarkan embun saat debit airnya mencapai lima kubik.

Pada tahun 1950-an ternyata pernah dilakukan suatu percobaan dengan memasukkan ke dalam seekor anjing yang diikat dengan tali. Kemudian setelah beberapa saat tali tersebut ditarik, akan tetapi hanya ada tali saja dan anjing tersebut menghilang.

Keunikan

Curug ini memiliki ketinggian mencapai 23 meter dan lebar 3 meter. Hal yang membuat menarik adalah debit airnya sangat besar. Bahkan di musim kemarau pun air di sini bisa meluber dari bekas kolam renang depan curug hingga ke arah sungai.

Sedangkan di musim hujan, debit air yang keluar pun semakin besar. Di sana akan tercipta air terjun yang terbelah dua. Dari bagian curug dekat dengan gua biasanya bisa terlihat pelangi. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan poto indah dari pelangi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!