Travel  

10 Gambar Bendungan Walahar Karawang, Lokasi Alamat, Misteri Mitos + Nikmatnya Menu Pepes Jambal

10 Gambar Bendungan Walahar Karawang, Lokasi Alamat, Misteri Mitos + Nikmatnya Menu Pepes Jambal

tribunwarta.com – Lokasi : Kampung Kutapuhaci, Kelurahan Walahar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang 41363Map : KlikDisiniHTM : GratisBuka/Tutup : 24 JamTelepon : (0267) 235032

Bendungan Walahar merupakan sarana untuk mengatur debit arus sungai untuk menyalurkan air ke sungai-sungai kecil agar bisa mengalir ke area persawahan. Bangunan bendungan juga sangat panjang sekitar 200 meter dengan tinggi lebih dari 150 meter membelah sungai Citarum.

Bendungan Walahar Memiliki Bangunan Seperti Tembok Cina

Bentuk bangunan sangat rapi dengan peraduan warna kuning dan hitam sehingga membuat panorama indah di tengah sungai. Bendungan ini akan membelah arus sungai menjadi 2 arah, yang pertama ke arah barat dari bendungan utama dan ke arah utara untuk mengairi sawah.

Bangunan bendungan utama memiliki pintu air sebanyak 4 buah yang dikendalikan melalui lantai 2 atau paling atas. Sedangkan lantai 1 dijadikan sarana jembatan sebagai jalan pintas untuk menghubungkan 2 kecamatan, yaitu antara kecamatan Ciampel dan kecamatan Klari.

Tentu saja jembatan memasuki lorong benteng dan para pengguna jalan akan mendengar suara gemuruh air jatuh dari pintu bendungan. Jalan di dalam jembatan memiliki lebar 2 meter sehingga bisa dilewati mobil, namun hanya untuk satu mobil saja dengan sepeda motor.

Hal ini membuat jembatan selalu ramai, terutama pada pagi hari ketika masyarakat memulai aktifitas kerja ataupun sekolah. Pada hari minggu, lingkungan jembatan juga sangat ramai karena dijadikan sebagai tempat wisata bagi masyarakat Karawang maupun luar kota.

Di pinggir jembatan terdapat pagar besi berwarna hijau sebagai pembatas jalan serta untuk menjaga keamanan bagi pengguna jalan. Biasanya para pengunjung bersandar di pagar besi untuk melihat pemandangan sungai dan mengambil foto serta video dengan kamera atau selfi.

Dari pagar besi juga bisa melihat derasnya aliran sungai Citarum untuk menyapu tanaman enceng gondok di sekitar bendungan. Para pengunjung bisa melihat keindahan sunrise dan sunset dari dalam bendungan serta sebagian pemandangan sawah dan pohon-pohon di pinggir sungai.

Konstruksi bangunan memang seperti benteng dan didesain agar kokoh meskipun diterpa arus sungai Citarum setiap saat. Jika diteliti lebih jauh, maka bisa disimpulkan bahwa bentuk bangunan bendungan menyerupai tembok Cina dan tidak terlihat kesan arsitektur dari Eropa.

Hal ini juga bisa dilihat dari bentuk genteng seperti bangunan istana kekaisaran Cina tempo dulu atau Forbiden Kingdom dengan atap bertingkat 2. Selain itu, juga terdapat hiasan khas bangunan Cina diatas tembok lantai 2 dibawah atap seperti gambar naga atau ornamen Feng Shui.

Alamat bendungan berada di desa Walahar, kecamatan Ciampel, kabupaten Karawang, Jawa Barat dekat dengan bekas pabrik Texmaco. Lokasi bendungan Walahar berada di sebelah selatan jalan tol Jakarta-Cikampek dan bisa keluar melalui gerbang tol Karawang, lalu ke arah timur.

Setiap kali penjajah membangun gedung, biasanya ada misteri korban jiwa dari warga pribumi dan hal ini juga terjadi pada pembangunan Bendungan Walahar. Namun kali ini agak menarik karena menurut warga sekitar bahwa makhluk yang sering muncul adalah penjelmaan penjajah.

Menurut warga sekitar, bahwa makhluk halus kerap muncul di kawasan bendungan yaitu arwah penasaran Tuan Brochman sebagai pelopor pembangunan bendungan tersebut. Makhluk ini selalu muncul dengan berperawakan tinggi besar dan berambut merah berpakaian menir.

Di sekitar bendungan juga terdapat banyak pedagang kaki lima untuk menjajakan barang dagangannya kepada para wisatawan. Kawasan bendungan menjadi tempat jalan-jalan bagi warga sekitar dan menamakannya sebagai Parisdo atau Panorama Alam Bendungan Walahar.

Selain itu, kawasan bendungan juga dijadikan sebagai tempat mencari ikan dengan jala atau tempat pemancingan bagi warga sekitar dan pengunjung. Biasanya para pemancing akan menuju lokasi pintu keluar air sebelah barat dan memancing di bawah bangunan bendungan.

Untuk menuju ke bawah bendungan, terdapat tangga bagi para pemancing atau bisa melewati sisi sebelah selatan dan bersantai ataupun mancing di pinggir sungai. Dari kejauhan, pemandangan Parisdo memang tampak sangat indah dengan bentuk bendungan seperti istana langit.

Lokasi paling ramai yaitu pada bendungan kecil yang mengalirkan air ke arah utara dan sepanjang pinggir sungai terdapat padang rumput. Banyak para pengunjung bersantai di pinggir sungai untuk sekedar bersantai bersama keluarga untuk naik sepeda air atau juga memancing.

Di sekitar bendungan juga banyak terdapat café dan rumah makan bagi para wisatawan untuk bersantai dan menyantap makanan sambil melihat pemandangan sungai. Salah satu kuliner favorit bagi para pengunjung yaitu menu makanan pepes ikan, tahu, oncom serta jamur.

Salah satu makanan andalannya adalah menu pepes jambal dengan bahan ikan yang dipotong-potong dan dimasak dengan cara dikukus beserta sambalnya. Pepes ikan terbungkus daun pisang dan daun salam sehingga menghasilkan rasa yang sangat lezat serta nikmatnya terasa di lidah.

Dalam artikel Wikipedia tertulis bahwa bangunan benteng mulai digunakan sejak 30 Nopember 1925 untuk mengairi sawah 87 ribu hektar. Keberadaan bendungan telah membantu sawah di sekitarnya menjadi subur sehingga bisa ditanami setiap musim dan salah satu tonggak ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!