Twitter Blue Resmi Dirilis Ulang, iOS Lebih Mahal dan Ada Centang Emas

Twitter Blue Resmi Dirilis Ulang, iOS Lebih Mahal dan Ada Centang Emas

tribunwarta.com – Setelah menjadi perbincangan publik dan sempat ditunda sebanyak dua kali, Twitter akhirnya resmi merilis ulang layanan berbayar mereka yang bernama Twitter Blue .

Layanan yang pertama kali diluncurkan sekitar Juni 2021 itu masih dibanderol dengan harga yang sama, yaitu 8 dolar AS (sekitar Rp 125.000) per bulan.

Namun, harga tersebut hanya berlaku untuk pengguna Twitter Blue yang berlangganan melalui Twitter versi web. Khusus untuk Twitter versi iOS, harga berlangganan Twitter Blue kini ditingkatkan menjadi 11 dolar AS (sekitar Rp 172.000) per bulan.

TIdak dijelaskan mengapa harga Twitter Blue di platform iOS lebih mahal dibanding web. Namun, selisih harga ini konon diterapkan demi “mengakali” kebijakan pungutan biaya 30 persen di toko aplikasi iOS App Store.

Selain harga, Twitter Blue versi anyar ini juga hadir dengan beberapa benefit baru.

Beberapa di antaranya, seperti pemberian status akun asli alias ” centang biru “, fitur untuk melihat daftar balasan (replies) dari akun terverifikasi, iklan yang diklaim 50 persen lebih sedikit, hingga unggahan video dengan durasi yang lebih lama.

Meski demikian, fitur-fitur baru ini disebut bakal dirilis ke pelanggan Twitter Blue “dalam waktu dekat”. Khusus untuk akun centang biru, status ini akan langsung didapatkan pengguna apabila sudah terverifikasi oleh sistem Twitter.

Di samping fitur-fitur di atas, pelanggan Twitter Blue juga bisa menikmati beberapa fitur anyar Twitter lainnya yang belum meluncur ke publik.

Beberapa di antaranya, seperti fitur untuk mengedit twit (Edit Tweet), Bookmark Folders, Top Articles, Readers Mode, unggahan video dengan kualitas 1080p, dan masih banyak lagi.

Akun Twitter centang emas dan abu-abu

Di samping Twitter Blue “reguler”, Twitter juga meluncurkan Twitter Blue for Business. Tidak disebutkan apa benefit yang ditawarkan begitu juga banderol layanan untuk perusahaan komersil ini.

Yang jelas, pelanggan Twitter Blue for Business nantinya bakal mendapatkan status centang berwarna emas, bukan biru, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Twitter.com, Selasa (13/12/2022).

Selain akun centang emas dan biru, Twitter juga bakal menghadirkan status akun centang abu-abu untuk akun-akun milik pemerintah dan instansi lainnya.

Nantinya, status akun centang abu-abu ini akan menggantikan label “official” alias akun resmi yang sementara masih dipakai hingga saat ini.

Kembali ke Twitter Blue tadi, layanan berbayar ini hanya bisa dinikmati pengguna di wilayah Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris. Rencananya, layanan ini bakal dirilis di negara-negara lain di masa yang akan datang.

Perlu dicatat, hanya akun-akun yang berumur lebih dari 90 hari saja yang bisa berlangganan Twitter Blue.

Selain itu, akun-akun yang tidak aktif, akun yang profilnya diperbarui, hingga akun yang tidak terverifikasi dengan nomor ponsel juga tidak bisa berlangganan Twitter Blue.

Peraturan-peraturan ini konon diterapkan untuk memberantas akun-akun palsu baru yang memanfaatkan status centang biru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *