Telkomsel luncurkan layanan PayLater

Telkomsel luncurkan layanan PayLater

tribunwarta.com – Operator seluler Telkomsel meluncurkan layanan penundaan pembayaran PayLater untuk mendukung akses konsumen ke layanan digital dari mereka.

“Inisiatif ini sejalan dengan prinsip customer-centricity yang selalu kami implementasikan dalam menghadirkan setiap inovasi produk dan layanan terdepan Telkomsel,” kata Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel Wong Soon Nam dalam siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Operator seluler anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkom Group itu berkolaborasi dengan sektor swasta Kredivo untuk menyediakan layanan PayLater.

Telkomsel PayLater adalah layanan penundaan pembayaran perdana dari operator seluler tersebut. Telkomsel menilai layanan penundaan pembayaran itu bisa memperkuat ekosistem digital nasional supaya semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Kehadiran Telkomsel PayLater semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem keuangan digital nasional sekaligus mengakselerasi inklusi keuangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan,” kata Soon Nam.

Misi Telkomsel melalui layanan PayLater adalah supaya konsumen bisa mendapatkan akses ke paket data internet dan kebutuhan digital lainnya seperti hiburan layanan pengaliran arus (streaming).

Telkomsel PayLater bisa digunakan untuk berbagai transaksi di aplikasi MyTelkomsel mulai dari membeli pulsa, paket data internet sampai berlangganan layanan streaming video. Layanan PayLater juga berlaku untuk pembelian paket data internet Telkomsel Orbit.

Pendaftaran layanan penundaan pembayaran juga bisa digunakan melalui aplikasi MyTelkomsel. Telkomsel PayLater menawarkan bunga nol persen untuk jika konsumen melunasi tagihan kurang dari 30 hari.

Telkomsel meyakini layanan PayLater bisa memberikan kebebasan bagi konsumen untuk melakukan berbagai aktivitas digital.

“Telkomsel berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam mengembangkan sektor keuangan digital maupun lintas sektor industri di Indonesia dengan mengoptimalkan ekosistem aset dan jejaring yang kami miliki,” kata Soon Nam.

Perkembangan layanan penundaan pembayaran dan pertumbuhan ekosistem digital diyakini bisa mendorong minat masyarakat untuk bertransaksi di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!