Surat Rahasia dengan “Enkripsi” Tulisan Kaisar Romawi Terpecahkan Setelah 500 Tahun

Surat Rahasia dengan “Enkripsi” Tulisan Kaisar Romawi Terpecahkan Setelah 500 Tahun

tribunwarta.com – Butuh waktu panjang bagi para peneliti untuk memecahkan sebuah surat yang ditulis dengan kode oleh Kaisar Romawi Suci (Holy Roman Emperor), Charles V. Isi surat tersebut akhirnya bisa diterjemahkan setelah hampir 5 abad atau 500 tahun menjadi misteri.

Surat sepanjang tiga halaman dengan 120 simbol terenkripsi tersebut ditulis oleh Charles V untuk duta besarnya, Jean de Saint-Mauris pada tahun 1547.

Menurut para peneliti yang memecahkan kode rahasia tersebut, surat itu berisi ketakutan Charles V terhadap rencana pembunuhan rahasia.

Ia juga mengkhawatirkan ketegangan yang terjadi antara Spanyol dengan Prancis , yang saat itu terus berlarut meskipun pihaknya sudah menandatangani perjanjian damai dengan raja Prancis beberapa tahun sebelumnya.

Soal pembunuhan rahasia, Charles V berkata bahwa ia mendapat informasi rencana pembunuhan dirinya oleh tentara bayaran Italia beranama Pierre Strozzi. Ia kemudian memerintahkan duta besarnya untuk memeriksa kabar itu yang ternyata rumor belaka.

Dalam surat yang sama, Charles V menceritakan perjuangan sengit melawan kebangkitan Protestan, mengingat ia merupakan penganut Katolik yang taat.

Ia kemudian berkata ingin menjaga perdamaian Spanyol dengan Prancis dan melawan pemberontakan.

Diwarnai ratusan simbol

Surat tulisan Charles V itu terpendam di ruang bawah tanah perpustakaan bersejarah di Nancy, Prancis.

Seorang kriptografer di laboratorium Loria di Prancis, Cecile Pierrot mendengar tentang surat itu untuk kali pertama pada tahun 2019, dan melacak serta menemukannya dua tahun kemudian.

Pierrot lantas mencoba memecahkan kode rahasia dalam surat itu dengan mengategorikan berbagai simbol dan melacak pola tanda yang digunakan.

Menurut Pierrot, proses memecahkan kode rahasia dalam surat Charles V terbilang rumit karena ada sekitar 120 simbol yang tidak direpresentasikan dengan huruf sederhana.

Sebagian besar simbolnya memang mewakili huruf atau kombinasi huruf, namun, simbol lainnya merepresentasikan kata. Misalnya simbol jarum yang berarti Raja Inggris Henry VIII.

Vokal yang muncul setelah huruf konsonan juga diganti dengan tanda tertentu untuk mempersulit surat dipahami oleh orang yang tidak berkepentingan.

Pierrot kemudian dibantu oleh sejarawan Camille Desenclos. Desenclos mengarahkan Pierrot ke beberapa surat yang dikirim dan ditulis Kaisar Charles V yang memuat kode lain.

Kode dari salah satu surat itu bahkan ternyata sudah diterjemahkan secara informal, sehingga membantu peneliti memecahkan surat berusia lima abad.

Terjemahan lengkap dari surat Charles V ini sebenarnya belum dipublikasikan. Surat ini ditulis beberapa pekan setelah meninggalnya Raja Inggris Henry VIII dan setelah pemberontakan kelompok penganut Protestan di Jerman atau disebut “Schmalkaldic League”, dihimpun KompasTekno dari Ars Technica, Jumat (2/12/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!