Pakai Dagangan, Omzet Pedagang di Semarang Naik 5x Lipat – Techbiz.ID

Pakai Dagangan, Omzet Pedagang di Semarang Naik 5x Lipat – Techbiz.ID

Techbiz.id – Pedagang sembako yang berada di Semarang mengaku mendapatkan peningkatan omzet penjualan setelah menggunakan aplikasi Dagangan untuk membeli produk yang akan dijual di waarungnya.

Menurut Pemilik Warung, Endang Purwanti, peningkatan penjualan yang dialaminya setelah menggunakan aplikasi Dagangan karena dirinya tidak perlu repot membeli barang dagangan dari pedagang grosir yang lokasi sangat jauh dari rumahnya.

“Sebelum pakai Dagangan saya belanja di Kulakan yang jaraknya dua jam perjalanan. Jadi kalau mau belanja saya harus tutup warung dulu, itu kan artinya saya ngga ada pemasukan kalau harus tutup warung,” jelas Endang.

Berbelanja menggunakan aplikasi Dagangan Endang mengaku tidak perlu repot-repot menutup warung karena barang belanjaan akan dikirim ke warungnya menggunakan sistem pembayaran cash on delivery (COD).

Dengan kemudahan yang didapatkan menggunakan platform dagangan ini Endang mengaku omzet penjualannya naik berkali lipat.

“Sebelumnya omzet sehari palimg ratusa ribu sampai satu juta saja, sekarang alhamdulilah naik. Kalo ramai bisa mencapai Rp5 juta sehari, paling minim Rp3 juta,” kata Endang.

Pakai Dagangan, Omzet Pedagang di Semarang Naik 5x Lipat – Techbiz.ID

Baca juga:

Menurut Wilson Yanaprasetya, Co-FOunder Dagangan, platform miliknya ini memang betujuan membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti sembako, produk segar, dan hingga kebutuhan lainnya.

“Target market kami memang masyarakat yang berada di daerah yang masuk kategori tier 4 dimana lokasinya berada minimal 10 kilometer dari pasar basah yang ada di wilayah tersebut,” jelas Wilson.

Dijelaskan Wilson, secara konsep, aplikasi tersebut merupakan social-commerce, yang artinya para penyedia dan penjual barang kebutuhan dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melakukan promosi dan menjual dagangannya secara langsung, sehingga pembeli dapat memperoleh kebutuhan dengan mudah.

Dengan kata lain, pada aplikasi Dagangan, para penjual tradisional dapat melakukan digitalisasi penjualan dalam suatu ekosistem digital khusus kebutuhan harian.

Cita-cita dari Dagangan ini menurut Wilson adalah untuk memberdayakan masyarakat yang tersebar di daerah untuk berdaya secara ekonomi melalui transformasi kegiatan ekonomi tradisional menjadi digital.

“Dagangan menyelesaikan masalah dengan menyediakan harga barang yang tidak beda jauh, sehingga para pelanggan atau reseller tidak perlu mengeluarkan uang bensin, namun tetap bisa berjualan,” pungkas Wilson.

Artikel ini bersumber dari techbiz.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *