Jumlah Korban Gempa Cianjur, 318 Orang Meninggal, 14 Korban Hilang, 73.693 Warga Mengungsi

Jumlah Korban Gempa Cianjur, 318 Orang Meninggal, 14 Korban Hilang, 73.693 Warga Mengungsi

tribunwarta.com – Hingga kini, jumlah meninggal mencapai 318 orang dan 7.729 orang luka-luka per Sabtu (26/11/2022), pukul 17.00 WIB.

Kemudian, sebanyak 73.693 warga mengungsi di sejumlah titik pengungsian.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Fajar Setyawan.

“Korban jiwa, meninggal dunia berjumlah 318 orang. Adapun hasil pencarian hari ini (Sabtu), ada 8 jiwa per 17.00 WIB,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube BPNB Indonesia, Minggu (27/11/2022).

Adapun untuk 2 warga yang ditemukan jasadnya pada Jumat (25/11/2022) lalu, teridentifikasi merupakan warga Desa Cijedil, termasuk korban hilang.

Sehingga, jumlah korban hilang yang sebelumnya 24 berkurang menjadi 14 orang.

Sementara itu, korban luka akibat gempa berjumlah 7.729 orang.

Rinciannya, 595 orang luka berat, 7.134 orang luka ringan.

Korban luka berat yang masih dirawat di rumah sakit hingga saat ini sebanyak 108 orang.

Untuk korban luka ringan yang sudah tertangani, kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Diberitakan Tribunnews.com , Tim SAR terus melakukan pencarian para korban gempa Cianjur.

Kabasarnas, Marsdya TNI Henri Alfiandi, mengungkapkan tim SAR dibagi dalam tiga tim untuk operasi di tiga area pencarian (worksite).

Ia merinci, Tim Alfa di lokasi Warung Sate Shinta, Tim Bravo di Desa Cijedil RT 03 RW 1 Kecamatan Cugenang, Tim Charlie beroperasi di Kampung Cicadas Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

“Tim SAR sudah bergerak ke lokasi pencarian masing-masing sesuai briefing pagi pukul 07.00 WIB di Posko Basarnas,” kata Henri melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/11/2022).

Jumlah personel yang terlibat dalam operasi SAR sebanyak 1.486.

Berasal dari 207 instansi atau organisasi dan 21 ekor SAR Dog.

Selain tim SAR, juga terdapat tim logistik sebanyak 32 personel.

Kemudian, tim medis 27 personel yang meliputi 6 dokter dan 21 tenaga kesehatan, serta tim ambulans sebanyak 57 unit terdiri dari 41 ambulance medis dan 16 ambulance jenazah.

Terkait peralatan, tim SAR masih menggunakan excavator, alcon (alat penyemprot tanah), peralatan Urban SAR, hingga peralatan manual seperti cangkul dan sekop.

Sebagai informasi, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur , Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) siang pukul 13.21 WIB.

Pusat gempa pada kedalaman 10 kilometer, koordinat 6.84 LS,107.05 BT atau tepatnya di sebelah barat daya Kabupaten Cianjur .

Gempa tersebut, tak hanya dirasakan di wilayah Cianjur , tetapi juga area Jabodetabek dan Bandung.

Medan Terjal jadi Kendala Proses Evakuasi Jenazah Korban Gempa Bumi di Cianjur

Dikutip dari WartakotaLive.com , proses evakuasi jenazah korban gempa dan tanah longsor di Cianjur, Jawa Barat masih terus dilakukan meski hujan rintik sejak Sabtu (26/11/2022) pagi.

Pasca-gempa, Tim gabungan terdiri dari K9 Polri, Basarnas, dan TNI berhasil mengevakuasi korban hilang yang tertimbun tanah.

Pada Sabtu kemarin, tim menemukan lima jenazah di wilayah Kecamatan Cugenang.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan selain karena gundukan tanah licin akibat hujan turun rintik-rintik sejak pagi, area pemukiman yang tidak luas juga harus dilewati.

“Jadi karena cuaca hari ini di Cianjur sudah hujan rintik-rintik sejak pagi, medan pencariannya sangat perlu kehati-hatian karena licin,” ucapnya dalam keterangannya, Sabtu (26/11/2022).

“Begitu juga saat evakuasi jenazah setelah ditemukan, harus melewati gang sangat sempit dan itu anggota estafet kantong jenazahnya agar bisa sampai ke ambulans,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan soal penemuan jenazah korban gempa pada Sabtu, kemarin.

Menurutnya, tim menemukan jenazah korban gempa , yakni laki-laki di Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang.

Korban ditemukan di longsoran bawah dekat kali.

Kemudian, penemuan kedua berada di longsoran atas Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang.

Terdapat dua jenazah, satu laki-laki dan satu balita perempuan berusia sekira dua tahun.

Pada Sabtu (26/11/2022) pukul 10.55 WIB di pinggir kali longsoran atas Jalan Cariu, Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, Cianjur , juga ditemukan satu jenazah laki-laki dewasa.

Selanjutnya, Dedi menyebut, tim akan masih akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama stakeholder lainnya.

“Meski demikian, cuaca dan medan yang tak mudah masih menjadi tantangan bagi tim gabungan menemukan korban hilang akibat gempa Cianjur ,” katanya.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Fahdi Fahlevi, WartaKotalive.com/Ramadhan L Q)

Simak berita lainnya terkait Gempa Berpusat di Cianjur

Update Korban Gempa Cianjur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 318 Orang, 14 Warga Masih Hilang

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!