buat keseharian oke ditambah kamera bagus

buat keseharian oke ditambah kamera bagus

Kali ini tim Tek.id mengulas ponsel vivo V25. Perangkat ini hadir dengan prosesor MediaTek 900 dengan tiga kamera di bagian belakang.

V25 adalah ponsel terbaru vivo yang menyasar ke dalam segmen kelas menengah. Perangkat ini hadir dengan sistem operasi Android 12 yang dilengkapi antarmuka Funtouch 12 khas ponsel vivo. Dalam hal perangkat keras, vivo V25 diperkuat dengan prosesor MediaTek Dimensity 900. Di sisi lain, V25 menampilkan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.

Konfigurasi kamera ponsel ini terdapat tiga unit di bagian belakang, yang terdiri dari kamera utama beresolusi 64 MP, kamera kedua beresolusi 8 MP dengan lensa ultra lebar, dan kamera ketika mengusung lensa makro beresolusi 2 MP. Pada bagian depan, ada kamera beresolusi 50 MP. Berikut adalah hasil ulasannya.

Desain

Dapat dikatakan bahwa V25 adalah salah satu ponsel dengan desain paling trendi yang masuk ke dalam kelas menengah. Ponsel ini memiliki dua pilihan warna, yaitu Aquamarine dan Diamond Black. Unit ponsel V25 yang saya ulas di sini memiliki warna Diamond Black. Warna ini membawa desain Flourite AG Glass pada bagian belakangnya yang akan berkilau di berbagai sudut.

Pada bagian pinggiran tepinya, ponsel V25 dibuat dengan bentuk bersudut. Desain ini diberi nama oleh vivo dengan Flat Frame Design. Dengan membawa bentuk pinggiran seperti ini, V25 menghadirkan kesan premium tetapi tetap terasa minimalis ketika berada di genggaman tangan. Selain itu, bodi V25 tidak mudah meninggalkan noda sidik jari. Sayangnya, bodi ponsel ini agak terasa licin.

Dengan ukuran 159,2 x 74,2 x 7,8 mm, saya merasa V25 cukup pas di pegang dan cukup mudah ketika mengoperasikannya hanya menggunakan satu tangan. Masalah bodi ponsel yang agak licin, saya sarankan agar kalian menggunakan casing-nya sehingga tidak terasa licin. Casing ini sendiri sudah tersedia dalam paket penjualan ponsel.

Pada bagian tepi bawah, kamu akan melihat slot kartu SIM ganda. Slot ini bersifat hybrid, artinya jika kalian ingin memasukkan dua kartu SIM pada ponsel ini, kalian harus mengorbankan slot microSD. Namun, ini tidak terlalu menjadi masalah mengingat kapasitas penyimpanan internal V25 termasuk lega, yakni 256 GB.

Di samping slot kartu SIM, akan terlihat lubang mikrofon untuk merekam audio dan berbicara saat melakukan pembicaraan lewat telepon. Lubang mikrofon ini sangat mirip dengan lubang yang ada di slot kartu SIM, jadi saya sarankan kalian harus berhati-hati saat ingin membuka slot kartu SIM menggunakan ejector.

Masih pada bagian tepi bawah. Selanjutnya kalian akan melihat port USB Type C dan lubang speaker. Beralih ke sisi tepi kanan, di sini kalian akan melihat tombol daya dan tombol volume. Pada bagian sisi atas, hanya terdapat lubang untuk mikrofon, sedangkan sisi kanan tidak ada tombol atau port apapun.

V25 tidak dilengkapi dengan port audio 3,5 mm, tetapi ini tidak menjadi masalah karena kalian dapat menghubungkan earphone ke port USB-C. Selain itu, sudah banyak earphone nirkabel berbasis Bluetooth yang dijual di pasar dengan harga terjangkau. Hal yang menjadi masalah adalah, vivo tidak melengkapi V25 dengan speaker stereo. Dengan demikian, suara yang dihasilkannya kurang imersif ketika kalian mendengarkan musik atau menonton film tanpa menggunakan earphone.

Performa

Layar yang digunakan pada ponsel berbobot 186 gram ini menggunakan teknologi AMOLED dengan ukuran 6,44 inci. Kecerahan dari layar ini cukup tinggi, yaitu 1300 nit, yang berguna ketika kalian mengoperasikan ponsel di luar ruangan. Resolusi yang dimiliki oleh layar AMOLED V25 adalah 1080 x 2404 piksel yang bisa dibilang standar untuk ponsel kelas menengah. Adapun refresh rate yang didukungnya adalah 90 Hz.

Secara default, refresh rate layar tersebut diatur ke dalam opsi bernama Smart Switch. Ini memungkinkan ponsel untuk memilih refresh rate yang sesuai pada konten yang sedang ditonton. Hasilnya, memungkinkan tampilan pergerakan di dalam layar yang mulus tetapi tidak mengorbankan efisiensi penggunaan baterai. Refresh rate 90 Hz memang tidak semulus refresh rate 120 Hz, tetapi ini sudah lebih nyaman dilihat ketimbang layar 60 Hz.

Vivo V25 hadir dengan teknologi Near Field Communication (NFC). Seperti yang kita ketahui, fungsi NFC berguna untuk melakukan pairing pada perangkat yang mendukung (seperti speaker Bluetooth) dan mengisi uang elektronik. Selain itu, V25 menyediakan fitur bernama Access Card. Ini memungkinkan NFC difungsikan sebagai identifikasi alternatif untuk kartu akses seperti kunci kartu apartemen.

Prosesor yang dipakai dalam ponsel ini adalah MediaTek Dimensity 900. System on Chip (SoC) ini diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 6 nm TSMC. Chipset ini dipadukan dengan RAM 8 GB. Berbicara seputar RAM, V25 memiliki fitur bernama Extended RAM 3.0. Fitur ini bisa menambahkan RAM secara virtual sebesar 8 GB yang diambil dari ruang penyimpanan. Dengan demikian, performa ponsel akan semakin maksimal. Dalam hal perangkat lunak, ponsel buatan vivo ini berjalan di atas Android 12 dengan antarmuka pengguna Funtouch 12.

Agar dapat mengetahui performanya, pertama tama saya menjalankan benchmark 3DMark. Aplikasi ini berguna untuk mengukur kemampuan CPU dan GPU, utamanya adalah dalam mengolah gambar dan video. Ini akan sangat berguna untuk menilai, apakah ponsel akan lancar dipakai untuk bermain gim.

Pada percobaan 3DMark Sling Shot, V25 berhasil meraih nilai sebanyak 4.908 poin. Sedangkan untuk percobaan Sling Shot Unlimited, ponsel ini memiliki nilai sebanyak 5.245 poin. Berikut adalah tabel pengujian 3DMark secara lebih lengkap:

 

Setelah menjalankan benchmark 3DMark, kini saatnya saya menguji menggunakan benchmark PCMark yang berguna untuk menilai seberapa andal V25 saat digunakan untuk kegiatan sehari-hari. PCMark mensimulasikan aktivitas keseharian pengguna ponsel, seperti menjelajahi web, mengedit teks, serta mengedit gambar dan video. Secara keseluruhan, nilai yang diberikan oleh V25 adalah sebanyak 8.172 poin. Berikut adalah hasil masing-masing kategori dari uji coba PCMark:

 

Selain menilai seberapa Andal ponsel saat digunakan sehari-hari, PCMark juga dapat mencatat performa kecepatan dari penyimpanan internal V25. Nilai keseluruhan yang diberikan oleh ponsel tersebut adalah sebanyak 19.930.

 

Selanjutnya, agar dapat mengetahui performa inti prosesor yang digunakan vivo V25 (MediaTek Dimensity 900), saya menggunakan aplikasi benchmark Geekbench. Setelah menjalaninya, performa Single Core yang didapatkannya adalah sebesar 706 poin. Sementara itu performa untuk Multi-Core adalah sebanyak 2.099 poin.

 

Selain pengujian sintetis, saya juga menguji V25 dengan mainkan gim yang cukup berat seperti PUBG Mobile. Pengalaman selama bermain PUB Mobile pada ponsel tersebut terasa cukup lancar tanpa gangguan lagging yang berarti. Tampilan pada layarnya terlihat bagus berkat panel AMOLED yang diusungnya, meski saya bergerak cepat saat mencari senjata atau adegan lainnya.

Hawa hangat pada ponsel terjadi di sekitar modul kamera pada kurang lebih durasi 10 menit pertama saat V25 digunakan untuk bermain gim tersebut. Tetapi suhu tersebut masih dalam batas wajar sehingga tidak mengganggu kenyamanan bermain.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *