Awas, 2 Gejala Awal Covid Saat Bangun Tidur Sering Diabaikan

Awas, 2 Gejala Awal Covid Saat Bangun Tidur Sering Diabaikan

tribunwarta.com – Demam ternyata bukan lagi menjadi gejala penularan Covid-19 yang paling umum. Ada dua gejala awal Covid yang sering timbul saat bangun tidur tetapi sering diacuhkan.

Seorang profesor ternama memperingatkan orang-orang untuk menganggap sedang terjangkit Covid jika mereka bangun dengan dua gejala.

Profesor Tim Spector, pendiri aplikasi Covid Zoe, memperingatkan bahwa kelelahan di pagi hari, bahkan setelah tidur nyenyak, ditambah sakit tenggorokan bisa jadi sebuah gejala Covid.

Dia menambahkan bahwa sakit tenggorokan lebih sering dilaporkan pada orang dengan virus Corona daripada flu biasa.

Sekitar 1,3 juta kasus dinyatakan positif pada akhir September, menurut angka terbaru, yang merupakan peningkatan 25 persen pada minggu sebelumnya, demikian dikutip dari The Independent, Rabu (7/12/2022)

Inggris juga khawatir akan terjadi musim flu yang buruk tahun ini, dengan kekebalan yang lebih rendah di seluruh populasi karena berkurangnya paparan pandemi Covid.

“Jika Anda menemukan dua gejala ini, Anda harus berasumsi bahwa itu adalah Covid,” tulis Profesor Spector.

“Ada dua kali lebih banyak kasus Covid daripada flu biasa saat ini,” cuitnya. “Rasionya tidak pernah setinggi ini.

“Gejalanya hampir sama kecuali umumnya lebih lelah dan sakit tenggorokan – jadi sebaiknya anggap itu Covid!

“Semoga gelombang ini segera berakhir.”

Profesor Spector menambahkan untuk orang dengan gejala yang sudah disebutkan, segera melakukan tes Covid-19. Jika tidak dapat dites, anggap sedang flu dan menjauh dari orang lain sampai benar-benar merasa lebih baik.

Pada bulan Juli, dia berkata, studi baru menunjukkan bahwa varian BA4 dan BA5 baru bekerja dengan menghindari pertahanan kekebalan yang ada dan juga menetralkan beberapa di antaranya. Tidak mengherankan jika varian itu sukses mendominasi. karena kasus di Inggris melonjak ke level tertinggi.

Menurut ONS, telah terjadi peningkatan besar dalam jumlah infeksi ulang selama gelombang Omicron saat ini. Analisis menunjukkan bahwa tingkat infeksi di Inggris lebih tinggi daripada selama gelombang Covid pertama, meskipun rawat inap selama gelombang “Alpha” itu dua kali lebih tinggi dan jumlah kematian 14 kali lebih tinggi.

Rery Budiarti, dokter RS Kariadi menjelaskan bahwa sakit tenggorokan atau radang tenggorokan adalah salah satu gejala infeksi Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO.

Gejala nyeri menelan ditemukan pada 5%-17,4% pasien positif Covid-19. Radang tenggorokan merupakan penyakit yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

“Penularan terjadi antarmanusia melalui semburan air liur saat seseorang batuk, berbicara, atau bersin. Gejala ini juga terlihat pada infeksi saluran pernapasan selain Covid-19,” kata Rery.

Menurut aplikasi Zoe, Badan Kesehatan Inggris (National Health Service/NHS) telah mengidentifikasi beberapa gejala Covid-19 yang harus diwaspadai. Berikut daftarnya:

– Suhu tubuh tinggi atau menggigil- Batuk terus-menerus- Sesak napas- Merasa lelah- Tubuh yang sakit- Sakit kepala- Sakit tenggorokan- Hidung tersumbat atau berair- Kehilangan selera makan- Diare- Mual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!