News  

Erick: Indonesia harus bisa produksi bioetanol atasi importasi BBM

Erick: Indonesia harus bisa produksi bioetanol atasi importasi BBM

Kita harus memastikan bahwa Indonesia juga bisa memproduksi bioetanol, karena Ini menjadi bagian untuk menyelesaikan yang namanya importasi BBM yang terus meningkat ke depan

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Indonesia harus bisa memproduksi bioetanol dalam rangka menyelesaikan importasi BBM.

“Kita harus memastikan bahwa Indonesia juga bisa memproduksi bioetanol, karena Ini menjadi bagian untuk menyelesaikan yang namanya importasi BBM yang terus meningkat ke depan,” ujar Erick Thohir dalam acara Kick Off Revitalisasi Industri Gula Nasional di Mojokerto, Jawa Timur seperti dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Terkait bioetanol, Erick menyampaikan bahwa Kementerian BUMN melakukan benchmarking dengan negara sahabat yakni Brazil, di mana mereka sudah bisa mendorong turunan daripada gula menjadi bioetanol sudah berhasil di berbagai negara.

“Tentu yang kita dorong juga ini kita targetkan untuk bisa menghasilkan 1,2 juta kiloliter minyak mentah, karena itu kita minta Pertamina menjadi offtaker juga,” katanya.

Hal ini, lanjut Erick, dalam rangka supaya terdapat kepastian apa yang diproduksi oleh perusahaan gula nasional dan para petani bisa disinambungkan dengan kebutuhan energi nasional. Upaya tersebut merupakan langkah awal Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan produksi bioetanol kepada masyarakat dengan mencampur bioetanol ke BBM.

“Kita juga ingin menciptakan BBM yang ramah lingkungan, seperti yang sudah kita saksikan di Brazil bagaimana langit negara tersebut biru dan lingkungan hidupnya lebih baik,” ujarnya.

Erick mengatakan, sejalan dengan prioritas pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, di mana Presiden selalu menekankan bahwa pembangunan ekosistem , ketergantungan Indonesia terhadap rantai pasok dunia untuk pangan dan energi harus diatasi bersama-sama. Karena itu harus terus didorong bagaimana hilirisasi daripada industrialisasi gula, kelapa sawit, nikel ini sudah menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar wacana.

Tentu ikhtiar ini tidak bisa terjadi kalau tidak mendapatkan dukungan dari semua pihak. Kedaulatan pangan dan energi harus bisa diciptakan bersama-sama.

“Kita harapkan sinergi yang kita lakukan pada hari ini terus bisa terjaga, karena ini bukan lari 100 meter tetapi itu merupakan lari maraton bersama-sama,” kata Erick Thohir.

Sebelumnya, Erick Thohir mendorong etanol dapat menjadi substitusi untuk BBM fosil di Indonesia sebagaimana dilakukan oleh negara-negara seperti India dan Brazil.

Erick mendorong Holding PTPN bisa meningkatkan (produksi) sebagian untuk gula dan sebagian lagi untuk etanol. Etanol memiliki Research Octane Number (RON) hingga 130-an. Kalau bisa mengonsolidasikan etanol sebagai substitusi BBM, maka akan memperbaiki keuangan negara, dimana hasil produksi minyak Indonesia dengan kualitas bagus bisa dikirim ke luar negeri. Kemudian Indonesia mengimpor BBM dengan kualitas yang lebih rendah dan dicampur dengan etanol.

Baca juga: Menteri BUMN dorong etanol dapat menjadi substitusi untuk BBM

Baca juga: Peneliti KLHK: Perlu strategi jadikan nyamplung bahan bakar nabati

Baca juga: Erick Thohir ingatkan masyarakat untuk kurangi ketergantungan BBM


 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *