News  

ATM Tertinggi di Dunia, Terletak Pada Ketinggian Lebih dari 4.000 Mdpl

ATM Tertinggi di Dunia, Terletak Pada Ketinggian Lebih dari 4.000 Mdpl

Suara.com – Aysha Imtiaz

BBC Travel

ATM tertinggi di dunia terletak di Pakistan, berjarak sejauh 87 kilometer dari banknya. Siapa yang menggunakan ATM ini?

Ini mungkin bukan tempat yang biasa untuk sebuah mesin ATM, tetapi ATM Khunjerab Pass telah melayani sejumlah kecil penduduk, staf perbatasan, dan para turis petualang sejak 2016.

Baca Juga:
4 Fakta Chad, Salah Satu Negara dengan Tingkat Kesuburan Tertinggi di Dunia

“Kita akan pergi ke ujung Pakistan,” kata saya kepada anak-anak saya, sambil membantu mereka mengenakan berlapis-lapis pakaian.

“Apakah kita akan naik atau turun?” mereka bertanya, dengan pemahaman geografis kelas satu.”Naik,” jawab saya, “Naik terus.”Kami menuju ke mesin ATM tertinggi di dunia, yang terletak di perbatasan Khunjerab Pass antara China dan Pakistan, di provinsi bagian utara Pakistan, Gilgit-Baltistan.

Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak, pemandangan menakjubkan yang ada di negara kami.

Pada ketinggian 4.693 meter di atas permukaan laut, jalan ini merupakan perbatasan beraspal tertinggi di dunia. Sebagai gambaran, puncak tertinggi di Indonesia, Puncak Jaya, hanya sekitar 191 meter lebih tinggi.

Menuju ke sana adalah salah satu perjalanan paling dramatis di planet ini.

Baca Juga:
Serangan Jantung Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia: Ketahui Faktor, Gejala, dan Pertolongan Pertamanya

Puncak-puncak terjal pegunungan Karakoram yang tertutup salju di pedalaman terpencil, terbentang sejauh mata memandang.

Tampak juga Taman Nasional Khunjerab, rumah bagi macan tutul salju dan markhor, sejenis kambing liar besar yang bertanduk, hewan nasional Pakistan.

Perjalanan dimulai dari rumah kami di kota pesisir Karachi, Pakistan. Kami harus naik pesawat, kereta api, lalu melanjutkan dengan perjalanan darat selama lebih dari enam jam dari kota Gilgit.

Jalan menuju Khunjerab Pass diaspal bagus sehingga mudah dilalui, dan sedan yang kami sewa cukup untuk melaluinya.

Tapi ketinggiannya lah yang membuat perjalanan menjadi menantang.

Selama perjalanan naik 2.000 km, kami diinstruksikan oleh pengemudi sekaligus pemandu wisata lokal kami untuk mengulum aprikot kering dari lembah Hunza di bawah lidah kami untuk memerangi penyakit ketinggian.

Kami pun telah mengenakan berlapis-lapis pakaian, bersiap untuk cuaca yang cepat berubah, dengan suhu yang dapat turun hingga -5 derajat Celcius bahkan saat musim panas, serta ancaman sengatan matahari akibat tipisnya atmosfer dan angin yang menusuk tulang.

Ketika kami sampai di perbatasan, matahari terbenam, membuat pipi anak-anak saya merah seperti tomat.

Lembah berangin itu sangat indah dan terbentang terbuka. Penduduk setempat menggambarkannya sebagai wilayah yang hanya beratap langit dengan awan di bawah.

Lalu, mengapa ada ATM yang berfungsi penuh di tengah dataran tinggi yang terpencil ini?

Mesin pemegang Rekor Dunia Guinness ini berfungsi seperti ATM lainnya; dapat digunakan untuk menarik uang tunai, membayar tagihan listrik dan melakukan transfer dana antar bank.

Tetapi yang paling mengejutkan saya adalah kemeriahan yang tak terduga di sekelilingnya. Hampir seperti karnaval, orang-orang melakukan panggilan video dengan kerabatnya, berpose untuk foto, mengelilingi ATM itu untuk mendapatkan bidikan selfie terbaik.

Guru sekolah asal Karachi, Atiya Saeed membawa 39 siswi sekolah menengahnya ke perbatasan Pakistan-China ini.

“Ini pertama kalinya kami jalan-jalan di Pakistan setelah sekian lama,” katanya.

Mereka tidak hanya datang ke sini demi ATM. Menurut Atiya, kunjungan ke perbatasan adalah pelajaran geografi, sejarah, dan ekonomi yang penuh petualangan di “ruang kelas” yang sangat indah.

Dibangun oleh National Bank of Pakistan (NBP) pada tahun 2016, mesin bertenaga surya dan angin ini melayani sejumlah kecil penduduk dan staf di penyeberangan perbatasan ini.

Juga, para pelancong petualang yang berduyun-duyun ke sana sebagai lencana kehormatan, mengambil gambar saat melakukan transaksi yang membawa makna baru pada frasa “uang dingin”.

“Akun saya dibekukan!” kata pengunjung lain bercanda. Dia adalah pensiunan kepala sekolah Afrika Selatan Ayesha Bayat, yang sedang berlibur bersama suaminya.

“Kami datang dari negara yang juga memiliki pegunungan… tapi tidak seperti ini. Panorama ini sangat indah,” katanya.

“Penting bagi sebuah tempat untuk memiliki tengara seperti Menara Eiffel,” kata suami Bayat, Farouk. “Keberadaannya menjadi alasan untuk menjelajahi lanskap lainnya.”

Tetapi membangun tengara ini bukanlah prestasi kecil. Mempertahankannya pun adalah sebuah tantangan.

Pembangunannya memakan waktu sekitar empat bulan, kata petugas pemantau ATM NBP Shah Bibi.

Lokasi bank NBP terdekat berjarak 87 kilometer jauhnya di Sost. Manajer cabang Sost Zahid Hussain secara rutin melakukan perjalanan bolak-balik, menghadapi cuaca ekstrim, melewati gunung berbahaya dan tanah longsor demi mengisi ATM.

Rata-rata, sekitar 4 hingga 5 juta rupee [Rp250-330 juta] ditarik dalam rentang waktu 15 hari, kata Shah Bibi.

Sementara itu, tugas Bibi adalah memonitor dan menyampaikan data terkini ke cabang Sost.

Dia juga harus mengatasi situasi darurat yang berkaitan dengan konektivitas satelit, cadangan tenaga surya, penarikan uang tunai dan kartu macet (tahun lalu, angin kencang mematikan ATM itu).

“Dibutuhkan sekitar dua hingga dua setengah jam bagi kami untuk mencapai [ATM] dan memperbaikinya,” kata Bibi.

Memang, ada pula yang mempertanyakan kegunaan ATM di lokasi yang begitu terpencil.

“[Tapi] kita sering melupakan orang-orang yang menjaga perbatasan selama 24 jam dan 7 hari seminggu,” kata Hussain.

“Jumlah mereka mungkin tidak signifikan, tetapi mereka menetap di taman besar itu sendiri [dan] tidak memiliki media lain untuk mentransfer gaji mereka kepada orang yang dicintai dan keluarga.”

Penjaga perbatasan pun bukan satu-satunya pekerja di sini. Bakhtawar Hussain menghabiskan sebagian besar hidupnya di kawasan ini, mengejar macan tutul salju atau membantu para ilmuwan dan peneliti mengukur pencairan glasial.

Dia membuka kantin kecil di dekat ATM, sampai ditutup akibat pembatasan Covid. “Saya menyajikan teh, kopi, dan biryani… masa-masa yang menyenangkan,” kenangnya.

Dia sekarang mengoperasikan kamar mandi portabel bertarif murah di Khunjerab Pass dan melengkapi mobilnya dengan tangki oksigen untuk menawarkan pertolongan pertama gratis kepada pengunjung.

“Dalam beberapa jam terakhir saja, saya sudah memberi oksigen pada tiga perempuan. Kemarin, ada tujuh,” kata Bakhtawar kepada saya.

Penyebabnya? Makan makanan berminyak atau makanan berat sebelum pendakian, kata dia.

Menurutnya, kekhawatiran besar bagi para wisatawan adalah apabila kartu mereka tertelan, meskipun dia memperkirakan bahwa kemungkinan itu terjadi sama saja dengan ATM-ATM lainnya.

Namun, di atas sini diperlukan waktu tunggu setidaknya dua jam dalam cuaca ekstrem, atau kembali lagi keesokan harinya. “Bukan perjalanan yang mudah untuk mengambilnya kembali,” kata Bakhtawar sambil tersenyum, diam-diam mengakui betapa terpencilnya kami saat itu.

Namun, bagi Zahid sang manajer bank, itulah bagian dari daya tarik bekerja di ATM Khunjerab Pass.

Terlepas dari tekanan tinggi, taruhan tinggi, dan ketinggian, yang menjadi tantangan pekerjaannya, dia berkata, “Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari perubahan paradigma alam dan teknologi yang luar biasa ini.”

Anda dapat membaca versi asli artikel ini yang berjudul The world’s highest ATM: Pakistan’s mountaintop bank machine di BBC Travel.


Artikel ini bersumber dari www.suara.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *