RS Jerman Terancam ‘Malapetaka’, Bayi & Balita Jadi Korban

RS Jerman Terancam ‘Malapetaka’, Bayi & Balita Jadi Korban

tribunwarta.com – Dokter perawatan intensif di Jerman memperingatkan bahwa kapasitas unit pediatrik rumah sakit di negara itu telah mencapai titik puncaknya. Ini sebagian karena meningkatnya kasus infeksi pernapasan di antara bayi.

Asosiasi perawatan intensif DIVI mengatakan peningkatan musiman kasus virus pernapasan syncytial (RSV) dan kekurangan perawat menyebabkan situasi bencana di rumah sakit.

RSV adalah virus umum yang sangat menular yang menginfeksi hampir semua bayi dan balita pada usia 2 tahun, beberapa di antaranya dapat jatuh sakit parah. Para ahli mengatakan pelonggaran pembatasan pandemi virus corona berarti RSV memengaruhi lebih banyak bayi dan anak-anak, yang sistem kekebalannya tidak prima untuk menangkalnya.

Kasus RSV dan penyakit pernapasan lainnya juga meningkat di Inggris dan Amerika Serikat (AS), yang juga menderita kekurangan antivirus dan antibiotik.

Di Jerman, dokter rumah sakit harus membuat keputusan sulit terkait rawat inap anak di tempat perawatan intensif yang terbatas. Dalam beberapa kasus, anak-anak dengan RSV atau kondisi serius lainnya dipindahkan ke rumah sakit lain di Jerman dengan kapasitas cadangan.

DIVI mengatakan survei baru-baru ini menunjukkan kurang dari 100 tempat tidur anak gratis secara nasional dan situasinya dapat memburuk.

“Jika ramalannya benar, maka keadaan akan menjadi lebih akut secara signifikan dalam beberapa hari dan minggu mendatang,” Sebastian Brenner, kepala unit perawatan intensif anak di rumah sakit Universitas Dresden, mengatakan kepada saluran berita Jerman n-tv, dikutip The Guardian, Jumat (2/12/2022).

“Kami melihat ini di Prancis, misalnya, dan di Swiss. Jika itu terjadi, maka akan ada kemacetan dalam hal pengobatan,” tambahnya.

Dalam kasus tertentu, yang lain memperingatkan bahwa dokter sudah tidak dapat memberikan perawatan mendesak yang dibutuhkan beberapa anak.

“Situasinya sangat genting sehingga kami benar-benar harus mengatakan bahwa anak-anak sekarat karena kami tidak dapat merawat mereka lagi,” kata Dr. Michael Sasse, kepala perawatan intensif anak di rumah sakit Universitas MHH Hannover.

Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, mengumumkan pada Kamis bahwa pemerintah melonggarkan beberapa peraturan untuk mempermudah pemindahan perawat ke unit pediatrik, dan memberikan tambahan 600 juta euro ke rumah sakit anak selama dua tahun mendatang.

Komisi UE bulan lalu juha telah mengesahkan obat satu dosis pertama di dunia melawan RSV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!