Pimpin Covax, Menlu: Negara Berkembang Harus Jadi Bagian Integral Rantai Pasok Kesehatan Global

Pimpin Covax, Menlu: Negara Berkembang Harus Jadi Bagian Integral Rantai Pasok Kesehatan Global

tribunwarta.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, negara berkembang harus menjadi bagian integral dalam rantai pasok kesehatan global.

Hal ini Retno ungkapkan saat memimpin pertemuan Covax Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada.

“Prinsipnya, negara berkembang harus menjadi bagian integral dalam rantai pasok kesehatan global,” kata Retno dalam siaran pers, Kamis (1/12/2022).

Retno mengungkapkan, peran negara berkembang turut dikontribusi presidensi G20 Indonesia terhadap penguatan arsitektur kesehatan global.

Saat dipimpin Indonesia, ada beberapa capaian salah satunya mengenai pembentukan dana pandemi (Pandemic Fund) yang akan mendukung pembiayaan kesiapsiagaan negara berpendapatan rendah dan menengah menghadapi pandemi di masa depan.

Selain itu, G20 juga menyepakati pentingnya kerja sama penguatan kapasitas produksi kesehatan di negara berkembang.

“Presidensi G20 Indonesia memberikan prioritas tinggi pada penguatan arsitektur kesehatan global,” ungkap Retno.

Retno menegaskan, meski presidensi G20 Indonesia telah berakhir, komitmen Indonesia terhadap penguatan arsitektur kesehatan global tetap kuat.

“Covax akan terus menjadi bagian penting dari komitmen ini, khususnya untuk menjembatani ketimpangan vaksinasi Covid-19 antar negara,” tutur Retno.

Sebagai informasi, Covax AMC telah menyalurkan vaksin secara gratis kepada 92 negara berpendapatan rendah dan menengah.

Hingga kini, Covax telah menyalurkan 1,84 miliar dosis ke seluruh dunia. Sebanyak 89,6 persen di antaranya atau 1,65 miliar dosis dikirimkan ke 87 negara AMC.

Rata-rata cakupan vaksinasi negara AMC mencapai 52 persen, naik dari 28 persen pada Januari 2022.

Pada 2023, kerja Covax akan fokus pada sembilan area prioritas, termasuk di antaranya melanjutkan dukungan vaksinasi dan suntikan booster, serta mendukung riset dan pengembangan vaksin.

Ke depannya, dukungan Covax akan mulai disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan capaian target vaksinasi, serta tantangan khusus yang dihadapi masing-masing negara, termasuk situasi kemanusiaan.

Pertemuan Covax AMC EG yang dilakukan secara virtual ini merupakan pertemuan ke-empat selama 2022, dan menjadi pertemuan terakhir bagi Indonesia sebagai salah satu Co-Chairs Covax AMC EG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!