Minyak Panas! OPEC+ Diramal Kurangi Lagi Produksi Minyak

Minyak Panas! OPEC+ Diramal Kurangi Lagi Produksi Minyak

tribunwarta.com – Negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ diprediksi akan memberlakukan pengurangan produksi minyak yang lebih dalam pada pekan mendatang.

Hal ini dikarenakan pertimbangan dampak dari larangan ekspor minyak mentah Rusia dan kemungkinan pembatasan harga pada komoditas asal Negeri Beruang Putih itu.

Wakil presiden senior analisis di konsultan energi Rystad, Claudio Galimberti, mengatakan bahwa ia yakin aliansi 23 negara yang termasuk Rusia dan Arab Saudi akan tetap menggulirkan kebijakan itu.

“OPEC+ telah dikabarkan mempertimbangkan pemotongan berdasarkan kelemahan permintaan, khususnya di China,” kata Galimberti dikutip dari CNBC International, Jumat, (2/12/2022).

“Faktor lain yang perlu dipertimbangkan OPEC memang batasan harga,” tambahnya.

“Itu masih belum pasti, dan ini menambah ketidakpastian,” ujarnya lagi.

Hal sama juga dikatakan analis dari RBC Capital Markets, Helima Croft. Menurutnya tidak ada ekspektasi peningkatan produksi dari pertemuan OPEC+, justru, yang pemotongan produksi.

“Ada begitu banyak ketidakpastian. Delegasi OPEC harus mempertimbangkan apa yang terjadi dengan China tetapi juga apa yang terjadi dengan produksi Rusia,” ujarnya.

Sebelumnya, Blok Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara sepakat pada bulan Juni untuk melarang pembelian minyak mentah lintas laut Rusia mulai 5 Desember ini. Hal itu sebagai bagian dari upaya bersama untuk membatasi dana perang Kremlin yang menyerang Ukraina.

Kekhawatiran bahwa larangan langsung impor minyak mentah Rusia dapat membuat harga minyak melonjak. Meski G7 untuk mempertimbangkan batasan harga pada jumlah yang akan dibayarkan untuk minyak Rusia.

Sejauh ini, belum ada kesepakatan resmi yang dicapai, meskipun Reuters melaporkan pada hari Kamis kemarin bahwa pemerintah UE secara tentatif telah menyetujui batas harga US$ 60 barel untuk minyak lintas laut Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!