Erick Thohir Yakin Kelas Menengah RI Akan Melejit ke 224 Juta

Erick Thohir Yakin Kelas Menengah RI Akan Melejit ke 224 Juta

tribunwarta.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi RI akan tetap 5% per tahun dan warga kelas menengah RI akan melonjak menjadi 224 juta jiwa.

Menurutnya, ini bukan sekedar angka, melainkan Indonesia memang memiliki kekuatan untuk mencapai kondisi tersebut.

Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki beberapa hal yang tak banyak dimiliki oleh negara lain, yaitu sumber daya alam dan pasar.

“Saya sangat senang berada di Indonesia, saya yakin pertumbuhan akan tetap 5%. Middle class naik terus menjadi 224 juta, tidak banyak negara di dunia yang punya ini, hanya beberapa negara. Kita punya sumber daya alam. Karena itu, saat di G20 banyak pimpinan negara, counter part dan media asing, menanyakan yakin angka 5% itu dan pertumbuhan middle class akan terjangkau? Saya bilang yakin, Indonesia punya tiga hal, SDA, market, hilirisasi kita dorong,” paparnya saat diberikan apresiasi sebagai Minister of The Year atau Menteri Terbaik 2022 oleh CNBC Indonesia Awards 2022, Senin (12/12/2022).

Erick mengungkapkan, pemerintah akan terus mendorong hilirisasi sumber daya alam, termasuk di sektor pertambangan sebagai upaya menumbuhkan perekonomian negara ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan kesuksesan hilirisasi nikel, di mana sebelumnya nilai ekspor nikel hanya US$ 1 miliar, namun kini sudah melonjak menjadi US$ 27 miliar.

Sebelumnya, Indonesia hanya mengekspor bahan mentah berupa bijih nikel, namun kini sejak 2020 ekspor bijih nikel telah dilarang dan produk yang diekspor harus melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri terlebih dahulu, seperti feronikel, Nickel Pig Iron (NPI), nickel matte, stainless steel hingga salah satu komponen bahan baku baterai nikel sulfat.

Selanjutnya, mengikuti jejak keberhasilan hilirisasi nikel, Pemerintah Indonesia juga akan mendorong hilirisasi bauksit yang merupakan bahan baku aluminium. Bila diolah di dalam negeri terlebih dahulu, maka yang diekspor bukan lagi berupa mineral mentah bauksit, namun sudah diolah menjadi alumina hingga aluminium yang nilai tambahnya berlipat ganda.

“Hilirisasi kita dorong, SDA sudah terbukti. Buktinya, bagaimana dulu nikel yang value 1 M dolar, sekarang 27 M dolar, ini baru nikel. Pemerintah akan dorong bauksit,” ucapnya.

Tak hanya tambang, hilirisasi sumber daya alam di sektor kelautan menurutnya juga bisa didorong dan memberikan nilai tambah lebih besar lagi bagi Indonesia. Begitu juga hilirisasi pertanian.

“Lalu SDA di lautan, Indonesia 75% laut, namun industrinya baru 5%, neraca perdagangan ikan negara lain, jangan-jangan dari kita, ini potensi luar biasa dan kita tidak bisa lupa kalau tanah kita subur,” tuturnya.

“SDA yang dihilirisasi, saya yakin, Pak CT yakin dan banyak lagi, SDA ini jadi pusat pertumbuhan luar biasa. Market ada dua, market digital ekonomi, yang ini belum lagi digabung dengan ekonomi kreatif, Rp 4.500 triliun pada 2030 dan akan menjadi yang namanya digital ekonomi terbesar, ini pasar, kalau tidak bisa turunkan bagaimana kedigdayaan, baik di swasta maupun BUMN, sayang kalau tidak dimonetisasi, ini luar biasa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!