Cakep! Investasi Asing Kini Mulai Merata ke Luar Jawa

Cakep! Investasi Asing Kini Mulai Merata ke Luar Jawa

tribunwarta.com – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa investasi asing ke Indonesia mulai banyak terjadi di luar wilayah Jawa. Bahkan, mayoritas investasi yang masuk kini di wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Kementerian investasi mencatat kini investasi asing telah tersebar di Palu, Maluku Utara, dan Riau.

“Jawa Barat perlahan mulai menurun (jumlah investasinya). Ini tidak ada urusannya dengan politik. Ini kecenderungan orang melakukan investasi di luar wilayah Jawa,” ungkap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022, Rabu (30/11/2022).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwasanya berbagai negara sudah melakukan investasi di Indonesia sejak 2019-2022. Antara lain Singapura, China, Hongkong, Eropa, dan Amerika Serikat.

“Ini semua terjadi karena arahan presiden untuk tidak boleh memperlakukan satu negara tertentu diberikan karpet merah. Tapi semuanya diberikan karpet merah selama mereka mengikut aturan Undang-Undang,” tegas Bahlil.

Dia mengharapkan investor asing semakin banyak yang menggandeng pengusaha lokal atau UMKM. Artinya tidak ada investor asing yang tidak melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

“Jangan lagi pengusahanya dari daerah Jakarta terus. Orang daerah harus kita beri ruang yang baik. Tapi pengusaha yang harus profesional. Jangan pengusaha proposal,” tegas dia.

Menurut dia selama ini banyak terjadi investor asing hanya meminjam nama dari pelaku usaha lokal sebagai langkah kerja sama, sementara sahamnya dimiliki mereka. Oleh karenanya, dia berpesan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk meluruskan hal-hal itu.

“Katanya sudah kasih UMKM, pengusaha daerah. Padahal namanya saja dipinjam, sahamnya punya mereka. Ini perlu diluruskan. Tujuannya mereka datang kita harus layani baik, dan mereka wajib mengangkat perekonomian daerah untuk mewujudkan keadilan,” pungkas Bahlil.

Tingginya investasi yang menyasar wilayah timur Indonesia pun berdampak positif pada perekonomian daerah, apalagi dengan masifnya pembangunan infrastruktur. Pesatnya pertumbuhan daerah juga ‘dipamerkan’ oleh Presiden Joko Widodo dalam Rakornas Investasi ini.

Dia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur dan hilirisasi telah berdampak kepada perekonomian daerah di luar Pulau Jawa, salah satunya Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan hingga 27%.

“Maluku Utara hati-hati, karena pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara itu 27%, tertinggi di dunia. Itu nggak ada di dunia manapun pertumbuhan ekonomi sampai 27%,” katanya.

Performa perekonomian itu pun berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan masyarakat.

“Ini sebagai contoh dan survei yang saya terima di seluruh provinsi, masyarakat yang mana yang paling bahagia juga di Maluku Utara. Pertumbuhan ekonomi 27% kalau gak bahagia ya kebangetan,” kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyampaikan pentingnya investasi bagi setiap daerah di Indonesia. Pasalnya, dengan investasi maka mendorong pergerakan ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus berdampak positif untuk lapangan pekerjaan.

Bahkan, masifnya pertumbuhan ekonomi daerah mendorong kekuatan Indonesia secara keseluruhan.

“Artinya tanpa ada sektor swasta, lebih spesifiknya, investasi, kita tidak akan pernah menjadi negara G20, apalagi negara 10 besar di dunia kalau dilihat dari APBN saja,” tegas Tito.

Meski ekonomi daerah berperan besar, dia juga menyimpan kekhawatiran. Pasalnya, masih ada pemimpin daerah yang kurang sejalan dengan visi ini. Menurutnya, tidak sedikit kepala daerah yang tidak mendukung pertumbuhan iklim investasi sehingga menjadi kendala tersendiri.

“Banyak kepala daerah bagus, tapi di sebagian, bahkan sebagian besar kepala daerah, cara berpikirnya untuk mengelola APBD tidak seperti yang kita harapkan untuk mendukung iklim investasi,” tegas Tito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!