Perusahaan Teknologi Fujitsu Jepang Perbolehkan Karyawan dan Anjingnya Bekerja di Kantor

Perusahaan Teknologi Fujitsu Jepang Perbolehkan Karyawan dan Anjingnya Bekerja di Kantor

Memiliki anjing di Jepang tidaklah mudah. Hewan peliharaan umumnya tidak bisa masuk ke restoran atau kafe. Sebuah kantor di Kawasaki, Jepang kini memperbolehkan staf mereka membawa anjing peliharaan ke kantor. Upaya itu merupakan bagian dari percobaan untuk mencari cara baru agar karyawan dapat bekerja secara fleksibel.

Perusahaan teknologi raksasa Fujitsu membuka ruang khusus “kantor anjing” sejak bulan Juli tahun ini. Ruangan khusus anjing itu terpisah dari ruang kantor utama dan merupakan bagian dalam uji coba hingga akhir tahun 2022. Dalam ruang kantor itu terdapat tiga meja kerja untuk staff dan sebuah ruangan yang cukup untuk enam ekor anjing, yang dilengkapi dengan karpet antinoda dan sejumlah alat pembersih karpet.

Staf Komunikasi Yuka Hatagaki termasuk salah seorang pegawai yang memanfaatkan peraturan baru itu. Sejak COVID-19 melanda, Hatagaki telah bekerja penuh waktu dari rumah. Namun dengan adanya ruangan khusus bagi hewan peliharaan, memungkinkan Hatagaki pergi ke kantor beberapa kali dalam satu bulan dengan anjingnya yang berusia lima tahun, Noel.

Yuka Hatagaki memeluk anjing peliharaannya yang berusia lima tahun, Noel, saat ia bekerja di "kantor anjing" eksperimental di sebuah gedung Fujitsu di Kawasaki, Jepang 21 September 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Yuka Hatagaki memeluk anjing peliharaannya yang berusia lima tahun, Noel, saat ia bekerja di “kantor anjing” eksperimental di sebuah gedung Fujitsu di Kawasaki, Jepang 21 September 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Kepada kantor berita Reuters, Yuka mengatakan, “Berkomunikasi dengan orang lain menjadi lebih sulit setelah bekerja dari rumah merupakan hal yang umum. Jadi saya kira, kantor merupakan tempat yang sangat bagus untuk berkomunikasi dengan orang lain, tentunya, dengan bantuan anjing-anjing kami untuk melancarkan komunikasi.”

Sementara Jepang melihat peningkatan jumlah karyawan yang bekerja dari rumah pada awal pandemi, perusahaan-perusahaan relatif enggan menerapkan hal itu. Laporan Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi tahun 2021 mendapati jumlah pekerja Jepang yang bekerja dari rumah naik 28 persen dari 10 persen pada tahun 2020.

Mayumi Inoue, seorang karyawan, mengadopsi anjing saat pandemi COVID-19. Ia datang ke kantor bersama Toramaru, anjingnya yang berjenis Pomeranian dan berusia enam bulan. Ia mengatakan, “Dibandingkan berada di rumah, anjing Anda dapat bertemu dengan anjing lain dan orang lain. Jadi ini juga memberi manfaat bagi mereka.”

Toramaru, anjing peliharaan Pomeranian berusia enam bulan duduk di sebelah pemiliknya Mayumi Inoue saat dia bekerja di "kantor anjing" eksperimental di sebuah gedung Fujitsu di Kawasaki, Jepang 21 September 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Toramaru, anjing peliharaan Pomeranian berusia enam bulan duduk di sebelah pemiliknya Mayumi Inoue saat dia bekerja di “kantor anjing” eksperimental di sebuah gedung Fujitsu di Kawasaki, Jepang 21 September 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Sementara karyawan seperti Hatagaki dan Inoue yang tertarik untuk kembali bekerja di kantor karena dapat membawa anjing mereka, perusahaan Fujitsu mengatakan, tujuan proyek percobaan ini bukan untuk menarik karyawan kembali bekerja di kantor. Perusahaan mereka juga tidak berencana mengabaikan kerja hibrida yang dilakukan ketika pandemi melanda Jepang.

Mitsuya Akamatsu, kepala divisi bagian umum perusahaan Fujitsu, mengatakan,
“Kami tidak dapat mengatakan apakah kami akan terus melakukan konsep bekerja bersama hewan peliharaan di kantor untuk jangka panjang, karena ini masih tahap percobaan. Namun menurut saya, akan lebih baik jika ini dapat menyebar ke seluruh masyarakat. [lj/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *