Murid Sekolah Indonesia ikuti kejuaraan pencak silat di Johor

Murid Sekolah Indonesia ikuti kejuaraan pencak silat di Johor

tribunwarta.com – Murid-murid Sekolah Indonesia Johor Bahru(SIJB) ikut bertanding dalam Karnival Pencak Silat Beradat Antarbangsa yang memperebutkan Piala Datuk Bandar Pasir Gudang 2022 di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu.

“Ini yang pertama kali untuk mengikutsertakan adik-adik dari SIJB. Kemungkinan ke depannya kita tetap melatih adik-adik di SIJB untuk mengikuti pertandingan-pertandingan selanjutnya,” kata Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Khusus Johor Asroji.

PSHT merupakan organisasi pencak silat dari Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1922 dan memiliki 236 cabang di kabupaten/kota dan 10 cabang khusus di luar negeri, termasuk di Malaysia. PSHT Cabang Khusus Johor melatih pencak silat kepada murid-murid SIJB.

Asroji mengaku tujuan mengikutsertakan murid-murid SIJB adalah untuk meraih prestasi dan menjadi juara satu.

Namun, kali ini mereka belum berkesempatan menjuarai pertandingan pencak silat tersebut, katanya.

Murid-murid SIJB diajak berlatih pencak silat juga untuk mengembangkan seni budaya asli warisan leluhur bangsa Indonesia,selain untuk membentengi diri dan mempererat rasa persaudaraan melalui PSHT.

Pengurus PSHT Cabang Khusus Johor Arief Rahman Haq mengatakan kaderisasi untuk anak-anak sudah berjalan sekitar satu tahun. Awalnya mereka dilatih untuk mengikuti kejuaraan pencak silat di Kuwait untuk seni tunggal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Selanjutnya, kata dia, PSHT membuat rayon dalam komisariat Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, yaitu Rayon SIJB, yang khusus mendidik anak-anak SD dan SMP untuk ikut berlatih dan diikutsertakan dalam ajang-ajang pencak silat.

“Ini adalah kegiatan kedua kami, khususnya Rayon SIJB, di komisariat KJRI Johor Bahru dalam event yang diadakan oleh pihak ketiga,” ujar Rahman.

Nur Arah Huda (16), murid kelas 3 SMP di SIJB, mengaku baru pertama ikut bertanding pencak silat meski persiapan untuk bertanding cukup singkat, yaitu hanya tiga hari.

“Latihannya mukul, nendang, dan dibagi tahu caranya menjatuhkan. Tapi kita kan belum terlalu kuasai,” ujar dia.

Huda mengatakan memang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SIJB, selain menari, menggambar, memasak, dan fotografi. Khusus pencak silat, kata dia, mereka berlatih setiap hari Minggu.

Namun setelah ikut bertanding, kata anak ketiga dari empat bersaudara itu, dia harus lebih rajin lagi berlatih, terutama menendang dan mengelak dari serangan.

Hal senada diutarakan pula oleh Awalia Binti Rasidi (14), siswi kelas 6 SD di SIJB, yang ikut bertanding dalam kejuaraan tersebut. Dia mengakui bahwa dirinya memang masih perlu berlatih lagi.

Namunmeski kalah, katanya, dia tidak mau patah semangat dan akan bertanding lagi jika ada kesempatan.

Karnival Pencak Silat Beradat Antarbangsa yang memperebutkan Piala Datuk Bandar Pasir Gudang 2022 di Johor Bahru tersebut diikuti pesilat-pesilat dari tiga negara: Malaysia, Indonesia dan Singapura.

Tim PSHT mewakili Indonesia, sedangkan organisasi pencak silat Harimau Minangkabau mewakili Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!