KBRI Astana resmikan Pencak Silat Corner tingkatkan promosi budaya

KBRI Astana resmikan Pencak Silat Corner tingkatkan promosi budaya

tribunwarta.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Astana, Kazakhstan, meresmikan Pencak Silat Corner di Rumah Budaya Indonesia untuk meningkatkan promosi olahraga dan budaya pencak silat di negara itu.

“Corner ini hadir untuk memperkenalkan lebih jauh pencak silat di Asia Tengah, terutama Kazakhstan dan Tajikistan,” kata Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fadjroel Rachman melalui keterangan yang diperoleh di Jakarta, Rabu.

Fadjroel mengatakan pencak silat merupakan program strategis KBRI Astana karena masyarakat Kazakhstan dan Tajikistan sangat senang dengan olahraga bela diri.

Ia berharap pencak silat bisa menjadi lokomotif diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Tajikistan.

Corner tersebut berisi literatur tentang pencak silat, baju dan tongkat yang digunakan beberapa atlet pencak silat Indonesia saat memenangi pertandingan internasional. Di pojok tersebut ada juga jaket Tim Pencak Silat Kazakhstan.

Dalam acara peresmian tersebut, tiga atlet pencak silat Indonesia hadir dan ikut menyumbangkan baju dan tongkat. Mereka adalah Asep Yuldan yang merupakan juaraAsian Games 2018 dan peraih perak SEA Games 2022 di Vietnam.

Kemudian I Komang Harik Adi Putra yang juga peraih emas Asian Games 2018 dan juara di Kejuaraan Dunia2018 di Singapura.

Ada juga Tito Hendra Septa yang merupakan peraih perunggu Kejuaraan Asia Tenggara 2022 di Singapura danperaih emas Kejuaraan Pencak Silat Asia ke-6 pada 2022 di Kashmir, India.

Pelatih pencak silat di Astana, Kazakhstan, Belobrodskaya Olga, menyampaikan alasannya tertarik dengan pencak silat.

“Kami tertarik dengan seni bela diri pencak karena unik. Kami ikut mengembangkan jenis olahraga ini karena kami melihat ada nuansa spiritual dan budayanya,” kata Olga.

Olga juga menyampaikan bahwa mereka telah menyelenggarakan kejuaraan pencak silat untuk level nasional di Republik Kazakhstan dan ambil bagian di kejuaraan Asia, serta kejuaraan dunia.

Olga berharap ke depan ada gedung khusus untuk menyimpan catatan sejarah tentang pencak silat di Rumah Budaya Pojok Pencak Silat tersebut.

“Semoga Pojok Pencak Silat yang kental dengan budaya Indonesia ini bisa ditambah isinya. Harapan kami di masa depan, tidak hanya ada corner, melainkan museum megah tempat sejarah pencak silat itu dikumpulkan,” kata dia lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) Sri Wahyuni menyampaikan bahwa Pencak Silat Corner tersebut merupakan yang pertama di dunia.

“Ini pertama di dunia. Selama ini belum ada perwakilan yang membuat corner khusus pencak silat,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya KBRI Astana untuk terus mempromosikan pencak silat di seluruh Asia Tengah, terutama Kazakhstan dan Tajikistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!