Simak Gaes! 9 ‘Jurus’ Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

Simak Gaes! 9 ‘Jurus’ Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

tribunwarta.com – Negosiasi gaji saat wawancara kerja adalah salah satu hal yang menantang, baik bagi fresh graduate maupun seseorang yang sudah berpengalaman. Banyak yang khawatir jika bernegosiasi terlalu tinggi, maka dapat membuat rekruter mundur.

Lalu, terkadang banyak pula yang merasa sungkan bernegosiasi sehingga akhirnya pasrah. Padahal gaji yang ditawarkan jauh dari yang diharapkan dan tidak sesuai dengan tugas yang diemban.Negosiasi gaji sendiri adalah aktivitas diskusi antara calon karyawan dan perusahaan untuk menentukan gaji yang diharapkan. Dalam hal ini, perusahaan biasanya diwakilkan oleh human resource department (HRD). Proses negosiasi memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan terbaik dengan biaya yang sesuai dengan kemampuan perusahaan.Sedangkan bagi calon karyawan, ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari kantor sebelumnya. Negosiasi gaji juga memungkinkan karyawan untuk memahami tunjangan atau benefit yang didapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut.

Lantas, bagaimanakah cara agar negosiasi dapat dilakukan dengan sukses? Berikut rangkuman strategi yang CNBC Indonesia rangkum dari RevoU.

1. Lakukan Riset

Sebelum melakukan wawancara, wajib bagi kandidat untuk melakukan riset dasar guna mengetahui lebih detail tentang perusahaan dan kultur karyawannya, peran serta tanggung jawab posisi, dan kisaran gaji yang biasa ditawarkan kepada kandidatnya.

Selain itu, kandidat juga perlu melakukan riset nilai pasar gaji untuk mengetahui dan dapat menetapkan kisaran gaji yang akan diajukan saat bernegosiasi. Informasi nilai pasar gaji dapat mudah ditemukan melalui sejumlah sumber, seperti portal pekerjaan hingga survei gaji.

Selain informasi nilai pasar gaji, ketahui pula UMR, UMP, dan UMK daerah perusahaan berdomisili untuk dapat menetapkan gaji minimum yang bisa diterima.

2. Kenali Kemampuan dan Nilai Diri

Saat negosiasi gaji, seorang kandidat harus mengetahui apa yang bisa dikontribusikan kepada calon perusahaannya, seperti kemampuan, pencapaian, pengalaman, dan kompetisi. Selain itu, kandidat juga perlu melakukan evaluasi diri untuk mengenali nilai tambah diri dari sisi pengalaman atau keterampilan sehingga dapat meyakinkan perusahaan.

Saat tahap wawancara, penting bagi kandidat untuk menunjukkan dan menceritakan pengalaman serta keterampilan secara rinci dan terukur. Melalui hal tersebut, kandidat dapat memiliki landasan kuat untuk menegosiasikan gaji.

3. Hitung Biaya Kebutuhan

Terdapat sejumlah alasan untuk melakukan negosiasi gaji, yaitu berdasarkan biaya hidup, naik posisi, hingga pindah tempat kerja. Namun, tidak sedikit kandidat yang memperhitungkan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut.

Maka dari itu, perhitungkan secara rinci biaya transportasi, internet, makan, akomodasi, hingga kursus khusus yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan.

4. Hindari Menyebutkan Angka Gaji Sebelum Ditanya

Saat wawancara, hindari untuk menyebutkan angka gaji yang diinginkan sebelum ditanyakan. Dengarkan informasi serta penjelasan dari HRD atau user terlebih dahulu sebelum mencapai topik negosiasi gaji. RevoU mengimbau para rekruter untuk menghindari menjadi sosok yang serba tahu. Selain itu, rekruter juga harus bersikap jujur terkait kondisi yang ada.5. Sebutkan Gaji Terakhir

Penting bagi suatu perusahaan untuk mengetahui gaji terakhir kandidatnya agar dapat menentukan kisaran gaji dari posisi yang dilamar. Maka dari itu, RevoU meminta para kandidat untuk jujur terkait gaji terakhir karena akan digunakan sebagai patokan ekspektasi keahlian dan pengalaman kerja untuk posisi yang baru. Selain itu, sebutkan gaji terakhir berupa angka kisaran, bukan angka pasti.

6. Pilih Kisaran Gaji Tertinggi

Saat berdiskusi mengenai gaji, biasanya HRD menawarkan gaji dalam bentuk kisaran, seperti Rp5.000.000 hingga Rp7.000.000. Melalui angka tersebut, terlihat bahwa ada kisaran rendah dan tinggi yang ditawarkan. Maka dari itu, tumbuhkan pola pikir untuk memilih kisaran gaji tertinggi.Namun, terdapat pula situasi saat rintang kisaran gaji yang ditawarkan tetap terlalu rendah untuk standar seorang kandidat. Guna mengatasi hal tersebut, sampaikan dengan sopan kisaran gaji yang diharapkan beserta alasannya. Proses ini sebenarnya cukup lazim dalam negosiasi gaji.7. Hindari Menerima Penawaran Gaji Pertama

Terkadang, mendiskusikan gaji menjadi hal yang tidak mengenakkan dan menjadi topik yang sensitif untuk dibicarakan. Maka dari itu, banyak dari kandidat yang langsung menyetujui penawaran gaji pertama untuk menghindari perasaan-perasaan tersebut atau berpikir bahwa angka yang ditawarkan adalah penawaran tertinggi.Saat mendapatkan tawaran gaji dari perusahaan, ada baiknya seorang kandidat untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum menyetujui penawarannya. Tanyakan kepada keluarga, teman, dan juga lakukan riset terhadap nilai gaji pasaran.8. Tanyakan Keuntungan Selain Gaji

Selain negosiasi gaji, penting bagi kandidat untuk memastikan manfaat dan fasilitas lain yang disediakan oleh perusahaan, seperti asuransi kesehatan perusahaan swasta, waktu cuti, uang lembur, Tunjangan Hari Raya (THR), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan.9. Percaya Diri

Selain dari riset dan taktik saat negosiasi gaji, seorang kandidat juga harus menunjukkan sikap, sifat, dan kepercayaan diri yang baik agar dapat meningkatkan pertimbangan perekrut.

Selain itu, seorang kandidat juga harus yakin dengan kemampuan, pengalaman, dan ilmu yang akan dikontribusikan ke perusahaan. Sampaikan dengan percaya diri bahwa diri layak mendapatkan apa yang diinginkan dan jangan lupa persiapkan alasan penunjang yang jelas beserta buktinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!