Rahasia Menyeduh Kopi di Rumah untuk Memunculkan Rasa Terbaik

Rahasia Menyeduh Kopi di Rumah untuk Memunculkan Rasa Terbaik

tribunwarta.com – Kamu pasti pernah menyeduh kopi di rumah, namun rasanya tidak seenak seduhan gerai kopi walau sudah menggunakan bubuk kopi yang sama. Mengapa bisa terjadi?

Rupanya rahasia kopi enak tidak hanya ditentukan jenis kopinya semata, namun juga hal-hal lain, seperti cara menyeduh, air yang digunakan, ukuran bubuk kopi, dan lainnya.

Nah, agar kita dapat menghasilkan rasa dan aroma optimal pada kopi seduhan, Natasha Emricca selaku Coffee Partner Engagement Starbucks Indonesia, menjelaskan empat hal dasar yang diaplikasikan oleh Starbucks supaya bisa menyajikan minuman kopi nan berkualitas, Jumat (9/12/22).

Proporsi

Pertama adalah soal proposi. Rasio antara air dan kopi menjadi fundamental pertama yang paling sederhana.

Tentunya rasio yang tidak sesuai, akan mempengaruhi proses ekstraksi dari kopi itu sendiri. Natasha menyebutkan bahwa dalam proses pour over manual drip, Starbucks menggunakan rasio 1:18, artinya 10 gram kopi dan 180 gram air.

Ukuran bubuk kopi

Fundamental kedua adalah grind size atau ukuran bubuk dari kopi itu sendiri. Ukuran biji kopi setelah digiling menjadi bubuk bisa disesuaikan dengan kopi apa yang ingin kita buat.

Secara garis besar, grind size kopi umumnya dibagi menjadi 7 jenis yakni extra coarse, coarse, medium coarse, medium, medium fine, fine, dan extra fine.

Semakin halus ukuran bubuk, maka kopi akan terekstrasi lebih cepat, sehingga semua rasanya muncul termasuk rasa yang tidak diinginkan. Sedangkan makin besar ukuran bubuk, ekstrasi akan semakin lambat.

Adapun, tipe extra coarse biasanya memiliki tekstur rocky atau seperti pasir kasar. Sedangkan tekstur extra fine serupa dengan tepung nan sangat halus.

Natasha menjelaskan bahwa pemilihan grind size kopi itu berhubungan dengan metode yang akan kita gunakan dalam menyeduh kopi, baik french press, pour over, siphon, maupun chemex.

Kalau metode pour over, bisa menggunakan ukuran bubuk medium to fine agar kopi terekstrasi dalam kecepatan yang pas untuk mengeluarkan rasa-rasa terbaiknya.

Sedangkan cold brew biasanya menggunakan extra coarse karena dalam proses ini kopi akan direndam dalam waktu lama dan diharapkan ekstrasinya berlangsung perlahan.

Memilih ukuran kopi dengan tepat sangatlah penting karena akan mempengaruhi proses ekstrasi itu sendiri hingga rasa dan aroma kopi dikeluarkan secara optimal.

Air

Ketiga, air. Tidak banyak yang menyadari, tetapi pemilihan air juga penting loh. Bisa jadi rasa kopi menjadi berbeda ketika diekstraksi di rumah karena perbedaan air tersebut.

pH atau acidity air yang direkomendasikan untuk membuat kopi adalah pH 6 – 7.5. Di bawah pH 6, kopi akan terasa asam, sedangkan di atas pH 7.5, kopi biasanya menjadi terlalu pahit dan terkesan berat.

Kandungan magnesium dan kalsium yang cukup pada air akan menghasilkan citra rasa lebih kompleks. Namun alkalin tinggi akan menetralisir kadar asam dalam kopi, sehingga menghilangkan kompleksitas rasa kopi yang sesungguhnya.

Saat ingin menyeduh, pastikan pula air sudah mendidih dengan baik, lalu tunggu beberapa saat hingga suhunya di kisaran 90 hingga 96 derajat celsius.

Kesegaran kopi

Terakhir, perihal freshness atau kesegaran biji kopi itu sendiri. Natasha merekomendasikan untuk memiliki tempat penyimpanan kopi khusus dengan seal bagus.

Pasalnya, ketika terekspos udara, partikel dalam kopi akan menyerap udara yang kemudian berdampak pada kesegaran kopi. Tentunya saat sudah tidak segar, flavor dalam kopi itu pun semakin berkurang.

Setelah memahami fundamental-fundamental saat ingin menyeduh kopi, Natasha memberikan tips, cara yang benar untuk menikmati kopi. Alangkah lebih baik sebelum diminum, kita menghirup terlebih dahulu aroma yang dikeluarkan oleh kopi tersebut.

Lalu, seruput sedikit demi sedikit dan sebarkan kopi ke seluruh bagian mulut supaya bisa dikecap rasanya baik-baik. Barulah kemudian kita bisa mendeskripsikan bagaimana cita rasanya.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah cara penyeduhan. Menyeduh kopi menggunakan french press atau mencampur bubuk kopi langsung dengan air, umumnya akan menghasilkan kopi yang lebih tebal dan lebih pahit.

Sedangkan metode pour over akan menghasilkan rasa kopi yang lebih halus karena beberapa bagian kopi, seperti minyaknya, akan tersaring saat melewati kertas filter.

Bila kita menginginkan kopi yang lebih light, maka metode siphon bisa dipilih. Hasilnya adalah kopi yang seringan teh dan lebih halus.

Melihat tingginya minat konsumen, Starbucks pun menghadirkan roast ground coffee, dimana kita bisa mengkreasikan kopi Starbucks sendiri di rumah.

Ada berbagai jenis kopi yang bisa dibeli di Starbucks, termasuk kopi-kopi langka yang bisa dinikmati di Starbucks Reserve.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!