Nina Nugroho dan Indonesia Fashion Chamber Bakal Tampil di Front Row Paris 2022, Hadirkan 5 Koleksi Batik Khas Cirebon 

Nina Nugroho dan Indonesia Fashion Chamber Bakal Tampil di Front Row Paris 2022, Hadirkan 5 Koleksi Batik Khas Cirebon 

JAKARTA, celebrities.id – Label busana muslim Nina Nugroho, rancangan desainer Nina Septiana bersama Indonesia Fashion Chamber akan melakukan fashion show dalam event Front Row Paris 2022 yang digelar di Bateu Chansonnier Port Debilly Paris dan La Galerie Bourbon pada 3 – 4 September 2022. 

Dalam kesempatan kali ini, Nina Nugroho yang terkenal dengan koleksi Modest Fashion for Professional yang bernuansa klasik modern ini akan membawakan lima koleksi busana yang dipadankan dengan koleksi Batik Keraton Kanoman dengan tema ‘Caruban’.

Tema Caruban diambil dari nama daerah di Jawa Barat yang kini dikenal sebagai kota Cirebon. Cirebon dan budayanya menjadi sumber inspirasi koleksi Nina Nugroho kali ini. 

Kata Caruban berarti campuran. Ini karena daerah Caruban menjadi tempat tinggal masyarakat dari banyak budaya, diantaranya Sunda, Jawa, Arab dan Cina.

Diwujudkan dalam desain busana batik yang simple namu elegan khas Nina Nugroho. Memberikan kesan kuat, namun tetap anggun dan keibuan.

“Kota Cirebon yang menjadi bertemunya banyak budaya, diwujudkan dalam pertemuan beberapa motif batik dalam satu busana. Setiap motif batik memiliki makna dan filosofinya masing-masing namun saling menguatkan,” tulis Nina Septiana dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, (25/8/2022).

Koleksi batik Cirebon Nina Nugroho kali ini sarat akan makna dan filosofi yang agung di setiap goresan motif dan ragamnya. Makna dan filosofi ini tentu saja tidak lepas dari rentetan sejarah dan dinamika kebudayaan yang berlangsung di dalamnya. 

Nina Nugroho dan Indonesia Fashion Chamber Bakal Tampil di Front Row Paris 2022, Hadirkan 5 Koleksi Batik Khas Cirebon 

Secara khusus Nina Nugroho melakukan riset mengenai batik Cirebon melalui serangkaian wawancara dengan budayawan dan ahli sejarah Cirebon.

‘’Sejarah telah mencatat, bahwa perjalanan batik di Cirebon sudah dimulai paling tidak sejak abad ke 15 atau 16. Bahkan sangat mungkin kesenian yang adhiluhung ini sudah dimulai sejak sebelum abad 15. Hal ini bisa kita lihat pada arsitektur mega mendung Kreta Jempana yang ada di Kesultanan Kanoman yang dibuat pada tahun 1350 Saka atau 1428 M,’’ tulis Nina Nugroho mengutip hasil riset yang dilakukannya.

Keberadaan motif mega mendung yang ada pada arsitektur Kreta Jempana di Kesultanan Kanoman ini telah mengindikasikan bahwa motif mega mendung sebagai motif batik yang sangat khas di Cirebon terinspirasi dari bentuk arsitektur Kreta Jempana.

“Oleh sebab itu kenapa batik hari ini harus dilestarikan, karena bukan hanya menjaga keindahan motif dan ragamnya melainkan menjaga tata nilai makna dan filosofinya. Itulah mengapa dalam koleksi saya kali ini, saya secara khusus mengangkat batik Cirebon sebagai tema,’’ lanjut Nina Nugroho.

 

Detail koleksi

Koleksi kali ini terdiri dari midi shirt, shirt, tunik dan outer/cape yang dipadankan dengan pipe pants, cullote dan skirt. Detil berupa kancing Swarovski dan diperkaya dengan interlining dari bahan satin yang nyaman dan lembut. 

Lima koleksi yang akan dipamerkan Front Row Paris 2022 ini akan menampilkan Batik klasik Cirebon beragam motif dipadukan dengan bahan cotton bridal premium yang menambah kesan elegan namun ringan.

Koleksi pertama terdiri dari tunik 2 in 1 dengan detil obi perpaduan batik Cirebon berwarna marun dan hitam putih di bagian lengan. Batik berwarna marun motif Kereta Paksi Naga Liman, yang merupakan kendaraan Sultan Cirebon. 

Kereta ini memiliki senjata Trisula, yang merupakan simbol tiga kekuatan Sultan, yaitu kekuatan darat, laut dan udara. Dipadukan dengan cullote motif Mega Mendung Rara Sumanding. 

Rara Sumanding adalah julukan Puteri Ong Tien. Diaadalah salah satu istri Sunan Gunung Jati, yang merupakan putri kaisar China, yakni Kaisar Hong Gie. Detil selendang di bagian belakang, menambah kesan elegan dan klasik koleksi ini. 

Warna marun terlihat kontras dengan batik warna hitam di bagian belakang tunik. Hijab bukan sekedar penutup kepala, tetapi menjadi penyempurna penampilan koleksi ini, dengan menggunakan material glitter.

Nina Nugroho dan Indonesia Fashion Chamber bakal tampil di Front Row Paris 2022. (Foto: celebrities.id/Dok. Nina Nugroho)

Koleksi berikutnya, perpaduan batik Wayang dengan batik motif Parang Panembahan Cirebon. Batik Wayang terdiri dari midi shirt menggunakan Batik Wayang dan perpaduan bahan polos bridal cotton premium berwarna gold. 

Detil obi menambah kesan anggun dan disempurnakan dengan hijab terbuat dari bahan brukat. Penampilan koleksi ini makin elegan dengan ‘cape’ batik motif Parang Panembahan Cirebon. 

Motif ini di masa lalu hanya bisa dipakai oleh keluarga bangsawan atau kalangan ksatria saja. Motif jenis parang muncul di era Panembahan Ratu Cirebon I (1571 – 1649 M). Muncul juga di era Panembahan Senopati Mataram (1586 – 1601 M) dan Sultan Agung Mataram (1613 – 1645 M). 

Koleksi ketiga terdiri dari long coat Batik Wayang, shirt dan pipe pants. Batik Wayang dipadukan dengan bahan bridal cotton premium berwarna coklat tua. Shirt diperkaya dengan detil berupa obi dan hijab menggunakan bahan tile. Batik Wayang merupakan simbolisasi manusia, yang mengajarkan filosofi kerukunan dan hidup dengan damai.

Perpaduan Batik Patran Luwung dan Batik Wayang menjadi daya tarik koleksi selanjutnya. Terdiri dari shirt 2 in 1 dengan detil di bagian belakang, dikenakan bersama cullote. Batik Patran Luwung, bermotif keris. 

Nama Luwung merujuk pada Syeikh Luwung (Pangeran Raja Muhammad), yang merupakan cucu Sunan Gunung Jati yang merupakan ahli keris (Luwung). Motif ini merupakan motif klasik Cirebon.

Skirt dan tunik berbahan Batik Megamendung yang legendaris, menjadi koleksi penutup. Motif Megamendung kali ini adalah Megamendung Nyai Panata Gama.

Nya Panata Gama adalah julukan untuk ibunda Sunan Gunung Jati, yakni Nya Mas Rarasantang atau dikenal juga sebagai Syarifah Mudaim. Saat itu Nyai Panata Gama adalah Guru Agung Pondok Pesantern Amparan Jati Cirebon.

Julukan itu muncul karena kapasitas beliau yang mumpuni di bidang ilmu agama. Paduan skirt dan tunik Megamendung berwarna berwarna biru dihiasi dengan ‘cape’ Batik Wayang berwana coklat sogan. Dipermanis dengan hijab berbahan glitter berwarna silver.

Sebagai informasi, selain melakukan fashion show, Nina Nugroho bersama Indonesia Fashion Chamber dalam event Front Row Paris 2022 juga akan mengadakan pop-up store dan business matching yang di adakan di lokasi yang sama.*

Editor : Endang Oktaviyanti


Artikel ini bersumber dari www.celebrities.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *