Menilik Kota Kelahiran Lisa BLACKPINK, Buriram Tak Kalah Eksotis dari Destinasi Thailand yang Terkenal

Menilik Kota Kelahiran Lisa BLACKPINK, Buriram Tak Kalah Eksotis dari Destinasi Thailand yang Terkenal

tribunwarta.comBangkok, Pattaya, Chiang Mai, menjadi nama-nama destinasi di Thailand yang mungkin lebih sering direkomendasikan bagi wisatawan mancanegara.

Tidak begitu halnya dengan Buriram , sebuah destinasi, yang mungkin terkenal hanya di kalangan penggemar balap motor atau sepakbola.

Buriram , kota yang juga ibu kota dari nama provinsi yang sama, pernah menjadi panggung berbagai ajang balap GP. Moto3 2022, MotoGP Thailand 2022, hingga Asia Road Racing Buriram mengambil Sirkuit Internasional Chang di Buriram sebagai lokasinya.

Pada saat Pikiran-rakyat.com berkesempatan ke Buriram , pekan ketiga November 2022 lalu, sedang berlangsung pula kejuaraan balap reli lintas negara Asia Cross Country Rally ( AXCR ).

Mengenai sepak bola, nama klub Buriram United merupakan salah satu yang paling populer setelah Timnas Thailand di negeri gajah putih.

Di Indonesia, nama klub sepak bola ini cukup menyita perhatian usai Piala AFF U-19 2022. Saat itu ada insiden para pemain kedapatan merokok dan melanggar sejumlah ketentuan. Buriram United dikenal sebagai klub dengan standar tinggi. Mereka sampai menghentikan pengiriman pemain lokalnya ke skuad Timnas Thailand , karena menghindari kebiasaan buruk atlet berpesta dan merokok.

Baca Juga: Referensi Tempat Wisata di Jakarta yang Terbaik dan Instagramable

Kesan Pertama di Buriram Thailand

Begitu menginjakkan kaki di Buriram , saya disuguhkan pemandangan yang cukup kontras dari Bangkok. Beralih dari kemacetan dan suasana kota besar laiknya Jakarta, Bandung, dan Surabaya, saya seolah memasuki kabupaten berpenduduk minim.

Tanah merah, perkebunan karet, durian, singkong, dan jagung, sangat mudah dijangkau dari jalan raya. Bedanya dengan Jawa, Buriram tidak memiliki kontur yang membuat kendaraan mesti menanjak menurun khas kawasan pegunungan.

Baik pada hari biasa maupun akhir pekan, lalu lintas kota berpenduduk 23.000 orang ini pun, cenderung sangat sepi. Jalan-jalan raya jauh dari pemukiman padat dan hanya dihiasi gedung-gedung bisnis, sekolah, kantor pemerintahan, pom bensisn, dan layanan umum lainnya.

Impresi saya selama sepekan di sana, kota ini sangat tertib; baik dalam berlalu lintas, menggunakan fasilitas umum, sehingga turis dibuat merasa aman dan nyaman. Betapa tidak, ketika saya mengunjungi keramaian di pusat kota Buriram , tidak ada satu pun sudut yang terisi akan lapak pedagang kaki lima.

Ada pesta dan perkenalan pembalap peserta reli dari sembilan negara beserta pendukungnya pada sebuah malam, di halaman Thunder Castle yang sangat luas dan terbuka tanpa pagar. Bukankah itu tempat yang seksi bagi para penjual sosis bakar, kacang goreng, atau teh botol, jika keramaian seperti itu ada di Indonesia?

Slogan pusat olahraga bagi Buriram dari pemerintahan setempat, bukan sekadar kata-kata. Selain balap dan sepak bola, kota ini menjadi pusat olahraga voli, muay thai, hingga melahirkan banyak atlet.

Meskipun lalu lintasnya sangat sepi, beda halnya dengan lapangan-lapangan yang tersebar di sekitar Arena Chang. Lelaki, perempuan, waria, baik anak-anak, remaja hingga dewasa, memenuhi lapangan basket, voli, futsal, dan olahraga lainnya.

Tak sedikit di antara pelajar berolahraga sepulang sekolah, dengan tampaknya seragam-seragam mereka terlipat di sisi luar lapangan. Mereka mengisi waktu menunggu malam dengan berolahraga sejak pulang sekolah.

Kuliner di Buriram Thailand

Kuliner di Buriram , sedikit banyak didongkrak oleh popularitas Lisa BLACKPINK , dara kelahiran Buriram yang kini menjadi idola K-Pop.

Dua rekomendasi Lisa BLACKPINK yang terkenal adalah bakso Thailand , dan salad pepaya. Pedagang dua makanan itu sempat dibuat kewalahan di berbagai penjuru Thailand , karena diserbu wisatawan.

“Aneka olahan durian, singkong, jagung, juga menjadi rekomendasi kuliner dari sini. Sayang saat ini (November 2022) bukan musim durian. Tapi, keripik durian, atau makanan awetan dari durian dapat jadi alternatif,” kata Alex, seorang tour guide asal Bangkok.

Bakso Thailand yang sangat digemari Lisa BLACKPINK biasa disajikan dengan cara ditusuk dan dilumuri saus, atau disuguhkan dengan kuah seperti bakso Indonesia.

Bedanya, bahan baku bakso bukan hanya dari daging sapi, tetapi juga ada yang dari ikan, dan babi.

Baca Juga: 5 Tempat Ter-Instagramable di Surabaya yang Wajib Banget Kamu Kunjungi!

Untuk menemukan tempat makan makanan khas ini, Anda bisa mengunjungi sejumlah pasar tradisional, pusat penjualan makanan, restoran, atau pun kedai-kedai yang biasanya terbuka di sekitar minimarket dan supermarket.

Bagi Anda yang mencari makanan halal, itu mungkin akan menjadi tantangan, mengingat komunitas Muslim di sana sangat minoritas. Olahan ikan, seafood, akan sangat menolong, di samping ragam makanan instan berlogo halal di ritel.

Tidak ada oleh-oleh spesifik yang populer dari kawasan ini. Begitu pun halnya pusat belanja oleh-oleh, biasanya memang hanya ditemukan di destinasi-destinasi terkenal, bukan Buriram .

Dari sini, banyak turis membawa buah tangan jersey Buriram United dan sovenir lainnya, atau hanya thai tea saset yang khas, yang tersebar di ritel seluruh negeri, bukan hanya Buriram .

Banyak candi bergaya Kamboja, tersebar di Buriram , Thailand . Eksotisnya bangunan-bangunan petilasan, vihara, atau istana raja yang tersebar, masih terjaga.

Sayangnya, saya hanya bisa mengunjungi satu candi di kawasan Chang International Circuit, yang berupa replika saja dari Prang khas Khmer kuno.

Meskipun replika, dengan tidak adanya tarif tiket khusus, saya sangat puas berfoto di area halaman rumput terawat, taman tropis yang luas, kolam teratai, dan benteng kokoh khas bernuansa monumen kuno.

Kastil ini dekat sekali dengan restoran makanan cepat saji, supermarket, dan toko resmi cinderamata Buriram United. Anda bisa berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Baca Juga: Bekas Galian di Parahyangan Jadi Tempat Wisata Air Baru, Bisa Dikunjungi Keluarga

Beruntung, saya menginap di sebuah hotel di kawasan yang sama, sehingga berjalan kaki dari penginapan sudah bisa menjangkau area itu. Anda dapat menginap di penginapan luar kawasan dengan tarif mulai Rp200.000-an, dan menyewa sepeda motor atau mobil dari rental setempat untuk tur sehari-hari.

Tertarik mendatangi kota ini? Anda dapat menempuh waktu 5-6 jam perjalanan mobil, setelah mendarat di Bandara Internasional Suvarnabhumi, di Bangkok. Anda pun bisa bertolak menumpang pesawat dengan tujuan Bandara Buriram , tetapi harus beralih dulu ke Bandara Don Mueang, dengan jarak tempuh penerbangan kurang dari satu jam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!