Bukan Hanya Candi dan Malioboro, Simak Ide Liburan Akhir Tahun di Desa Wisata Yogyakarta

Bukan Hanya Candi dan Malioboro, Simak Ide Liburan Akhir Tahun di Desa Wisata Yogyakarta

tribunwarta.com – Suasana dan kehangatan warga Yogyakarta selalu meninggalkan cerita dan kesan yang baik. Terlebih lagi kuliner dan destinasi wisata yang memorable. Seperti yang disampaikan oleh Joko Pinurbo, “Yogya terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan”.

Terkenal dengan kota wisata, Yogyakarta menawarkan sajian wisata yang lengkap, mulai dari tempat, atraksi, hingga kuliner. Bukan hanya Jalan Malioboro dan Candi Prambanan saja. Yogyakarta ternyata menyimpan banyak sekali destinasi lain yang wajib untuk dikunjungi.

Simak 4 destinasi liburan di Desa Wisata Yogyakarta:

Berlokasi di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi Desa Wisata Nglanggeran juga termasuk dalam kawasan Geosite Gunung Sewu yang menyandang gelar sebagai UNESCO Global Geopark.

Gunung Purba dengan struktur batuan besar tersebut merupakan ikon dari Desa Wisata Nglanggeran yang sudah diakui dunia oleh UNESCO.

Desa Wisata Nglanggeran juga punya air terjun yang memanjakan mata yang Bernama Air Terjun Kedung Kandang. Di sini para wisatawan akan dibuat takjub karena air terjunnya terbentuk dari susunan batuan vulkanik bertingkat yang berada di tengah terasering sawah.

Tak lengkap rasanya jika pulang tidak membawa oleh-oleh. Desa Wisata Nglanggeran juga menyediakan pusat oleh-oleh bernama Griya Cokelat Nglanggeran. Terletak berdekatan dengan Gunung Api Purba Nglanggeran dan menjual aneka produk unggulan UMKM lokal berbahan dasar cokelat serta susu. Menariknya, Griya Cokelat Nglanggeran juga memproduksi cokelat batang dari bahan hasil perkebunan warga lokal dan bisa mencoba sensasi seru melakukan proses pembuatan, pembungkusan hingga mencicipinya langsung.

Desa yang punya julukan Desa Seribu Kedung ini punya banyak telaga alam yang bagus. Desa wisata yang letaknya kurang lebih 30 kilometer dari pusat kota ini tetap mengutamakan pelestarian lingkungan hidup, seperti menghadirkan ragam ekowisata.

Menyusuri Gua Kiskendo bisa jadi hal yang menantang dan sensasi untuk dekat dengan alam. Gua aktif dengan kedalaman 1,5 kilometer ini punya ornamen stalaktit dan stalagmit yang sangat indah.

Soal penginapan, Desa Wisata Jatimulyo turut menyediakan penginapan. Ada penginapan unik dengan nuansa khas pedesaan dengan suguhan pemandangan alam yang masih asri, bernama Omah Watu Blencong.

Desa Wisata Jatimulyo dikenal sebagai desa yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna-nya. Bahkan, wisatawan mancanegara banyak yang datang ke sini buat melihat langsung atau mengambil foto burung warna-warni banyak ditemukan di sekitar desa wisata ini. Burung-burung tersebut ialah burung perkutut Jawa, burung celepuk reban, dan burung walik kembang.

Desa wisata yang berada di Dusun Cempuk, Desa Mangunan, Dlingo, Bantul ini menawarkan beragam aktivitas wisata menarik, seperti menyaksikan kesenian tradisional Gejog Lesung dan Tari Gambyong serta wisata kuliner yang menggugah selera.

Penggemar tempe dan tahu bacem bisa dipastikan akan tertarik mencicipi makanan khas Yogyakarta yang satu ini, namaya jadah tempe. Jadah tempe adalah gabungan dari dua macam makanan, yaitu jadah yang merupakan olahan ketan dan tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem. Selain tempe, terdapat lotek, tiwul dan gudeg manggar yang wajib dicicipi selagi mengunjungi Desa Wisata Kaki Langit.

Desa Wisata Rejowinangun khususnya di Klaster Kampung Herbal, membuat jamu sudah menjadi tradisi turun temurun. Jamu yang disajikan pun tak sembarangan, terbuat dari rempah yang ditanam sendiri oleh warga dan memiliki aroma serta rasa yang menggugah selera.

Bagi para penikmat jamu, kurang afdol rasanya untuk tidak datang kesini dan merasakan wisata edukasi jamu.

Desa Wisata Tembi yang didirikan sejak tahun 2007 ini menawarkan suasana desa yang asri dan udara yang sejuk. Bentangan keindahan alamnya yang mengagumkan, berpadu apik dengan kearifan budaya lokal, menjadi daya tarik tersendiri dari Desa Wisata Tembi. Cocok bagi mereka yang ingin healing dan jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Sebab, suasana pedesaan yang masih hijau dan asri yang sangat memberikan ketenangan.

Jangan khawatir, bagi yang betah disan, Desa Wisata Tembi menyediakan tempat menginap di Homestay dengan sensasi yang unik. Homestay Tembi mengusung desain interior Jawa yang masih kental. Harga menginapnya pun sangat terjangkau. Meskipun harganya murah, kenyamanan tetap jaminan. Selain itu, homestay ini juga didukung dengan fasilitas yang modern, seperti ketersediaan akses internet hingga fasilitas kolam renang. Homestay Tembi pernah menyabet penghargaan Asean Green Homestay Award tahun 2014. Menegaskan bahwa Homestay ini wajib untuk disinggahi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!