Wilov Hadirkan Layanan Kesehatan Khusus Perempuan

Wilov Hadirkan Layanan Kesehatan Khusus Perempuan

Wilov Hadirkan Layanan Kesehatan Khusus Perempuan
Ivana Wiyono, Co-founder Wilov

Pandemi Covid-19 menumbuhkan kesadaran tinggi pada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarganya. Kondisi ini mendorong tumbuhnya berbagai platform e-Health. Namun, belum ada yang khusus memerhatikan kesehatan perempuan. Padahal perempuan produktif di Indonesia populasinya tinggi.

Untuk itulah Wilov hadir. Perusahaan rintisan ini didirikan sejak tahun 2021, menawarkan layanan yang berfokus pada kesehatan dan edukasi reproduksi perempuan.

Tujuan startup ini untuk menciptakan ekosistem digital dengan layanan kesehatan yang informatif, inklusif, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengguna. “Kami ingin meningkatkan literasi kesehatan perempuan, serta menyediakan layanan-layanan yang terkait reproduksi perempuan,” kata Ivana Wiyono, Co-founder Wilov.

Misalnya saja, salah satu gangguan yang paling umum terjadi pada perempuan adalah ‘Sindrom Ovarium Polikistik’ (SOPK) atau disebut juga dengan Ovarian Syndrome Polycystic (PCOS). Diperkirakan 8-20% populasi perempuan di dunia mengalami PCOS, namun 70% dia ntaranya tidak terdiagnosa. Sindrom ini juga punya kemungkinan lebih besar untuk menyerang perempuan keturunan Asia (termasuk Indonesia).

Akibat dari PCOS tidak hanya menyebabkan perempuan menjadi tidak subur (mandul), tapi juga membuatnya lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Bahkan, lebih dari separuh perempuan yang mengidap PCOS terdiagnosa diabetes tipe 2 sebelum menginjak usia 40 tahun. Masalah-masalah kesehatn dan reproduksi tersebut di atas, kadang membuat perempuan kurang nyaman berkonsultasi. Atau, beberapa kasus salah dalam penanganan.

Keberadaan Wilov untuk memberikan layanan pengobatan seperti PCOS, tracker menstruasi, dan beragam konten edukasi terkait reproduksi dan kesehatan wanita. Saat ini, sudah hampir 50.000 perempuan di seluruh Indonesia menjadi pengguna aplikasi Wilov.

“Kami menggunakan kalkulasi berdasar medis untuk memberikan analisa dasar bagi para pengguna. Namun, tidak hanya terbatas pada prediksi siklus menstruasi dan kesuburan, aplikasi Wilov juga dapat menganalisis gejala yang dialami pengguna dan kaitannya dengan gejala penyakit tertentu. Hal ini membuat pengguna bisa memeriksakan diri dan mendapatkan diagnosa medis sedini mungkin untuk melakukan pencegahan (preventive care),” ujarnya.

Menurut Ivana, perempuan berperan penting dalam sistem kesehatan, karena 80% keputusan kesehatan keluarga biasanya dipegang oleh perempuan. Mereka makin mandiri dalam menjaga kesehatannya.

Dia berharap Wilov bisa menjadi sahabat kesehatan terbaik para perempuan Indonesia dengan memahami kebutuhan mereka di setiap fase kehidupan, dan berdialog dengan tenaga medis untuk mengidentifikasi solusi tepat.

Ivana menyebut di Asia Tenggara biaya kesehatan khusus perempuan naik 13% per tahun. Di Indonesia saja setidaknya per tahun tiap perempuan membutuhkan US$ 100 untuk kesehatannya termasuk kesehatan reproduksi. Maka itu Wilov hadir untuk para perempuan konsultasi lebih nyaman.

Jadi dari mana monetasi Wilov? “Kami melakukan menstruasi tracker, layanan konsultasi untuk PCOS, menawarkan ke dokter mana saja yang tepat agar tidak salah konsultasi. Juga layanan nutrisi bagi yang mengalami masalah PCOS,” jelasnya. Ke depannya, Wilov akan juga menyediakan layanan dermatologis, terapi psikologis, dan lahanan terkait olahraga. Wilov merupakan peserta program inkubasi Startup Studio Indonesia (SSI) Batch 4, yang diselenggarakan oleh Kominfo RI.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *