Wapres Perintahkan KPRBN Cari Terobosan Pemanfaatan Anggaran Penanggulangan Kemiskinan

Wapres Perintahkan KPRBN Cari Terobosan Pemanfaatan Anggaran Penanggulangan Kemiskinan

Jakarta: Wakil Presiden Ma’ruf Amin memerintahkan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) mencari terobosan pemanfaatan anggaran penanggulangan kemiskinan agar lebih efektif. Anggaran penanggulangan kemiskinan saat ini tersebar di berbagai kementerian atau lembaga dan pemanfaatannya dilakukan sendiri-sendiri.
 
“Wapres memberikan arahan, coba diberikan usulan supaya [sistem] penganggaran secara sendiri-sendiri ini bisa diterobos sehingga kita bisa kerja kolaboratif,” ujar juru bicara Wapres Masduki Baidlowi usai mendampingi Wapres menerima Sekretaris Eksekutif KPRBN dan jajarannya di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Selasa, 13 September 2022.
 
Masduki mengungkapkan Wapres selaku Ketua KPRBN menilai apabila kerja kolaboratif ini dapat dilakukan, akan lebih mudah dalam melakukan upaya pengentasan kemiskinan. “Karena anggaran-anggarannya itu sudah bisa lebih efisien, sebab direncanakan bersama-sama. Ini yang tadi disampaikan,” terang dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal penting lain, lanjut Masduki, yang menjadi perhatian serius Wapres adalah terkait perencanaan dan penganggaran di kementerian atau lembaga yang orientasinya sekadar penyerapan. “Jadi kalau bikin perencanaan di kementerian/lembaga itu yang penting bisa terserap habis. Bukan pada manfaat apa yang akan dihasilkan oleh sebuah perencanaan itu,” ujar dia.
 
Oleh sebab itu, kata Masduki, Wapres menginstruksikan KPRBN mencari solusi atas permasalahan ini. Yakni, bagaimana agar perencanaan dan pemanfaatan anggaran pada kementerian atau lembaga dapat mencapai target manfaat (outcome) yang dihasilkan.
 
“Baiknya kan mestinya kalau sebuah perencanaan itu sampai ke tingkat outcome, tingkat manfaat. Untuk apa dana ini, di mana [penggunaannya] lalu kemudian manfaatnya buat masyarakat apa?” urai Masduki.
 
Selama ini, kata dia, ternyata tidak sampai ke outcome yang jadi target utama dari setiap perencanaan keuangan negara. Tapi lebih kepada bagaimana yang penting uang negara ini bisa terserap.
 
“Itulah sebab salah satu tadi kita berbicara mengenai persoalan ego sektoral dari kementerian dan lembaga,” ujar dia.
 

Wapres juga menegaskan masalah perencanaan dan penganggaran ini tidak hanya terkait dengan penanggulangan kemiskinan yang perlu diperbaiki, tetapi juga pada bidang-bidang lain.
 
“Ini semuanya akan dilakukan langkah-langkah terobosan supaya perencanaan keuangan dan bagaimana cara membelanjakannya bisa kolaboratif untuk mengatasi kemiskinan bisa lebih mudah. Bukan hanya soal kemiskinan tapi juga yang lain, masalah-masalah birokrasi yang memang masih menghambat itu perlu dilakukan reformasi,” ungkap dia.
 
Sebelumnya, tutur Masduki, Sekretaris Eksekutif KPRBN Eko Prasojo melaporkan kepada Wapres bahwa KPRBN tengah menyusun model penguatan sinergi antarkementerian atau embaga untuk menangani kemiskinan.
 
“Seperti kita ketahui masalah kemiskinan itu kan ditangani oleh berbagai kementerian dan lembaga dan selama ini ternyata cara penanganannya itu terlalu sektoral. Jadi ego sektoral dari pelaksanaan penanggulangan kemiskinan ini menjadi hambatan,” terang dia.
 
Dalam konteks ini, kata Masduki, KPRBN merekomendasikan cara agar perencanaan dan penganggaran penanggulangan kemiskinan dapat terintegrasi.
 
“Jadi sudah dilaksanakan rapat koordinasi [antara KPRBN] dengan kedeputian di Sekretariat Wakil Presiden yang membidangi masalah itu, dan insya Allah setelahnya akan segera dilaksanakan rapat [lanjutan] dengan mengajak kementerian/lembaga terkait,” ungkap Masduki.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *