Turun Hampir 3 Persen, Harga Minyak Dunia Sentuh Posisi Terendah Sepanjang 2022

Turun Hampir 3 Persen, Harga Minyak Dunia Sentuh Posisi Terendah Sepanjang 2022

tribunwarta.com – – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari Rabu (7/12/2022) waktu setempat, atau Kamis pagai (8/12/2022) waktu Indonesia/ WIB. Pergerakan harga minyak mentah dunia dibayangi oleh kenaikan stok bahan bakar AS, dan kenaikan impor minyak China pada November.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent turun 2,8 persen menjadi 77,17 dollar AS per barrel, dan West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,4 persen menjadi 72,01 dollar AS per barrel.

Harga minyak dunia jatuh ke level terendah tahun ini, dan kehilangan semua keuntungan sejak invasi Rusia ke Ukraina yang memperburuk krisis pasokan energi global dalam beberapa dekade.

Pasar terus menurun pada bulan-bulan terakhir tahun ini karena para ekonom bersiap untuk potensi pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah, sebagian karena biaya energi yang tinggi. Kerugian hari Rabu didorong oleh kenaikan stok bahan bakar AS yang lebih besar dari perkiraan.

Penurunan baru-baru ini bertentangan dengan apa yang seharusnya menjadi latar belakang yang mendukung harga. China, importir minyak mentah terbesar dunia, mengumumkan perubahan paling besar sejak pandemi dimulai.

Impor minyak mentah negara itu pada November naik 12 persen dari tahun sebelumnya ke level tertinggi dalam 10 bulan, data menunjukkan. Negara-negara G7 memulai implementasi pembatasan harga untuk membatasi ekspor Rusia yang dapat menyebabkan negara tersebut mengurangi produksi di tahun mendatang.

Administrasi Informasi Energi mencatat, stok sulingan AS mencatatkan peningkatan 6,2 juta barrel atau jauh melebihi perkiraan kenaikan 2,2 juta barrel. Persediaan bensin naik 5,3 juta barrel dari ekspektasi kenaikan 2,7 juta barrel.

Sementara itu, setidaknya 20 kapal tanker minyak yang mengantri dari Turki mengalami keterlambatan untuk menyeberang dari pelabuhan Laut Hitam Rusia ke Mediterania karena adanya implementasi aturan asuransi, ditambahkan penerapan batas harga minyak Rusia oleh negara G7.

harian Vedomosti Rusia melaporkan, saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan opsi larangan penjualan minyak ke beberapa negara untuk melawan batasan harga yang diberlakukan oleh Barat.

“Masih banyak ketidakpastian di pasar hari ini. Tapi, produksi minyak mentah di Rusia mungkin tidak turun sebanyak yang diperkirakan sebelumnya,” kata Claudio Galimberti, wakil presiden senior di Rystad Energy.

“Peringatan dari bank-bank besar AS tentang kemungkinan resesi tahun depan masih membebani pasar. Posisi beli dana spekulatif bersih sekarang berada di level terendah dalam enam tahun,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!