Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Benarkah Berdampak Negatif untuk Kesehatan?

Merdeka.com – Di tengah cuaca panas dan gerah yang sering terjadi di kota-kota besar, tidur dengan kipas angin menyala memang bisa memberikan kenyamanan. Gerakan kipas angin yang bekerja untuk menurunkan suhu jelas bisa membuat tidur semakin pulas. Namun, ternyata ada beberapa risiko kesehatan yang bisa dialami jika tidur dalam kondisi seperti ini setiap malam.

Apa saja yang bisa terjadi pada tubuh? Intip lebih lanjut yuk!

Alergi Pernapasan

tidur dengan kipas angin menyala benarkah berdampak negatif untuk kesehatan

┬ęShutterstock

Biarpun sejuk, namun cara kerja kipas angin yang sebenarnya hanya memutar udara yang ada di ruangan. Hal ini artinya tidak ada pergantian udara bersih, sehingga yang dihirup setiap malam adalah sisa pernapasan sendiri.

Jika udara yang disalurkan tidak disaring dengan baik, penggunaan kipas angin juga berpotensi membuat bakteri, kuman dan virus tersebar lewat udara di dalam kamar. Kipas angin yang menyala membuatmu jadi menyedot debu dan kotoran setiap malam. Hal ini bisa memicu alergi dan gangguan pernapasan lainnya.

Dehidrasi

tidur dengan kipas angin menyala benarkah berdampak negatif untuk kesehatan

┬ęShutterstock

Tahukah kamu kalau penggunaan kipas angin semalaman saat tidur ternyata bisa memperbesar risiko dehidrasi? Udara dingin yang hadir dari kipas angin yang berputar ternyata bisa menyerap kadar air di dalam tubuh. Hal tersebut berisiko menyebabkan dehidrasi sehingga organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Dehidrasi saat tidur nggak hanya bisa membuatmu merasa haus saja, tapi juga bisa membuat tubuh terasa lemas ketika terbangun. Untuk menghindarinya, sebaiknya hentikan kebiasaan menyalakan kipas angin semalaman.

Rentan Membuat Tubuh Kram

tidur dengan kipas angin menyala benarkah berdampak negatif untuk kesehatan

┬ęShutterstock

Masalah kesehatan lain yang bisa terjadi jika menggunakan kipas angin saat tidur adalah risiko mengalami kram. Udara dingin yang berputar di kamar dapat membuat kontraksi otot. Jika memiliki riwayat kesehatan nyeri otot, kondisi ini juga bisa makin parah.

Untuk menyiasatinya, sebaiknya jangan biarkan kipas angin menyala setiap malam untuk menghindari risiko kram otot yang semakin parah. Sebaiknya coba tambahkan ventilasi udara di dalam kamar agar sirkulasi udara lebih lancar dan mengurangi rasa gerah.

Itu tadi beberapa hal yang bisa terjadi jika terlalu sering tidur dengan kipas angin menyala di malam hari. Biarpun nyaman, tapi penggunaan kipas angin terlalu sering perlu diperhatikan kembali demi menjaga tidur yang sehat dan berkualitas di malam hari.

[wri]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *