Terwujudnya Cita-Cita Menjadi Wirausahawan Muda dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Terwujudnya Cita-Cita Menjadi Wirausahawan Muda dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

tribunwarta.com – Menjadi seorang wirausahawan muda tentu susah — susah gampang. Dalam membangun suatu bisnis / usaha kita harus siap menanggung sebagian besar risiko dari bisnis tersebut, namun tentu saja menjadi seorang wirausahawan juga pastinya menikmati keuntungan dari bisnis / usaha yang sedang dirintis.

Radite Raharja, founder sekaligus pemilik ( Founder, R&D, Marketing, Production ) bisnis soft cookies asal Malang yang memiliki nama brand Delice by Dite. Delice by Dite adalah UKM ( Usaha Kelas Menengah ) yang berlokasi di Malang yang menciptakan inovasi baru berupa vegan soft cookies.

Radite Raharja adalah wanita lulusan dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Food Science and Technology atau Teknologi dan Sains Pangan, ia mulai membuka bisnis / usaha vegan soft cookies nya pada tahun 2019. Wanita yang lulus dari Universitas Brawijaya Malang dengan IPK 3,63 ini memiliki hobi memasak dan membuat kue, khususnya makanan penutup.

“Dulu kan dari maba ( mahasiswa baru ) aku sudah sering banget bikin kue, terus sering post juga di Instagram. Seringkali ketika aku post resep, banyak teman yang request untuk dijual, ya sudah akhirnya aku jual beberapa kue sesuai mood ku,” jelas Radite Raharja.. Namun karena masih banyak kesibukan dengan rutinitas perkuliahan, membuat Radite Raharja atau biasa dipanggil Dite ini belum bisa memproduksi kue secara konsisten.

Tekad Dite untuk memproduksi kue semakin besar ketika dirinya selesai dan tuntas mengerjakan skripsi. Setelah lepas dari banyaknya kesibukan rutinitas perkuliahan dan telah menyelesaikan salah satu kewajiban terberat saat kuliah tersebut, perempuan asli Kota Malang ini mencoba untuk memproduksi kue secara konsisten.

Pada saat itu, Dite berpikiran untuk mulai fokus dengan memproduksi soft cookies karena pada tahun 2018 dulu, soft cookies masih belum terkenal dan sepopuler sekarang.

Ide ini bermula karena dirinya sering mengikuti trend dunia bakery dan usaha kue unik yang ada di luar negeri. Ia mencari inspirasi dari bisnis-bisnis di luar negeri karena biasanya trend mereka masih belum masuk di Indonesia. Setelah mencari inspirasi, Dita mengamati, meniru, memodifikasi produk — produk tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan resep soft cookies yang pas, Dite mencoba untuk membagikan cookies tersebut ke teman — teman kuliahnya. “Awalnya ga niat jual, ya niat cuma ngasih aja karna uda janji sama diri sendiri dulu pengen bagi ke teman. Tapi kok anak-anak pas cobain pada upload di Instagram katanya enak, request suruh jual dan seterusnya,” ujar Dite.

Akhirnya, niat dan keinginan Dite untuk berjualan soft cookies semakin besar. Sebelum memutuskan untuk berjualan dan membangun usaha, Dite mencoba untuk mencari nilai keunggulan soft cookies yang dibuatnya dengan para kompetitor. Ia mencari sambil membandingkan nilai lebih dari produk soft cookies yang dibuatnya dibanding dengan brand soft cookies lainnya.

“Pahami keunikan produknya, terus buat video atau foto tentang detail produk yang kamu jual. Buat orang yang lihat jadi ‘ngiler’ dan langsung pengen beli (kalo kita prefer video di jaman sekarang sih, lebih bisa nunjukin detailnya dengan mudah, video singkat saja, jangan lebih dari 1 menit biar ga bosen”

“Boleh banding-bandingin bisnismu sama orang lain, tapi buat motivasi aja ya, buat jadi acuan seperti ‘wah aku harus semangat kayak bisnis A B C mereka keren banget bisa gini gini gini’. Tapi jangan sampai dari bandingin itu kamu jadi plagiat atau jadi rendah diri dan iri. Everyone have their own path, jadi fokus aja buat pengembangan bisnis kita sendiri” jelas Dite.

Hingga pada awal tahun 2019, Dite mendapatkan pesan dari salah satu teman dari SMA nya yang ingin sekali makan soft cookies buatannya. Namun, temannya tersebut bercerita bahwa ia memiliki alergi terhadap susu sehingga tidak bisa mengonsumsi produk soft cookies buatan Dite.

Dari situ, Dite merasa tertantang untuk membuat soft cookies yang bisa dinikmati oleh semua orang, termasuk bagi orang yang memiliki alergi susu. Radite sebagai founder sekaligus pemilik Delice by Dite mencoba untuk memutar otak dan mencari bahan alternatif lain sebagai pengganti susu untuk membuat soft cookies. Karena seperti yang kita ketahui, susu adalah bahan dasar pembuatan soft cookies. Dengan terus melakukan riset, perempuan yang biasa dipanggil Dite tersebut berhasil mendapatkan resep soft cookies vegan yang lezat dan juga sehat.

Setelah melalui banyak waktu dan proses yang cukup panjang, akhirnya terciptalah metode vegan baking. Dite berusaha sangat keras dan semaksimal mungkin untuk mendapatkan resep baru, hingga pada akhirnya Dite berhasil mendapatkan satu resep soft cookies vegan yang pas dan lebih sehat. Resep soft cookies vegan tersebut tentu saja dapat dikonsumsi oleh orang yang memiliki alergi susu.

Beberapa menu soft cookies yang populer dan andalan dari Delice by Dite antara lain adalah Vaco (Vanilla Coffee Choco), Smorsy (S’Mores Gooey Soft Cookies), Chara (Matcha Ogura Vegan Soft Cookies), Peter (Peanut Butter Dark Choco), dan Dabi (Pandan Biscoff). Tak hanya itu, Dite juga menyediakan menu khusus berukuran besar 14 cm yaitu Giant Birthday Soft Cookie, cocok sebagai hadiah ulang tahun.

Karena inovasinya tersebut, produk Delice by Dite saat ini sudah dikenal dan banyak diminati oleh masyarakat Kota Malang. Produk soft cookies nya bahkan telah dikirim hingga hampir ke seluruh wilayah atau kota yang ada di Indonesia. Dite terus memperluas jangkauan usaha Delice by Dite agar para pelanggan dapat dengan mudah mencari dan membeli produk soft cookies nya.

Dite selalu berusaha untuk update dengan hal — hal yang baru dan unik agar para pelanggan tidak merasa bosan dengan produk soft cookies olahannya. Ia terus konsisten dalam menjaga serta meningkatkan kualitas produk buatannya agar minat para pelanggan juga ikut meningkat “Kalau mau ikut tren boleh, tapi jangan asal dan harus tau cara mempertahankannya. Harus bisa tau juga itu tren sesaat atau tren potensial buat dikembangin terus menerus. Harus dianalisis dulu lah, coba berpikir visioner SWOT nya gimana” jelas Dite.

Dibalik kesuksesannya tersebut, ada banyak teman yang selalu menjadi tim dan support system bagi Dite yang selalu membantu banyak hal terutama dalam hal operasional bisnisnya agar Delice by Dite bisa lebih sukses kedepannya. Tim Delice by Dite yang terdiri dari Dite (Founder, R&D, Marketing, Production), Deva (Co Founder, Social Media & E-commerce Specialist), Sita (Co Founder, Finance & Accounting Manager), dan Hapsari (Co Founder, Creative Design Manager).

Seluruh teman — teman Dite baik yang telah berkontribusi dalam mencicipi kue — kue buatannya, maupun yang telah bergabung menjadi tim Delice by Dite berperan sangat penting dalam berdirinya usaha yang dibangun oleh Radite Raharja tersebut.

Dite beserta tim selalu menjaga hubungan internal tim karena hubungan tim yang baik adalah inti atau kunci dari lancarnya suatu bisnis atau usaha. Kalau intinya saja tidak rukun, bagaimana bisa jualan dengan bahagia.

Dite dan tim senantiasa bersyukur seberapa banyak income atau penghasilan yang didapat dalam bisnis soft cookies tersebut. Usaha selalu diimbangi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena Tuhan lah yang telah memberi rezeki kepada mereka semua.

Tak lupa, sebagai wujud syukur tim Delice by Dite kepada yang Maha Kuasa, Delice by Dite bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) dan rutin menyisihkan sebagian keuntungan penjualan untuk disedekahkan ke sahabat-sahabat yang kurang beruntung.

Dalam membangun dan merintis suatu usaha tentu membutuhkan ekstra tenaga, pikiran, waktu, bahkan biaya. Banyak hal yang telah Dite lalui dalam merintis usaha soft cookies nya, namun ia tidak pernah menjadikan banyak hal tersebut sebagai suatu masalah. Ia menganggap segala masalah yang ia lalui adalah rintangan untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

“Pahami target pasar kita, dengerin keinginan / keluhan / kendala orang yang ada di sekitarmu, orang yang berhubungan sama bidang bisnismu, terus kita cari solusi, dari solusi ini bisa jadi peluang bisnis / pengembangan produk baru.” Kata Dite.

Menjadi seorang wirausahawan muda membuat Dite memiliki banyak hal dan pelajaran yang dapat ia petik dan bagikan ke semua orang. Usaha soft cookies miliknya tidak akan berjalan sukses seperti saat ini apabila ia tidak memiliki tekat yang kuat serta niat tulus untuk membahagiakan orang — orang yang membeli produk Delice by Dite. Tahan banting fisik dan mental merupakan suatu keharusan bagi Dite karena dalam membangun suatu usaha pasti ada fase naik dan turunnya,

Hujatan banyak dilontarkan oleh orang — orang di sekeliling Dite, bahkan oleh orang- orang terdekat sekalipun. Namun karena fisik dan mental Dite yang kuat, tidak menjadi Dite menyerah dan putus asa dalam merintis usaha soft cookies nya. Ia terus berusaha dan terus berproses agar Delice by Dite semakin berkembang.

Kesuksesan Delice by Dite juga tidak lepas dari kesabaran yang Dite miliki. Bosan dan capek adalah hal yang lumrah bagi Dite, jika ada di fase tersebut ia akan beristirahat sehingga ia kembali bersemangat dalam merintis usahanya tersebut.

Dite selalu berusaha untuk menjalin relasi yang baik dengan para costumer nya. Ia menghargai para costumer nya seperti ia menghargai para temannya sendiri. Kritik dan saran dari costumer sangat berharga baginya dalam membangun dan mengembangkan bisnis atau usaha soft cookies nya. Tidak hanya dari costumer saja, Dite juga sering berdiskusi dengan para timnya dan selalu mendengarkan kritik dan saran dari timnya agar bisnis Delice by Dite terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Delice by Dite telah membuktikan bahwa mereka adalah salah satu brand soft cookies ternama di Kota Malang. Keberhasilan yang saat ini telah Dite raih memiliki omzet hingga ratusan juta, dengan omzet sebanyak itu tentu tidak diraih dengan proses yang mudah. Radite Raharja adalah wanita dibalik brand ternama tersebut, ia pernah bercita-cita menjadi seorang wirausahawan di masa depan. Kini ia telah mewujudkan cita — cita tersebut dan menjadi wirausahawan di usianya yang masih muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!