Satu Pekerja Tewas Tertimbun Gula Setinggi 5 Meter, Manajemen PG RMI Bungkam, Polisi Pelit Bicara

Satu Pekerja Tewas Tertimbun Gula Setinggi 5 Meter, Manajemen PG RMI Bungkam, Polisi Pelit Bicara

SURYA.CO.ID, BLITAR – Dua karyawan bagian gudang di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (PG RMI) Kabupaten Blitar mengalami kecelakaan kerja ketika tumpukan ratusan karung gula mendadak ambruk, Kamis (11/8/2022) dini hari. Dari kedua korban itu, salah satunya bahkan meninggal dunia karena badannya tertimbun berkarung-karung gula yang sebelumnya ditumpuk dengan ketinggian 5 meter.

Kedua karyawan yang tertimpa ambruknya tumpukan karung gula itu masing-masing adalah Ds (33), warga Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, dan Rs (28), warga Desa/Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Dari kejadian itu, Ds yang kemudian meninggal di tempat sedangkan Rs mengalami patah tulang.

Belum diketahui jelas apakah Ds tewas di dalam gudang yang ada di kawasaan RMI atau dalam perjalanan ke rumah sakit. Bahkan dikabarkan korban sudah dimakamkan di pemakaman umum desanya.

Sayangnya, tidak ada informasi detail dari manajemen PG RMI atas kejadian itu. Bahkan polisi yang melakukan olah TKP pun terkesan enggan memberi keterangan lengkap. Pun, Kapolsek Binangun, AKP Hery Purnomo Yulianto hanya memberi penjelasan singkat.

Kapolsek tidak banyak berbicara ketika ditanya penyebab tumpukan karung gula itu ambruk, dengan dalih masih dalam penyelidikan. “Cuma penyebab apa, itu masih diselidiki. Tadi setelah dilakukan visum luar, korban sudah dibawa pulang,” ujar Hery.

Tetapi kapolsek masih membenarkan bahwa ada dua karyawan yang tertimpa tumpukan karung gula di gudang pabrik gula itu. Korban Rs sudah dirawat di RS Wava Kesamben, karena mengalami patah tulang.

Dari keterangan yang dikorek SURYA, kecelakaan kerja itu terjadi Kamis (11/9/2022) sekitar pukul 04.45 WIB. Seperti diketahui, kalau musim giling seperti saat ini pabrik gula yang kerap diprotes warga sekitar karena dituduh melakukan ]pencemaran sungai itu, beroperasi selama 24 jam.

Kebetulan kedua korban melalui kerj ashift tiga atau masuk malam dan pulang pagi. Bersama banyak karyawan lainnya, kedua bekerja di bagian gudang, di antaranya mengawasi tumpukan gula yang sudah dimasukkan karung atas zaks dengan berat masing-masing 50 KG.

“Bukan hanya berdua namun karyawan di gudang itu cukup banyak. Sebab jumlah tumpukan karung gula itu ada ribuan dan harus ditata sebelum diangkut ke truk,” ujar seorang karyawan.

Saat bekerja itu, mendadak salah satu bagian yang ada tumpukan karung gula itu ambruk. Celakanya saat itu posisi kedua korban sedang membelakangi sehingga tidak tahu ada tumpukan setinggi 5 meter ambruk.

Mereka tak sempat menghindar dan langsung tertimpa puluhan karung berisi gula. Dengan berat 50 KG per karung, bisa dipastikan beban yang menimpa keduanya sangat besar. “Keduanya pasti kesakitan karena tertimpa barang berat, apalagi langsung mengenai tubuhnya,” ujarnya.

Begitu tertimpa, mereka langsung tak terlihat karena tumpukan gula yang ambruk itu cukup banyak. Kejadian itu dengan cepat diketahui rekan-rekannya sesama pekerja di dalam gudang. Apalagi gudang itu cukup luas dan diperkirakan sampai sekitar 1 hektare (Ha).

“Teman-temannya berusaha menolong dengan menyingkirkan karung-karung yang menutupi tubuh Rs dan Ds. Tetapi karena jumlah karung yang ambruk sangat banyak, maka pembongkaran juga tidak bisa cepat,” tambahnya.

Keduanya baru bisa ditemukan dan ditarik keluar dari tumpukan karung gula yang menimbunnya beberapa menit kemudian. Namun Ds diketahui sudah meninggal.

Tetapi informasi masih simpang siur, apakah korban meninggal di dalam gudang atau saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena sampai sekarang manajemen PG RMI tetap belum memberikan keterangan atas kecelakaan kerja itu. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *